Patung Buddha Abad ke-13 Kembali ke Nepal Usai Puluhan Tahun Hilang Dicuri
Patung Buddha dari abad ke-13 akhirnya kembali ke kuil asalnya di Nepal, Jumat (1/5/2026), setelah sebelumnya sempat hilang dicuri.
Di Kota Kathmandu, patung ini dibawa menggunakan tandu khusus menuju kuil, diiringi permainan alat musik tradisional.
- Kirab Waisak 2025, Kebahagiaan yang Bukan Hanya Milik Umat Buddha
- Sejarah Waisak, Peringatan Lahir hingga Wafatnya Buddha Gautama
"Saya merasa sangat bahagia, kami semua begitu," kata salah seorang umat, Sunkesari Shakya, dilansir dari AFP, Jumat (1/5/2026).
Shakya mengenang, "kekacauan" di masyarakat setempat terjadi ketika patung itu dicuri.
Patung Buddha abad 13 kembali ke kuil asalnya di Nepal
Dipulangkan dari New York, Amerika Serikat
Patung bersejarah ini sempat diambil dari kuil tersebut pada tahun 1980-an. Setelah dicuri, patung ini muncul di Tibet House US, sebuah pusat kebudayaan di New York, Amerika Serikat (AS).
Menurut Departemen Arkeologi Nepal, seorang biksu misterius memberikan patung tersebut.
Patung ini sebenarnya sudah dikembalikan ke Nepal sejak tahun 2022. Namun, penempatannya kembali ke posisi semula baru dilakukan saat ini.
Momen tersebut terasa semakin spesial bagi warga karena bertepatan dengan festival Buddha Jayanti, yang mana adalah peringatan hari lahir pendiri agama Buddha.
Semasa hilangnya patung Buddha tersebut, warga "menggantinya" dengan patung replika di kuil. Saat ini, patung replika tersebut dipindahkan ke bagian lain di dalam kuil.
- Mengenal Templestay di Korea Selatan, Wisata Budaya di Kuil Buddha
- Candi Muarajambi, Pusat Pembelajaran Buddha yang Terkenal di Jambi
Mengembalikan harta karun yang hilang
Ilustrasi Nepal. Patung Buddha dari abad ke-13 akhirnya kembali ke kuil asalnya di Nepal, Jumat (1/5/2026), setelah sebelumnya sempat hilang dicuri.
Utusan khusus Washington untuk Asia Selatan dan Asia Tengah, Sergio Gor, hadir dalam acara ini.
Gor menyampaikan, pihaknya fokus memulangkan artefak penting yang jatuh ke tangan yang salah pada masa lalu.
"Kami mencoba memperbaiki kesalahan dari masa lalu," ucap Gor.
Bagi masyarakat Nepal, benda-benda tersebut bukan sekadar pajangan. Nepal memiliki penduduk sebanyak 30 juta jiwa, yang kebanyakan dari mereka cukup religius. Kuil Hindu dan Buddha adalah bagian penting dari hidup mereka sehari-hari.
Namun, banyak kuil di negara tersebut kini dalam kondisi kosong akibat banyaknya patung, lukisan, dan pintu hias yang hilang.
Pencurian besar-besaran terjadi sejak Nepal membuka diri pada tahun 1950-an. Banyak artefak dibawa ke luar negeri secara ilegal, yang umumnya dibantu oleh oknum pejabat yang korup. Artefak tersebut dijual ke pasar seni di AS dan Eropa.
- 4 Tempat Wisata di Chinatown Singapura, Ada Kuil Relik Gigi Buddha
- Target 2 Juta Turis ke Candi Borobudur pada 2023, Cuma 1 Persen dari Umat Buddha ASEAN
Perjuangan belum berakhir
Ilustrasi Nepal. Patung Buddha dari abad ke-13 akhirnya kembali ke kuil asalnya di Nepal, Jumat (1/5/2026), setelah sebelumnya sempat hilang dicuri.
Hingga saat ini, sekitar 200 artefak telah berhasil pulang ke Nepal. Benda yang kembali, antara lain berupa ukiran kayu, batu, lukisan, dan kitab suci. Sebanyak 41 artefak sudah ditempatkan kembali di lokasi aslinya.
Ahli konservasi, Rabindra Puri menuturkan, patung-patung ini bukan sekadar karya seni, melainkan bagian dari warisan yang hidup. Menurut dia, masih ada banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan.
Lebih dari 400 artefak terdaftar secara resmi sebagai benda hilang. Namun, para ahli memperkirakan jumlah aslinya jauh lebih besar. Mereka menduga ada ribuan artefak yang masih berada di luar negeri.
Pemerintah Nepal terus berusaha memulangkan artefak yang ada di AS, Perancis, Jerman, dan Inggris.
Tag: #patung #buddha #abad #kembali #nepal #usai #puluhan #tahun #hilang #dicuri