Badai Salju Ekstrem Landa AS: Ribuan Penerbangan Batal, Sekolah-Kantor Libur
Badai salju hebat yang menyapu kawasan Pantai Timur Amerika Serikat menyebabkan gangguan besar pada aktivitas masyarakat.
Cuaca ekstrem ini tidak hanya membuat kondisi perjalanan menjadi berbahaya, tetapi juga melumpuhkan transportasi udara serta menghambat berbagai kegiatan sehari-hari, dari mobilitas warga hingga layanan publik.
Badai musim dingin tersebut bergerak melintasi sejumlah wilayah dengan membawa salju tebal, hujan es, dan suhu sangat dingin. Dampaknya terasa luas karena datang di akhir pekan, saat tingkat perjalanan dan aktivitas masyarakat biasanya meningkat.
Ribuan penerbangan dibatalkan, perjalanan udara lumpuh
Sektor penerbangan menjadi salah satu yang paling terdampak akibat badai salju ini. Data pelacakan penerbangan menunjukkan hampir 1.500 penerbangan yang beroperasi di dalam, menuju, maupun dari Amerika Serikat terpaksa dibatalkan dalam satu hari.
Pembatalan tersebut terjadi seiring memburuknya kondisi cuaca di sejumlah bandara utama.
Gangguan belum berhenti di situ.
Puluhan hingga ratusan penerbangan tambahan telah dibatalkan untuk hari berikutnya, menandakan bahwa dampak badai bersifat berkelanjutan. Bandara-bandara di kawasan Pantai Timur menjadi titik paling terdampak karena salju tebal, hujan beku, dan angin kencang membuat proses lepas landas serta pendaratan pesawat tidak aman.
Pembatalan penerbangan ini memicu efek berantai bagi penumpang, mulai dari penundaan panjang, perubahan jadwal mendadak, hingga pembatalan perjalanan lanjutan. Aktivitas logistik dan perjalanan bisnis pun ikut terganggu akibat terbatasnya pergerakan pesawat.
Peringatan cuaca ekstrem bagi masyarakat, aktivitas ikut terhambat
Selain melumpuhkan penerbangan, badai salju ini juga memicu peringatan cuaca ekstrem bagi masyarakat luas. Badan Cuaca Nasional Amerika Serikat memperingatkan bahwa badai musim dingin yang terjadi tergolong signifikan dan berpotensi berlangsung cukup lama.
Cuaca ekstrem berupa salju lebat, hujan es, serta hujan beku diperkirakan dapat terus terjadi hingga awal pekan.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, gangguan perjalanan darat, serta pemadaman listrik berkepanjangan akibat pohon tumbang dan kerusakan jaringan listrik.
Sedikitnya 11 negara bagian menetapkan status darurat untuk mempercepat respons menghadapi dampak badai.
Sekitar 205 juta penduduk tercatat tinggal di wilayah yang berada di bawah peringatan cuaca musim dingin, mencakup ancaman salju, es, dan suhu ekstrem.
Puluhan kota besar diperkirakan terdampak langsung, termasuk New York, Washington, Boston, dan Dallas. Di sejumlah lokasi, ketebalan salju bahkan diprediksi dapat mencapai lebih dari 50 sentimeter, cukup untuk melumpuhkan aktivitas kota.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk membatasi aktivitas luar ruangan, memantau perkembangan cuaca secara berkala, dan mengutamakan keselamatan hingga kondisi kembali membaik.
Badai salju ini menjadi pengingat betapa cuaca ekstrem dapat berdampak luas, tidak hanya pada perjalanan udara, tetapi juga pada kehidupan sehari-hari.
Tag: #badai #salju #ekstrem #landa #ribuan #penerbangan #batal #sekolah #kantor #libur