Keponakan CEO Nvidia Bilang Harga GPU Terancam Naik Lagi
CEO AMD Lisa Su menggenggam prosesor AMD Ryzen RX 6000(AMD)
08:12
16 Mei 2026

Keponakan CEO Nvidia Bilang Harga GPU Terancam Naik Lagi

- Laporan keuangan kuartal pertama (Q1) 2026 membawa kabar yang sangat menggembirakan bagi para investor AMD, tapi sekaligus menjadi sinyal bahaya bagi para konsumen dan gamer.

Peringatan keras ini datang langsung dari CEO AMD, Lisa Su. Yang menarik, Lisa Su bukanlah sosok yang asing bagi pesaing terbesarnya di industri chip. Ia diketahui memiliki tali persaudaraan dengan CEO Nvidia, Jensen Huang.

Keduanya merupakan sepupu jauh dari silsilah keluarga pihak ibu. Secara silsilah spesifik, ibu kandung dari Jensen Huang adalah adik perempuan dari kakek Lisa Su. Secara biologis, bos Nvidia tersebut sejatinya adalah paman jauh bagi bos AMD.

Keponakan Jensen Huang tersebut kini datang membawa peringatan yang tak kalah genting terkait ancaman lonjakan harga komponen PC dan kartu grafis (GPU) dalam waktu dekat.

Di satu sisi, Lisa Su memaparkan bahwa rekor pendapatan divisi data center AMD melonjak drastis berkat ledakan tren AI.

Namun di sisi lain, sang CEO memprediksi bahwa permintaan di sektor bisnis korporasi dan gaming, yang pada dasarnya adalah ranah konsumen, akan mengalami kelesuan parah pada paruh kedua tahun 2026.

Penyebab utamanya tak lain adalah membengkaknya biaya produksi akibat mahalnya harga memori dan komponen.

Baca juga: Jensen Huang Peringatkan AS soal Ancaman AI China, Ini Pemicunya

Ancaman kenaikan harga komponen ini diprediksi akan memberikan dampak yang cukup masif di sektor gaming. Hal ini dikonfirmasi langsung secara blak-blakan oleh Chief Financial Officer (CFO) AMD, Jean Hu.

"Kami memperkirakan permintaan di paruh kedua (tahun 2026) pada sektor gaming akan terdampak oleh tingginya biaya komponen dan memori. Kami kini memproyeksikan pendapatan gaming di paruh kedua akan anjlok lebih dari 20 persen dibandingkan paruh pertama," ungkap Hu.

Baca juga: Saat Penimbun RAM Kalang Kabut Menghadapi Gebrakan AI Google…

Penurunan "lebih dari 20 persen" ini bukan angka yang bisa dipandang sebelah mata. Prediksi tersebut mengindikasikan bahwa AMD bersiap kehilangan seperempat atau bahkan hingga 30 persen pendapatannya di sektor ini.

Artinya, ketika kita memasuki kuartal ketiga (Q3) dan kuartal keempat (Q4) 2026, pasokan kartu grafis AMD Radeon kemungkinan besar akan semakin langka.

Kondisi tersebut pada akhirnya memicu potensi kenaikan harga yang tak terhindarkan untuk model-model kartu grafis, termasuk jajaran seri RX 9000.

Baca juga: Anak Magang Dipaksa Serahkan Hadiah Nvidia RTX 5060, Akhirnya Pilih Resign

PS5 dan Xbox ikut terancam

Dampak kelesuan akibat mahalnya biaya komponen ini tidak hanya berhenti di kartu grafis Radeon untuk PC.

Seperti yang diketahui, "Kubu Merah" (julukan AMD) juga merupakan pabrikan pembuat chip GPU semi-kustom yang menjadi otak di balik konsol PlayStation 5 (PS5) dan Xbox.

Penjualan kedua konsol tersebut memang sedang mengalami tren perlambatan karena siklusnya yang sudah memasuki tahap akhir, sehingga pasar pembeli pun mulai mencapai titik jenuh. Namun, krisis komponen ini bisa memperparah kondisi pasar.

Tingginya biaya produksi dapat memicu vendor untuk menaikkan harga perangkat keras konsol itu sendiri di paruh kedua tahun ini, yang pada gilirannya akan semakin membuat calon pembeli enggan mengeluarkan uang mereka.

Baca juga: Krisis Prosesor PC Bakal Lebih Parah, Tidak Sekadar Jadi Mahal

Krisis RAM berlanjut

Peringatan dari Lisa Su ini seakan mengamini dan mengonfirmasi rentetan laporan pesimistis terkait krisis komponen, khususnya memori (RAM), yang belakangan ini terus membombardir industri teknologi.

Produsen chip memori Micron sebelumnya telah membunyikan alarm peringatan bahwa tingginya permintaan untuk menopang pusat data AI telah memberikan tekanan yang luar biasa besar pada pasokan RAM global.

Senada dengan hal tersebut, Samsung, juga telah memprediksi bahwa "kelangkaan signifikan" di sektor memori akan terus menghantui industri setidaknya hingga tahun 2027. Prediksi tersebut bahkan diklaim sebagai skenario yang paling optimal.

Dampak krisis ini perlahan juga sudah mulai terasa merayap ke produk konsumen dari pabrikan lain. Apple dan Framework telah mengeluarkan peringatan serupa mengenai potensi lonjakan harga RAM.

Sementara itu, di pasar ritel, kartu grafis seperti Asus RX 9070 XT kini dilaporkan sudah mulai dibanderol dengan harga yang semakin mahal akibat kelangkaan situasi ini.

Baca juga: Chip untuk iPhone Kian Langka, Apple Dekati Rival

Ilustrasi toko di Jepang yang memohon ke pelanggan untuk menjual PC lama mereka karena kehabisan stok akibat krisis memori global.Ilustrasi dibuat menggunakan AI. KOMPAS.com/Zulfikar Hardiansyah Ilustrasi toko di Jepang yang memohon ke pelanggan untuk menjual PC lama mereka karena kehabisan stok akibat krisis memori global.Gamer pesimis

Melihat situasi industri chip yang semakin tak menentu dan didikte oleh kebutuhan AI, komunitas pengguna PC dan gamer tampaknya sudah mulai pasrah dan kehilangan harapan bahwa harga RAM dan GPU akan kembali normal.

Masa-masa indah di tahun lalu, sebelum badai kenaikan harga ini datang bertubi-tubi, dinilai tidak akan pernah terulang kembali.

Sebuah komentar dari pengguna forum Reddit mencerminkan keputusasaan kolektif yang tengah melanda para konsumen akar rumput.

Menanggapi kabar kelesuan gaming dari AMD, warganet tersebut memberikan prediksi yang cukup suram tapi realistis.

"Prediksi saya, sepanjang tahun 2027 harga akan turun dari kenaikan 400 persen, yang tidak masuk akal, menjadi kenaikan yang sedikit lebih ramah di 200 persen. Namun, harganya tidak akan pernah turun lebih rendah dari batas itu lagi. Ekonomi RAM akan berubah secara permanen, dan data center akan jadi gangguan selamanya," tulis seorang anggota Reddit, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari dari Tom's Hardware.

Baca juga: Waspada GPU RTX 4090 Palsu, Ketahuan Hanya Dilihat lewat Mikroskop

Tag:  #keponakan #nvidia #bilang #harga #terancam #naik #lagi

KOMENTAR