



Kaget Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Mahal? Ternyata Ini 6 Penyebabnya
Pamornya yang terus meningkat membuat minat masyarakat untuk membeli mobil listrik melonjak akhir-akhir ini. Ditambah dengan adanya program pemerintah untuk mendorong fasilitas umum terkait kendaraan listrik membuat peminatnya semakin banyak, tak hanya masyarakat dari kalangan atas, tapi juga menengah sekalipun.
Selayaknya mobil konvensional, pemilik kendaraan listrik juga perlu menyiapkan yang namanya asuransi mobil. Tujuannya tidak lain untuk menjamin perlindungan terhadap risiko tak terduga pada kendaraan, seperti kecelakaan dan kehilangan.
Tapi, bagi pemilik mobil listrik yang berniat mengajukan asuransi, Anda mungkin merasa kaget saat mengetahui bahwa biaya preminya lebih mahal dari asuransi mobil biasa.
Bukan tanpa alasan, ada beberapa penyebab yang membuat asuransi mobil listrik memiliki premi lebih tinggi. Berikut penjelasannya sesuai penjelasan dari AAUI atau Asosiasi Asuransi Umum Indonesia.
1. Penggunaan Teknologi Terbilang Baru
Alasan pertama kenapa premi asuransi mobil pada kendaraan listrik lebih mahal dibanding asuransi mobil biasa adalah penggunaan teknologinya masih terbilang baru. Hal ini membuat biaya perbaikan pada jenis kendaraan tersebut umumnya lebih tinggi, khususnya terkait baterai yang digunakan di dalamnya.
Berbeda dengan kendaraan konvensional yang telah puluhan tahun ada di pasar Indonesia, teknologi pada mobil listrik masih jarang memiliki bengkel resmi. Pengalaman dan keahlian untuk memperbaiki mobil listrik pun tergolong langka serta membuat biayanya lebih mahal. Karena alasan inilah mengapa penyedia asuransi mobil listrik harus memasang biaya premi lebih mahal untuk mengantisipasi hal tersebut.
2. Butuh Tenaga Ahli Berpengalaman untuk Perbaikan
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, mobil listrik menggunakan teknologi mesin yang masih baru. Hal tersebut membuat tenaga ahli atau montir yang bisa memperbaiki kendaraan tersebut saat rusak masih terbatas. Kalaupun ada, tarif perbaikan yang diminta cenderung lebih tinggi dibanding mobil biasa.
Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan jika di masa depan jumlah bengkel yang bisa mengatasi masalah pada mobil listrik akan bertambah menyesuaikan minat terhadap jenis kendaraan tersebut. Jika sudah begitu, bukan tidak mungkin biaya perbaikannya akan menjadi lebih terjangkau dan mempengaruhi besaran premi asuransi mobil listrik.
3. Risiko Kerusakan Tergolong Tinggi
Terkait risiko kerusakan pada mobil listrik tentu tidak bisa disamakan dengan mobil biasa. Beberapa contohnya adalah risiko kecelakaan akibat less noise, kegagalan sistem operasi, dan tegangan tinggi terhadap kendaraan ini. Dengan pertimbangan ini biasanya perusahaan asuransi akan membebankan biaya premi lebih mahal bagi nasabah pemilik mobil listrik.
Khususnya jika nasabah berada di kawasan rawan banjir, risiko kerusakan pada mobil listrik tentu akan melonjak. Jika Anda termasuk sebagai nasabah dengan karakteristik tersebut, jangan heran jika premi asuransi akan ditingkatkan beberapa persen. Tujuannya agar perusahaan asuransi mampu mengantisipasi risiko biaya perbaikannya dengan lebih optimal.
4. Harga Mobil Listrik Lebih Mahal
Selayaknya asuransi mobil konvensional, asuransi mobil listrik juga disesuaikan dengan harga kendaraannya. Misalnya, premi asuransi mobil ditetapkan sebesar 5 persen dari harga mobil. Dengan harga yang cenderung lebih mahal, tak mengherankan jika premi asuransi pada mobil listrik lebih tinggi.
Dengan risiko yang lebih besar, persentase harga mobil yang dijadikan sebagai biaya premi bukan tidak mungkin juga akan ditingkatkan. Walaupun begitu, OJK atau Otoritas Jasa Keuangan menyatakan jika regulasi terkait premi asuransi untuk mobil listrik ke depannya akan terus dioptimalkan. Jadi, baik pihak perusahaan asuransi dan nasabah bisa mendapat penetapan tarif yang sama-sama menguntungkan dan tak merugikan salah satu pihak.
5. Komponen Suku Cadang Masih Jarang
Alasan lain kenapa asuransi mobil listrik lebih mahal adalah komponen suku cadangnya yang masih langka. Jumlahnya yang terbatas juga membuat suku cadang pada kendaraan jenis ini dibanderol dengan harga tinggi.
Terutama pada komponen baterai, harganya begitu tinggi hingga bisa mencapai 50 persen atau bahkan 60 persen harga mobil listrik.
Dalam kata lain, biaya yang harus ditalangi oleh asuransi mobil jika nasabah mengajukan klaim kerusakan pada komponen tersebut sangat besar.
Jika tidak diantisipasi dengan pembebanan biaya premi yang sebanding, perusahaan asuransi pasti akan merugi ketika menyediakan layanan tersebut.
6. Masih Membutuhkan Data Loss & Risk Profile Asuransi Mobil Listrik
Penyebab terakhir kenapa asuransi mobil listrik lebih mahal dari mobil biasa adalah masih terbatasnya data terkait loss & risk profile pada produk asuransi tersebut. Sehingga, perusahaan asuransi belum mempunyai data konkret terkait pertimbangan tarif premi asuransi pada kendaraan listrik.
Kendati demikian, penerapan tarif asuransi mobil listrik ini masih sesuai dengan aturan OJK terkait penetapan biaya asuransi kendaraan bermotor serta harta benda. Tentunya, seiring waktu, penentuan tarif premi asuransi mobil listrik ini akan disesuaikan dengan terkumpulnya informasi seputar risiko yang ditanggung oleh perusahaan asuransi.
Risiko dan Biaya Perbaikannya Lebih Tinggi, Jangan Heran Premi Asuransi Mobil Selangit
Sama-sama memberi perlindungan terhadap kendaraan, tidak sedikit pemilik mobil listrik merasa heran ketika harus membayar premi lebih mahal dari mobil biasa. Padahal, jika dilihat dari aspek risiko dan biaya perbaikannya, mobil listrik memang membutuhkan biaya selangit. Jadi, bukan karena aji mumpung, ada hal mendasar yang menjadi alasan tarif asuransi mobil listrik lebih tinggi daripada mobil biasa.
Tag: #kaget #premi #asuransi #mobil #listrik #lebih #mahal #ternyata #penyebabnya