Startup Penyewaan Skuter Listrik Lime Resmi IPO
Lime, perusahaan penyewaan skuter dan sepeda berbasis listrik asal Amerika Serikat, resmi mengajukan permohonan penawaran saham perdana ke publik alias IPO (Intial Public Offering).(MSN)
07:04
11 Mei 2026

Startup Penyewaan Skuter Listrik Lime Resmi IPO

- Lime, startup teknologi penyewaan skuter dan sepeda berbasis listrik asal Amerika Serikat (AS), resmi mengajukan permohonan penawaran saham perdana ke publik alias IPO (Initial Public Offering).

Induk Lime, Neutron Holdings Inc. dilaporkan mengajukan IPO pada Jumat (8/5/2026) ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC/Securities and Exchange Commision US), mencatatkan sahamnya di bursa Nasdaq dengan kode “LIME”.

Langkah ini menjadi tonggak penting bagi Lime yang sudah cukup lama mengisyaratkan keinginannya untuk menjadi perusahaan publik.

Baca juga: Karyawan Google Diberi Skuter Listrik Gratis agar Mau Ngantor

Pada saat didirikan di 2017, Lime sudah menunjukkan ambisi itu pada 2021. Dalam berbagai kesempatan yang berbeda, CEO Line Wayne Ting juga sudah mengungkapkan rencana IPO ini selama beberapa tahun belakangan.

Sebagaimana dikutip KompasTekno dari Tech Crunch, Senin (11/5/2026), salah satu kekuatan Lime untuk menjadi IPO adalah kemitraannya dengan Uber, perusahaan layanan ride-hailing.

Ilustrasi mobil Uber.Gizmodo Ilustrasi mobil Uber.

Uber sudah berinvestasi di Lime selama beberapa tahun silam dan masih memainkan peran penting bagi perusahaan. Sekitar 14,3 persen pendapatan Lime berasal dari kemitraan dengan Uber.

Sebab, pengguna Uber juga dimungkinkan untuk mencari, menemukan, hingga menyewa skuter ataupun sepeda listrik Lime langsung dari aplikasi Uber. Integrasi yang ditawarkan memberi Lime akses ke jutaan pengguna aktif Uber tanpa perlu repot membangun ulang basis penggunanya.

Sementara itu, baik dari sisi finansial maupun operasional, skala bisnis Lime bisa disebut-sebut masif dan mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Baca juga: Strava Resmi Ajukan IPO

Laporan pendapatan Lime pada 2023 tercatat sebanyak 521 juta dollar AS, tumbuh menjadi 686,6 juta dollar AS pada 2024, serta meroket naik menjadi 886,7 juta dollar AS pada 2025.

Jika dikonversikan ke dalam kurs rupiah, keuntungan yang berhasil diraup Lime sepanjang pembukuan 2025 mencapai Rp 15,4 triliun. Pertumbuhan pendapatannya juga tercatat 29,1 persen secara year-on-year.

Dari segi operasional, Lime juga sudah berhasil beroperasi di 230 kota dan tersebar di 29 negara yang berbeda. Dalam dokumen IPO, Lime juga mengungkapkan layanannya sudah melampaui satu miliar perjalanan di sepanjang 2025.

Belum bukukan keuntungan

Ilustrasi Lime, sepeda dan skuter listrik asal Amerika SerikatEngadget Ilustrasi Lime, sepeda dan skuter listrik asal Amerika Serikat

Kendati demikian, di balik pertumbuhan pendapatan yang positif, Lime ditemukan masih belum membukukan keuntungan.

Lime masih mencatatkan kerugian bersih yang cukup besar, yakni sekutar 59,3 juta dollar AS (RP 1,03 triliun) di sepanjang 2025, dengan tambahan kerugian 61,3 juta dollar AS untuk kuartal pertama di tahun 2026 (Rp 1,06 triliun).

Lime secara terbuka menulis di dokumen SEC bahwa akan ada sederet faktor risiko bagi calon-calon investor yang bakal berinvestasi di perusahaannya, termasuk “riwayat kerugian bersih” dan potensi tidak tercapainya profitabilitas di masa mendatang.

Merujuk pada laporan Engadget, desakan untuk segera IPO salah satunya adalah tekanan finansial.

Baca juga: Tagihan Listrik Membengkak? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Sering Diabaikan

Lime, sebelum IPO, sudah memiliki tanggungan untuk membayar kewajiban sebesar 1 miliar dollar AS (berkisar Rp 17,3 triliun), yang mana sekitar 675,8 juta dollar AS (sekutar Rp 11,7 triliun) jatuh tempo sebelum akhir 2026.

Lime mengakui tidak memiliki likuiditas yang cukup untuk melunasinya.

Oleh karena itu, dalam dokumen pengajuan SEC-nya, Lime juga menyatakan secara gamblang jika IPO gagal dilaksanakan, kesepakatan utang tidak dapat dinegosiasi, perusahaan mungkin tidak dapat beroperasi lagi sebagai bisnis berkelanjutan.

Sebaliknya, jika berhasil menjadi IPO, dana tersebut akan digunakan untuk melunasi seluruh utang yang beredar, mendanai kegiatan operasional, hingga mengakuisisi teknologi baru.

Lime juga menggandeng Goldman Sachs, J.P Morgan, hingga Jefferies sebagai penjamin. Jadi, boleh katakan keputusan Lime menjadi IPO adalah taruhan yang besar.

Tag:  #startup #penyewaan #skuter #listrik #lime #resmi

KOMENTAR