Mengenal Jembatan Cirahong, Ikon Bersejarah Penghubung Ciamis–Tasikmalaya
Jembatan kereta api Cirahong, di Kabupaten Ciamis dipakai pengendara sepeda motor untuk menuju Kabupaten Tasikmalaya. jembatan ini dapat memangkas waktu hingga 1 jam dibanding lewat jalur utama Ciamis-Tasik.(KOMPAS.COM/CANDRA NUGRAHA)
07:12
6 April 2026

Mengenal Jembatan Cirahong, Ikon Bersejarah Penghubung Ciamis–Tasikmalaya

Jajaran Polres Ciamis bergerak cepat merespons viralnya dugaan pungutan liar (pungli) di Jembatan Cirahong, sebuah jembatan bersejarah yang menghubungkan wilayah Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya.

Penindakan yang dilakukan pada Sabtu siang (04/04/2026) ini menjadi perhatian publik sekaligus membuka kembali ketertarikan masyarakat terhadap jembatan unik berusia lebih dari satu abad tersebut.

Respons cepat aparat terhadap dugaan pungli

Dipimpin Kapolsek Ciamis Kompol Alan Dahlan bersama Kasat Intelkam AKP Rahmat Komara, pihak kepolisian melakukan pengecekan langsung di lokasi dengan melibatkan pemerintah desa dan perwakilan warga sekitar.

Hasil klarifikasi menegaskan bahwa tidak ada kewajiban pembayaran bagi pengguna jalan yang melintas di Jembatan Cirahong yang selama ini dianggap sebagai pungutan oleh sebagian masyarakat.

Meskipun demikian, untuk menghindari kesalahpahaman dan menjaga situasi tetap kondusif, seluruh aktivitas pengaturan lalu lintas oleh warga serta pungutan sukarela dihentikan total mulai pukul 12.00 WIB.

Baca juga: Dedi Mulyadi Ancam Tindak Tegas Pungli di Jembatan Cirahong Tasikmalaya, Pelaku Bisa Dipidana

Pengaturan arus kendaraan kini sepenuhnya diambil alih oleh kepolisian demi menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Video pernyataan resmi dari Kepala Desa Pawindan dan Panyingkiran pun dibuat sebagai bentuk transparansi kepada publik.

Langkah tegas ini mendapat apresiasi masyarakat karena memberikan kejelasan informasi sekaligus menghadirkan rasa aman saat melintas.

Jembatan Cirahong yang bersejarah

Pole­mik pungli yang terjadi membuat banyak orang kembali mengingat keberadaan Jembatan Cirahong sebagai salah satu infrastruktur paling unik dan bersejarah di Jawa Barat. Berikut beberapa hal menarik tentang jembatan ini:

1. Jembatan peninggalan Belanda dari tahun 1893

Dibangun pada masa kolonial, Jembatan Cirahong awalnya ditujukan untuk jalur kereta api di atas Sungai Citanduy. Hingga kini, bentuk rangka baja khas era industri tetap terjaga dan menjadi ciri khas bangunan tersebut.

2. Dua fungsi dalam satu struktur

Keunikan terbesar terletak pada fungsi gandanya:

  • Bagian atas: jalur kereta api dari rute Bandung–Yogyakarta–Surabaya.
  • Bagian bawah: jalur kendaraan roda dua dan pejalan kaki.

Desain ini menjadikan Jembatan Cirahong satu-satunya jembatan kereta–jalan raya yang masih aktif digunakan di wilayah Jawa Barat.

3. Panjang 202 meter dengan struktur baja kokoh

Jembatan ini memiliki panjang 202 meter dan digolongkan sebagai jembatan rangka baja. Material ini dipilih untuk memastikan kekuatan jembatan menghadapi beban dinamis kereta api, air sungai, maupun lalu lintas warga.

Baca juga: Mulai Agustus, Jembatan Cirahong Kembali Dibuka untuk Pejalan Kaki dan Kendaraan Roda Dua

4. Lokasi strategis di timur Stasiun Manonjaya

Jembatan Cirahong berada di kawasan Stasiun Manonjaya, menjadikannya salah satu rute penting penghubung antardaerah sekaligus ikon lokal yang menarik untuk dikunjungi.

Di atas jembatan ini, membentang rel kereta api yang menghubungkan Stasiun Manonjaya dan Stasiun Ciamis.

Tag:  #mengenal #jembatan #cirahong #ikon #bersejarah #penghubung #ciamistasikmalaya

KOMENTAR