OpenAI Bawa Codex ke Chrome, AI Kini Bisa Operasikan Browser Sendiri
- OpenAI resmi membawa Codex ke browser lewat ekstensi baru untuk Google Chrome.
Lewat plugin bernama Codex for Chrome, AI coding milik OpenAI kini bisa bekerja langsung di browser pengguna. Mulai dari mengakses tab, membuka web app, hingga membantu tugas berbasis internet secara real-time.
Sebelumnya, Codex lebih banyak dipakai di dalam aplikasi dan ekosistem OpenAI sendiri.
OpenAI pertama kali meluncurkan Codex sebagai aplikasi macOS pada Februari lalu sebelum akhirnya memperluas fiturnya. Kini, lewat ekstensi Chrome, Codex tidak lagi terbatas di jendela coding atau chatbot saja.
Baca juga: OpenAI Rilis Fitur Chronicle di Codex, AI Bisa “Lihat” Layar Pengguna
Codex sendiri merupakan AI agent buatan OpenAI yang dirancang untuk membantu tugas coding dan pekerjaan teknis lainnya.
Berbeda dari chatbot biasa, Codex bisa menjalankan aksi langsung, seperti mengedit kode, debugging, membaca konteks pekerjaan, hingga membantu workflow tertentu.
Pengembang ChatGPT ini juga menyebut Codex saat ini memiliki lebih dari 4 juta pengguna aktif mingguan, naik 8 kali lipat dibanding awal tahun.
Menurut perusahaan, setelah fitur Computer Use (di mana AI bisa mengoperasikan komputer/broswer layaknya manusia) diluncurkan di aplikasi desktop Codex, mereka melihat sebagian besar aktivitas pengguna ternyata terjadi di browser. Karena itu, OpenAI akhirnya membawa Codex langsung ke Chrome.
OpenAI menjelaskan Codex for Chrome dirancang untuk membantu pekerjaan yang memang terjadi di dalam website dan aplikasi tempat pengguna sudah login.
Fitur ini cocok dipakai untuk tugas yang bergantung pada konteks browser, status akun, atau website tertentu. Contohnya:
- Melakukan riset di website tertentu
- Memperbarui data di CRM
- Membaca dashboard internal
- Mengisi form
- Merangkum informasi, seperti di Gmail
- Sampai menjalankan workflow multi-step lintas tab dan layanan
Codex juga bisa dipakai di tools internal perusahaan maupun website eksternal.
Yang menarik, AI ini bekerja lewat grup tab khusus sehingga bisa mengumpulkan konteks dan menjalankan tugas tanpa mengambil alih sesi browsing utama pengguna.
Baca juga: OpenAI Rilis GPT-5.3-Codex-Spark, AI Kencang dan Ringan untuk Coding
Kalau ada tindakan sensitif, Codex akan meminta pengguna mengambil alih atau memberi konfirmasi terlebih dahulu.
Setelah selesai, halaman penting juga tetap dibiarkan terbuka supaya pengguna bisa mengecek hasil kerjanya.
Demo cara kerja plugin Codex for Chrome bisa dilihat selengkapnya di video berikut ini:
Codex can now take on more of your browser dev work.
With the new Chrome plugin in the Codex app, it can test web apps, gather context across tabs, use web DevTools efficiently in parallel, and keep results organized without taking over your browser. pic.twitter.com/T6LwuPCUr5
— OpenAI Developers (@OpenAIDevs) May 7, 2026
If a task needs multiple tools, Codex chooses the best one for each step.
It uses plugins when they can handle the job, Chrome when it needs a logged-in website, and combines approaches as needed. pic.twitter.com/3GvDouoPDi
— OpenAI (@OpenAI) May 7, 2026
Untuk memakai fitur ini, pengguna harus memasang plugin Chrome langsung dari aplikasi Codex.
Caran pasang plugin Codex for Chrome:
- Buka Codex lalu masuk ke menu Plugins
- tambahkan Chrome plugin
- Ikuti proses instalasi dan sambungkan ekstensi ke Chrome
- Setujui permission atau izin yang diminta browser
- Buka Chrome dan pastikan status ekstensi menunjukkan “Connected”
Setelah terhubung, pengguna tinggal membuka thread baru di Codex. AI nantinya bisa otomatis menyarankan penggunaan Chrome saat tugas membutuhkan website yang sudah login akun pengguna.
Atau pengguna bisa menambahkan extensi Codex di browser bikinan Google lewat link berikut ini.
Dalam misi Codex tak hanya untuk developer
Lewat plugin bernama Codex for Chrome, AI coding milik OpenAI kini bisa bekerja langsung di browser pengguna. Mulai dari mengakses tab, membuka web app, hingga membantu tugas berbasis internet secara real-time.
OpenAI menyebut langkah ini sebagai upaya membuat Codex lebih berguna untuk pekerjaan sehari-hari, bukan hanya untuk pengembang (developer).
Karena kini AI bisa bekerja langsung di sesi browser yang sudah login, Codex juga dinilai lebih praktis untuk pekerjaan berbasis akun dan dashboard internal perusahaan.
Namun di sisi lain, kemampuan ini juga memunculkan isu keamanan baru. Sebab ekstensi Codex meminta izin cukup besar di Chrome, termasuk:
- Membaca dan mengubah data di website
- Mengakses riwayat browsing
- Melihat tab dan grup tab
- Memakai debugger halaman
- Mengakses bookmark
- Hingga mengelola download
Baca juga: OpenAI Luncurkan Codex di macOS, Programmer Dibantu Banyak Agen AI
OpenAI mengatakan Codex tetap meminta konfirmasi sebelum mengakses website tertentu. Pengguna juga bisa memilih apakah akses hanya berlaku sekali, selalu diizinkan untuk domain tertentu, atau ditolak sepenuhnya.
Saat ini ekstensi Codex untuk Chrome sudah tersedia secara global lewat menu Plugins di aplikasi Codex, kecuali untuk wilayah Uni Eropa dan Inggris yang masih menunggu dukungan resmi.
OpenAI juga disebut sedang menyiapkan integrasi lebih besar di masa depan, termasuk menggabungkan Codex dengan ChatGPT dan browser AI internal mereka yang bernama Atlas, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari laman OpenAI dan Engadget.
Tag: #openai #bawa #codex #chrome #kini #bisa #operasikan #browser #sendiri