38 Airbus A320 di Indonesia Wajib Diperbaiki, Penumpang Diminta Cek Jadwal
Sebanyak 38 Pesawat Airbus di Indonesia wajib diperbaiki menyusul temuan pihak Airbus bahwa radiasi matahari intens dapat mengganggu sistem komputer kendali pada ribuan pesawat seri A320 di seluruh dunia.
Instruksi itu disampaikan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Seluruh maskapai penerbangan di Indonesia diminta memastikan pesawat Airbus A318, A319, A320, dan A321 memiliki komputer kendali Aileron Elevator (ELAC) yang layak pakai sebelum melakukan penerbangan berikutnya.
Instruksi ini merupakan tindak lanjut dari mandat Kelaikudaraan Darurat yang dikeluarkan Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) pada 28 November 2025, yang mulai berlaku efektif 30 November 2025 pukul 06.59 WIB.
6.000 pesawat Airbus terdampak di seluruh dunia
Menurut laporan internasional, termasuk BBC, Airbus mengungkapkan bahwa sekitar 6.000 pesawat A320 (setengah dari total armada globalnya) terdampak masalah tersebut.
Model A318, A319, dan A321 juga masuk dalam daftar pesawat yang harus menjalani pembaruan perangkat lunak hingga penggantian komponen.
Rinciannya:
- 5.100 pesawat dapat kembali terbang setelah melalui pembaruan software sekitar tiga jam.
- 900 pesawat versi lama membutuhkan penggantian fisik komputer kendali dan tidak boleh mengangkut penumpang sampai perbaikan selesai.
Awal mula ditemukan masalah
Dilansir dari Kompas.com (29/11/2025), masalah ini ditemukan setelah penyelidikan insiden penurunan ketinggian drastis pada penerbangan JetBlue Airways rute AS–Meksiko pada Oktober 2025.
Kejadian ini menyebabkan 15 orang terluka dan memaksa pesawat melakukan pendaratan darurat di Florida.
Airbus menemukan bahwa perangkat lunak pengukur elevasi pada pesawat tertentu dapat mengalami gangguan data akibat paparan radiasi matahari yang kuat di ketinggian tinggi.
38 pesawat Airbus di Indonesia wajib diperbaiki
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa regulator penerbangan di seluruh dunia (termasuk Indonesia) mengadopsi mandat dari EASA tersebut demi menjamin keselamatan penerbangan.
Indonesia memiliki 207 pesawat Airbus seri A320 yang dioperasikan oleh enam maskapai penerbangan:
- Batik Air
- Super Air Jet
- Citilink Indonesia
- Indonesia AirAsia
- Pelita Air
- TransNusa
Dari jumlah tersebut, 143 pesawat sedang beroperasi, dan 38 di antaranya (sekitar 26 persen) terdampak perintah perbaikan dan harus menjalani pembaruan sistem sebelum kembali mengangkut penumpang.
Perbaikan makan waktu 3–5 hari, penumpang diimbau cek jadwal
Maskapai di Indonesia saat ini sedang melakukan perbaikan perangkat lunak maupun pemeriksaan komputer ELAC pada pesawat yang terdampak. Proses perbaikan diperkirakan memerlukan 3 hingga 5 hari sejak instruksi diterbitkan.
Ilustrasi pesawat Airbus A320 neo.
Lukman mengimbau masyarakat yang memiliki jadwal penerbangan pada 30 November–4 Desember 2025 untuk segera melakukan konfirmasi jadwal kepada maskapai masing-masing.
Ia menegaskan bahwa potensi delay hingga pembatalan penerbangan tidak dapat dihindari, mengingat tingginya jumlah pesawat yang terdampak.
Bandara dan maskapai diminta siapkan mitigasi
Ditjen Hubud meminta seluruh pengelola bandara dan maskapai untuk:
- melakukan penyesuaian operasional secara cermat,
- memprioritaskan keselamatan sebagai aspek utama,
- menjalankan prosedur mitigasi risiko secara konsisten,
- menyiapkan langkah-langkah penanganan penumpang jika terjadi penundaan maupun pembatalan.
"Situasi ini diperkirakan akan menyebabkan gangguan mengingat banyaknya pesawat A320 yang beroperasi di Indonesia dan di seluruh dunia," ujar Lukman.
Langkah pencegahan global
Walau baru satu insiden tercatat terkait gangguan radar elevasi akibat radiasi matahari, Airbus dan regulator global mengambil langkah pencegahan ketat untuk menghindari risiko keselamatan lebih lanjut.
Airbus juga menyampaikan permintaan maaf atas gangguan besar terhadap jadwal penerbangan di seluruh dunia.
Perkembangan terkait perbaikan armada dan pemulihan operasional maskapai akan terus dipantau oleh regulator internasional dan otoritas penerbangan di tiap negara.
Tag: #airbus #a320 #indonesia #wajib #diperbaiki #penumpang #diminta #jadwal