Gempa M 7,7 Guncang Jepang, WNI di Jepang Diimbau Tetap Tenang
KBRI Tokyo pantau kondisi WNI usai gempa M 7,7 di Jepang. WNI di Jepang diimbau tetap tenang dan hindari aktivitas di pesisir.(tangkapan layar (The Japan Times))
15:14
21 April 2026

Gempa M 7,7 Guncang Jepang, WNI di Jepang Diimbau Tetap Tenang

Jepang merevisi kekuatan gempa yang mengguncang lepas pantai timur laut pada Senin (20/4/2026), dari yang semula magnitudo 7,5, menjadi magnitudo 7,7. 

Pemerintah Jepang telah memperingatkan risiko gempa bumi dahsyat dalam sepekan ke depan, serta menurunkan perintah evakuasi dan peringatan gelombang tsunami setinggi tiga meter.

Ribuan orang juga diperintahkan untuk meninggalkan daerah pesisir dan pindah ke tempat yang lebih tinggi, setelah gempa di perairan lepas pantai prefektur Iwate, 530 kilometer (330 mil) di utara Tokyo, dikutip dari BBC, Selasa (21/4/2026).

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi mengimbau warga untuk memastikan lokasi tempat penampungan dan rute evakuasi yang telah ditentukan, serta memeriksa persediaan makanan darurat dan tas darurat agar mereka dapat segera bergegas saat gempa besar melanda.

"Pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin jika terjadi keadaan darurat," ucap Takaichi, dikutip dari AP.

Sebelumnya, usai gempa yang terjadi pada kedalaman 10 kilometer terjadi pada Senin (20/4/2026), Jepang mengeluarkan peringatan adanya kemungkinan terjadinya gelombang yang lebih besar.

Badan Meterologi Jepang (Japan Meteorological Agency/JMA) sempat mengeluarkan peringatan tsunami warning untuk tiga prefektur yaitu Aomori, Iwate dan sebagian Hokkaido.

Dampak dari gempa yang terjadi, Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara mengatakan bahwa sejumlah kereta cepat turut terdampak, dan 100 rumah mengalami pemadaman listrik.

Ia mengatakan belum ada laporan langsung tentang kerusakan besar atau korban luka.

Pengumuman KBRI Tokyo soal gempa di Jepang

WNI di Jepang diimbau tetap tenang

KBRI Tokyo pantau kondisi WNI usai gempa M 7,7 di Jepang. WNI di Jepang diimbau tetap tenang dan hindari aktivitas di pesisir.SHUTTERSTOCK KBRI Tokyo pantau kondisi WNI usai gempa M 7,7 di Jepang. WNI di Jepang diimbau tetap tenang dan hindari aktivitas di pesisir.

Lewat situs web resminya, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo (KBRI Tokyo) menyampaikan, koordinasi terus dilakukan dengan otoritas terkait guna memantau situasi terkini terkait gempa bumi.

"Seiring dengan itu pemantauan kondisi terkini dari WNI (warga negara Indonesia) juga dilakukan melalui komunikasi berkala dengan simpul-simpul masyarakat khususnya di wilayah Prefektur Iwate, Aomori, dan Hokkaido," kata Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula.

Muhammad menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan WNI terdampak gempa.

"Meski demikian kami imbau kepada teman-teman WNI agar tetap tenang dan terus memonitor perkembangan tsunami warning serta mengikuti imbauan dari pemerintah setempat," tambah dia.

Selain itu, WNI di Jepang diimbau menjauhi lokasi perairan dan pantai, serta hindari aktivitas di air. Mereka juga wajib mengikuti instruksi dari pemerintah setempat jika diperlukan untuk evakuasi ke tempat yang aman.

Siapkanlah tas darurat yang memuat senter, pengisi daya (powerbank), uang tunai secukupnya, makanan, dan botol air minum. 

KBRI Tokyo telah membuka layanan darurat bagi WNI yang terdampak atau informasi antar masyarakat untuk memudahkan pemantauan kondisi WNI.

Kontak yang bisa dihubungi adalah hotline KBRI Tokyo di No +81 80-3506-8612 atau +81 80-4940-7419.

Jepang turunkan peringatan tsunami

Saat ini Jepang telah menurunkan peringatan tsunami di sebagian wilayah pesisit timur Jepang. Peringatan ini merupakan tingkat siaga tertinggi kedua dari tiga tingkatan.

Seperti diberitakan Kompas.com, Senin (20/4/2026),Jepang memiliki tiga kategori peringatan tsunami:

KBRI Tokyo pantau kondisi WNI usai gempa M 7,7 di Jepang. WNI di Jepang diimbau tetap tenang dan hindari aktivitas di pesisir.((SHUTTERSTOCK/ANDREY VP)) KBRI Tokyo pantau kondisi WNI usai gempa M 7,7 di Jepang. WNI di Jepang diimbau tetap tenang dan hindari aktivitas di pesisir.

1. Darurat Tsunami yaitu peringatan tingkat terendah, dikeluarkan untuk gelombang di bawah satu meter. Pada kondisi ini, orang-orang disarankan segera keluar dari laut dan meninggalkan daerah pesisir. 

2. Peringatan Tsunami yaitu peringatan tertinggi kedua, dikeluarkan untuk gelombang yang diperkirakan mencapai tiga meter. 

Ketika peringatan ini dikeluarkan, orang-orang di daerah peringatan tsunami harus segera mengungsi dari pesisir dan daerah tepi sungai, untuk pindah ke tempat lebih tinggi atau gedung evakuasi.

3. Peringatan Tsunami Besar, ketika gelombang tsunami dengan ketinggian lebih dari tiga meter diperkirakan akan menghantam berulang kali.

Kali ini, Jepang telah menurunkan peringatan kedua, yang artinya masyarakat diminta segera mengungsi dari daerah pesisir dan tepi sungai. Serta, pindah ke tempat yang lebih tinggi atau gedung evakuasi.

Tag:  #gempa #guncang #jepang #jepang #diimbau #tetap #tenang

KOMENTAR