Ada Iklan Tiba-tiba Muncul di Status WhatsApp, Kok Bisa?
- Sebagian pengguna mungkin cukup terkejut saat melihat status di aplikasi WhatsApp. Pasalnya, status di aplikasi WhatsApp (WA) tak cuma menampilkan konten dari pengguna, tapi kadang juga terselip iklan.
Jadi, saat menggulir dan menonton status WA, iklan bisa tiba-tiba muncul. Format tayangan iklan yang muncul di sela-sela konten status WA ini mirip dengan iklan yang muncul di Facebook Stories dan Instagram Stories. Lantas, bagaimana bisa status WA muncul iklan?
Baca juga: WhatsApp Versi Berbayar Mulai Disebar, Ini yang Didapat Pengguna
Tayangan iklan di status WhatsApp
Iklan di status Whatsapp sejatinya merupakan fitur yang telah resmi digelontorkan pada pertengahan 2025. Meta (induk perusahaan WhatsApp) pun sudah mempertimbangkan untuk menghadirkan iklan di WhatsApp selama bertahun-tahun sebelumnya.
Wacana menempatkan iklan di aplikasi WhatsApp itu sempat mendapatkan pertentangan dari para pendirinya. Bahkan, pada 2020, Meta membatalkan rencana untuk meluncurkan iklan dalam aplikasi.
Namun, kepala WhatsApp Will Cathcart mengonfirmasi pada tahun 2023 bahwa perusahaan tersebut masih mengerjakan implementasi iklan di platformnya. Kemudian, pada tahun lalu, WhatsApp akhirnya mengumumkan kehadiran iklan di status WA.
WhatsApp tampilkan iklan di Status.
Selama ini, iklan memang dikenal sebagai sumber pendapatan terbesar Meta (induk WhatsApp, Instagram, Facebook, Threads). Tahun lalu, Meta menghasilkan lebih dari 160 miliar dollar AS dari pendapatan iklan saja.
Polemik iklan dan privasi pengguna
Penayangan iklan di status WhatsApp menimbulkan polemik terhadap privasi pengguna. Akan tetapi, pihak Meta mengeklaim jika penayangan iklan tersebut tidak akan mengganggu privasi pengguna.
Baca juga: Nada Dering WhatsApp Bisa Sebut Nama Sendiri, Begini Caranya
Wakil Presiden Manajemen Produk untuk Business Messaging di Meta, Nikila Srinivasan, menegaskan bahwa isi pesan (chat WA), panggilan pribadi, dan daftar kontak pengguna tidak akan digunakan untuk menargetkan iklan.
Komunikasi di platform WhatsApp dijamin tetap dilindungi dengan enkripsi end-to-end, teknologi yang memastikan hanya pengirim dan penerima yang bisa membaca pesan yang dikirimkan.
"Privasi adalah fondasi utama kami. Semua interaksi iklan dan promosi ini tetap berada di ruang terpisah dan tidak akan mengganggu pengalaman berkirim pesan," kata Nikila Srinivasan, dalam sesi media roundtable virtual bersama KompasTekno baru-baru ini.
Secara terpisah, dalam posting di blog resmi, WhatsApp juga berjanji "tidak akan pernah menjual atau membagikan nomor telepon pengguna kepada pengiklan".
Meskipun tidak mengakses isi pesan pribadi, WhatsApp tetap memanfaatkan sejumlah informasi untuk menyesuaikan iklan yang ditampilkan di status WA. Srinivasan merinci, informasi yang digunakan meliputi:
- Bahasa aplikasi yang digunakan pengguna
- Lokasi kasar (negara atau kota, bukan alamat spesifik)
- Channel yang diikuti pengguna
- Interaksi pengguna dengan iklan di masa lalu
Jika pengguna menautkan WhatsApp dengan akun Meta lain (seperti Instagram atau Facebook) melalui fitur Meta Accounts Center, preferensi dari platform lain tersebut juga bisa digunakan untuk bahan iklan.
Namun, WhatsApp menegaskan bahwa semua proses ini tetap berada dalam kendali pengguna, bisa diubah kapan pun.
Iklan di Status WA ini mirip seperti iklan yang muncul di Instagram Stories. Fitur ini ditujukan untuk bisnis (perusahaan, brand, kreator) yang ingin menjangkau pelanggan baru melalui WhatsApp.
Belum diketahui seberapa sering iklan bakal muncul di status WA. Sebagai perbandingan, iklan di Instagram Stories biasanya tampil setelah empat atau lima konten yang dilihat, meski angka ini juga tidak pasti.
Baca juga: WhatsApp Bakal Bisa Chat Pakai Username, Tanpa Nomor Telepon?
Yang jelas, kata Srinivasan, iklan hanya akan muncul di tab "Updates", dan tidak akan mengganggu ruang chat utama. Ini berarti pengguna tetap bisa berkomunikasi lewat pesan pribadi, panggilan suara/video, dan grup komunitas tanpa melihat iklan atau konten promosi.
"Fitur ini memang dibangun dari awal dengan mengutamakan privasi," kata Nikila.
"Semua interaksi iklan tidak akan mengganggu pengalaman berkirim pesan, dan semuanya tetap berada di ruang terpisah," janji Nikila.
Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno. Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.