Samsung Setop Jualan TV dan Elektronik Rumah Tangga di China
Tampilan smart TV Samsung Neo QLED 8K yang sudah resmi dirilis Samsung ke Indonesia, Kamis (12/9/2024)(KOMPAS.com/Caroline Saskia Tanoto)
13:03
11 Mei 2026

Samsung Setop Jualan TV dan Elektronik Rumah Tangga di China

- Samsung menarik diri dari pasar televisi dan home appliances di China. Keputusan ini dikonfirmasi oleh perusahaan asal Korea Selatan tersebut melalui situs web resminya di negara terkait.

Berdasarkan keputusan tersebut, Samsung akan berhenti menjual televisi, monitor, kulkas, mesin cuci, mesin pengering, AC, vacuum cleaner, hingga air purifier di China.

Seiring dengan keputusan itu, Samsung juga memastikan tidak akan meluncurkan produk baru lagi. Kendati demikian, dukungan layanan purna jual akan tetap tersedia, khususnya bagi pelanggan yang sudah memiliki produk Samsung sebelumnya.

"Pamitnya" Samsung dari Negeri Tirai Bambu ini didorong oleh persaingan yang kian sengit.

Merek-merek TV dan home appliances China seperti Haier, Midea, Hisense, dan TCL, telah meningkatkan kualitas produknya, serta mempertahankan patokan harga yang tidak dapat diimbangi oleh struktur biaya Samsung.

Selain itu, dalam beberapa dekade terakhir, loyalitas konsumen China akan merek domestik juga terus menguat signifikan, terutama setelah konflik geopolitik yang melibatkan negaranya.

Baca juga: Samsung Pastikan Ponsel Mid-range Baru Galaxy A27, Desain Berubah

Meski mundur dari pasar TV dan peralatan rumah tangga China, Samsung menegaskan bahwa bisnis smartphone serta semikonduktor masih berjalan.

Operasi manufaktur Samsung di negara tersebut juga masih terus berlanjut untuk memproduksi perangkat yang diekspor ke luar negeri.

Bisnis semikonduktor melejit

Samsung memastikan bisnis ponselnya di China masih terus berjalan. Namun, tampaknya Samsung menghadapi jalan terjal, karena pangsa pasar ponselnya hanya tersisa di bawah satu persen.

Jumlah tersebut turun drastis dari 20 persen pada awal tahun 2010-an.

Dilansir KompasTekno dari GizChina, comeback-nya Huawei, serta persaingan dengan merek lokal seperti Xiaomi, Oppo hingga Vivo, membuat Samsung kesulitan mengisi segmen yang layak bagi konsumen setempat.

Baca juga: 5 HP Samsung Paling Laris di Dunia Awal 2026, Harga mulai Rp 1 Jutaan

Berbanding terbalik dengan bisnis semikonduktor yang melejit. Bisnis ini tumbuh signifikan, di tengah permintaan AI yang tinggi.

Pendapatan bisnis semikonduktor Samsung di China tumbuh 61 persen pada kuartal I-2026 dengan laba operasional sebesar 57,23 triliun won (sekitar Rp ), didorong oleh penjualan chip.

Selain bisnis ponsel dan semikonduktor, bisnis peralatan medis Samsung di China juga masih berjalan seperti sebelumnya, dihimpun KompasTekno dari Korea Times.

Tag:  #samsung #setop #jualan #elektronik #rumah #tangga #china

KOMENTAR