Dua Skill Ini Penting Dikuasai biar Tak Digusur AI, Bukan Coding
Ilustrasi pekerjaan atau profesi terdampak AI.(Ilustrasi dibuat dengan AI.)
18:06
25 April 2026

Dua Skill Ini Penting Dikuasai biar Tak Digusur AI, Bukan Coding

 - Kehadiran teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mempermudah pekerjaan manusia. Namun, jika tidak siap beradaptasi, pekerjaan manusia berpotensi digantikan AI.

Baca juga: Riset Anthropic: Dibanding Programmer, Profesi Guru Lebih Susah Digantikan AI

Untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi ini, kita dituntut memiliki keterampilan atau skill baru. Namun, menariknya, skill tersebut justru bukan berkaitan dengan menulis kode pemrograman atau coding.

Setidaknya, terdapat dua skill penting yang perlu dikuasai manusia agar tidak digusur AI. Lantas, apa saja keahlian itu? Jika tertarik untuk mengetahui lebih lanjut, berikut adalah dua skill yang penting dikuasai di tengah era AI.

1. System thinking

Skill pertama adalah system thinking. Hal ini diungkap Regional Vice President & Managing Director Southeast Asia Snowflake, Satchit Joglekar, dalam wawancara eksklusif bersama KOMPAS.com di The St. Regis Jakarta, Kamis (17/4/2026).

Untuk diketahui, Snowflake merupakan platform data berbasis cloud yang membantu perusahaan mengelola, mengintegrasikan, dan menganalisis data agar siap digunakan untuk kebutuhan analitik dan AI.

Menurut Satchit, system thinking menjadi penting karena talenta yang akan unggul di era AI adalah mereka yang mampu memahami bagaimana berbagai sistem saling terhubung dan bekerja bersama.

Ini sejalan dengan perkembangan AI ke depan yang akan hadir dalam bentuk sistem kompleks yang saling terintegrasi, bukan sekadar satu aplikasi atau alat.

"AI akan menjadi jaringan agen yang bekerja bersama. Untuk itu, kami membutuhkan orang yang memahami bagaimana sistem ini saling berinteraksi," kata Satchit.

Baca juga: Programmer Sekarang Jadi Pekerjaan yang Paling Rentan Digantikan AI

Ia menambahkan, untuk memiliki system thinking, seseorang tidak harus menguasai bahasa pemrograman atau coding secara mendalam.

Sebab, aktivitas coding kini dapat dibantu oleh AI. Sementara itu, manusia berperan dalam memahami sistem, menyusun alur kerja, serta memastikan hasil yang dihasilkan AI sesuai dengan kebutuhan.

2. Domain knowledge

Regional Vice President & Managing Director Southeast Asia Snowflake, Satchit Joglekar,
Selain memahami sistem, talenta juga dituntut memiliki keahlian spesifik di bidang industri tertentu atau domain knowledge.

Satchit mencontohkan, pemahaman di bidang seperti manufaktur, keuangan, atau konstruksi akan menjadi nilai tambah besar jika dikombinasikan dengan AI.

"Di masa depan, bukan hanya soal teknologi. Orang yang memahami industri akan lebih unggul ketika mereka menggunakan AI dalam pekerjaan sehari-hari," ujar Satchit.

Terkait kekhawatiran AI akan menggantikan pekerjaan, Satchit menilai teknologi ini justru akan mengubah peran tenaga kerja, bukan menggantikannya.

Ia mencontohkan, tim data seperti analis dan data engineer tetap dibutuhkan, tetapi fokus pekerjaannya kini bergeser ke pekerjaan yang bernilai lebih tinggi.

"Karyawan seperti analis hingga teknisi tidak lagi hanya mengurus infrastruktur data, tetapi membangun konteks dan logika bisnis agar AI bisa memberikan jawaban yang sesuai," jelas dia.

Baca juga: Ramalan 2028: AI Makin Pintar, Krisis dan Pengangguran Meningkat

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno. Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

Tag:  #skill #penting #dikuasai #biar #digusur #bukan #coding

KOMENTAR