Grand Hotel De Djokja akan Diresmikan Tahun Ini, Pernah Dihuni Jenderal Sudirman
InJourney akan meresmikan hotel bersejarah di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Grand Hotel De Djokja tahun ini, usai direvitalisasi.
"Tahun ini kami akan meresmikan Grand Hotel The Djokja. Ini adalah hotel heritage di Malioboro yang memang sangat ikonik dari tahun 1911," kata Direktur Utama InJourney Maya Watono dalam acara Press Conference bertajuk 4 Tahun InJourney: Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia, di Sarinah, Jakarta Pusat, pada Senin (19/1/2026).
Maya menuturkan, Grand Hotel De Djokja merupakan hotel bersejarah, sebab Jenderal Sudirman pernah berada di sana dari 1949 sampai meninggal pada 1990.
Gedung hotel tersebut juga pernah menjadi markas besar pertama Tentara Nasional Indonesia (TNI), yang dulu disebut Tentara Keamanan Rakyat (TKR).
"Jadi ini betul-betul hotel bersejarah dari tahun 191,1 dan yang kami lakukan adalah mengembalikan hotel tersebut ke tahun 1911 seperti Hotel Raffles di Singapura," tutur Maya.
Langkah ini, sambung Maya, merupakan cara InJourney untuk melestarikan budaya Indonesia.
Dulunya Hotel Grand Inna Malioboro
Sebelumnya, diberitakan Kompas.com (2/11/2025) Grand Hotel The Djokja merupakan hotel yang direvitalisasi dari hotel yang sebelumnya bernama Hotel Grand Inna Malioboro.
Transformasi ini dilakukan oleh PT Hotel Indonesia Natour (HIN), yang merupakan bagian dari InJourney Hospitality, anak usaha PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, holding BUMN sektor pariwisata dan aviasi.
Direktur Utama InJourney Maya Watono.
Perubahan nama dan konsep hotel tersebut tidak hanya sebatas rebranding, tetapi merupakan langkah strategis untuk menghidupkan kembali identitas historis dan nilai budaya Yogyakarta sebagai destinasi heritage kelas dunia.
"Transformasi Grand Hotel De Djokja bukan sekadar merevitalisasi sebuah hotel bintang lima, tetapi juga membangkitkan kembali nilai sejarah Yogyakarta yang dapat dinikmati oleh generasi masa kini dan mendatang. Heritage Legacy, Timeless Luxury bukan sekadar visi, namun juga misi kami kepada tamu dan masyarakat,” ujar Andreas Kahl, General Manager Grand Hotel De Djokja dalam keterangan tertulis, Minggu (2/11/2025).
Kembali ke akar sejarah 1911
Jejak Grand Hotel De Djokja berawal pada tahun 1911, ketika hotel ini dibangun oleh seorang arsitek asal Belanda dan menjadi salah satu hotel termewah di Hindia Belanda.
Sejak itu, hotel ini mengalami beberapa kali pergantian nama, yakni Hotel Asahi (1942), Hotel Merdeka (1948), Hotel Garuda (1950), Natour Garuda (1975), Inna Garuda (2001), dan terakhir Grand Inna Malioboro (2017).
Kini, lebih dari satu abad kemudian, nama Grand Hotel De Djokja kembali digunakan sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan warisan budaya Yogyakarta.
Direktur Utama InJourney Hospitality Christine Hutabarat menegaskan bahwa revitalisasi ini merupakan bagian dari inisiatif strategis The Heritage Collection yang dijalankan oleh HIN.
Hotel Grand Inna Malioboro di Yogyakarta resmi bertransformasi menjadi Grand Hotel De Djokja, menandai babak baru dalam sejarah perhotelan di kawasan Malioboro.
“Revitalisasi Grand Hotel De Djokja adalah bagian dari komitmen kami dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan melestarikan warisan budaya seiring dengan pengembangan ekonomi kreatif dan industri perhotelan modern,” kata Christine.
Ia menambahkan, hotel bersejarah ini telah menjadi saksi berbagai peristiwa penting dan menjadi ikon arsitektur kolonial yang memadukan gaya Eropa dengan estetika budaya Jawa.
“Melalui The Heritage Collection, kami berupaya mengembalikan keagungan masa lalunya dengan menghadirkan pengalaman baru yang memadukan heritage dan modern luxury tanpa menghilangkan nilai-nilai autentik bangunannya,” ujarnya.
Christine optimistis, langkah ini dapat memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi wisata berbudaya di tingkat nasional dan internasional.
Simbol kolaborasi budaya dan modernitas
Revitalisasi Grand Hotel De Djokja tidak hanya berfokus pada pemugaran arsitektur, tetapi juga mempertahankan elemen-elemen historis di setiap sudut bangunan.
Konsep baru ini mengusung harmoni antara kemewahan kontemporer dengan nuansa klasik khas Yogyakarta.
Dengan transformasi tersebut, Grand Hotel De Djokja diharapkan menjadi ikon baru pariwisata heritage Indonesia, sekaligus memperkuat kontribusi sektor perhotelan dalam pengembangan ekonomi daerah dan pelestarian budaya.
Tag: #grand #hotel #djokja #akan #diresmikan #tahun #pernah #dihuni #jenderal #sudirman