Fakta Mengapa Biaya Makan Saat Liburan Sering Meningkat?
Happy Gen Seafood, salah satu rekomendasi kuliner seafood tepi pantai di Bali dengan cita rasa yang enak dan view yang juara. (Google Maps/ 김아름)
07:14
31 Desember 2025

Fakta Mengapa Biaya Makan Saat Liburan Sering Meningkat?

- Meskipun terlihat sepele, pos pengeluaran ini justru sering membengkak tanpa disadari. Sebagian besar orang biasanya telah merencanakan transportasi dan penginapan dengan matang, namun untuk urusan makan sering kali dianggap bisa mengalir begitu saja.

Sayangnya, di sinilah letak masalahnya. Pengeluaran kecil untuk makan dan jajan yang dilakukan terus-menerus ternyata dapat membuat total biaya liburan jauh melebihi rencana awal.

Rutinitas makan berubah ketika liburan. Waktu sarapan dapat bergeser menjadi brunch, lalu malam harinya ditutup dengan makan besar yang lebih santai. Di sela-sela waktu tersebut, selalu saja ada godaan untuk menikmati kopi, camilan, atau jajanan khas setempat yang sulit dilewatkan begitu saja.

Selain itu, harga makanan di tempat wisata cenderung lebih tinggi, terutama di lokasi strategis yang kerap mematok harga premium. Di tengah suasana liburan, seseorang juga biasanya cenderung lebih permisif dalam belanja. Momen bersantai ini seakan menjadi alasan pembenaran untuk menghabiskan lebih banyak uang untuk mencoba berbagai kuliner menarik.

Berikut alasan yang tidak disadari biaya makan saat liburan bisa membengkak:

Efek Psikologis Liburan pada Pola Konsumsi

Saat traveling, otak bekerja dengan mode yang berbeda. Kamu ingin mencoba hal baru, termasuk makanan lokal yang sedang viral. Ada dorongan untuk mencicipi semuanya karena takut menyesal jika melewatkan.

Efek ini membuat pengeluaran terasa ringan di awal. Seporsi makanan atau segelas kopi terlihat kecil nilainya. Namun ketika dijumlahkan di akhir hari, totalnya bisa mengejutkan. Tanpa disadari, biaya makan harian saat liburan bisa dua hingga tiga kali lipat dari hari biasa.

Jajan Kecil yang Menggerogoti Anggaran

Jajan sering dianggap pengeluaran receh. Es kopi susu, gorengan lokal, dessert khas daerah, atau oleh oleh makanan ringan. Nilainya mungkin tidak besar per transaksi, tapi frekuensinya tinggi.

Traveling identik dengan jalan kaki dan eksplorasi. Setiap berhenti sejenak sering diikuti dengan beli sesuatu. Kebiasaan ini terasa menyenangkan, tapi berdampak langsung ke anggaran harian.

Perbedaan Biaya Makan di Setiap Kota

Indonesia punya variasi biaya hidup yang luas. Makan di kota besar tentu berbeda dengan kota kecil atau daerah wisata populer. Di beberapa destinasi, harga makanan bisa melonjak saat musim liburan.

Jika tidak menyesuaikan ekspektasi sejak awal, kamu bisa merasa anggaran jebol lebih cepat. Perencanaan kasar soal biaya makan per hari membantu menjaga pengeluaran tetap masuk akal.

Cara Lebih Sadar Mengatur Biaya Makan Saat Traveling

Langkah pertama adalah mengakui bahwa biaya makan dan jajan memang signifikan. Dari sini, kamu bisa mulai membuat batas harian yang fleksibel. Bukan untuk membatasi kesenangan, tapi agar tetap sadar.

Kamu bisa memilih satu atau dua momen makan yang ingin dibuat spesial. Selebihnya, pilih opsi yang lebih sederhana. Misalnya sarapan di penginapan atau makan di tempat lokal yang tidak terlalu turistik.

Membawa botol minum sendiri juga membantu mengurangi pembelian minuman berulang. Hal kecil seperti ini terasa sepele, tapi berdampak besar dalam beberapa hari perjalanan.

Mengatur Jajan Tanpa Mengurangi Pengalaman

Traveling tanpa jajan terasa kurang lengkap. Kuncinya bukan menghilangkan, tapi memilih dengan sadar. Kamu bisa fokus pada jajanan khas yang benar benar ingin dicoba, bukan membeli semua yang lewat di depan mata.

Mencatat pengeluaran harian secara singkat di ponsel membantu kamu tetap terhubung dengan kondisi anggaran. Tidak perlu detail rumit. Cukup tahu kisaran yang sudah terpakai.

Makan sebagai Bagian dari Cerita Perjalanan

Makanan sering menjadi bagian paling diingat dari sebuah perjalanan. Dari sarapan sederhana sampai makan malam panjang bersama teman atau keluarga. Karena itu, biaya makan bukan sesuatu yang perlu disesali, selama direncanakan dengan sadar.

Dengan pendekatan yang lebih realistis, kamu bisa menikmati kuliner lokal tanpa rasa bersalah. Liburan tetap menyenangkan, dompet pun tidak terasa kaget saat pulang.

Peran Pembayaran Digital Saat Traveling

Saat traveling, kemudahan transaksi ikut memengaruhi pola jajan. QRIS kini tersedia di banyak kota, dari kafe hingga pedagang kaki lima. Tinggal scan, bayar, dan lanjut jalan.

Pembayaran digital membantu kamu melihat pengeluaran dengan lebih jelas. Semua tercatat otomatis, sehingga kamu tahu ke mana uang pergi. Ini membantu menjaga kontrol tanpa harus menghitung uang tunai setiap saat.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra

Tag:  #fakta #mengapa #biaya #makan #saat #liburan #sering #meningkat

KOMENTAR