Menkeu hingga Bankir Ketar-ketir dengan AI Mythos Anthropic
Ilustrasi Mythos.(YouTube/TheAIGrid)
07:03
22 April 2026

Menkeu hingga Bankir Ketar-ketir dengan AI Mythos Anthropic

– Sejumlah menteri keuangan (menkeu), bankir, hingga pelaku industri finansial global, dilaporkan mulai khawatir terhadap model kecerdasan buatan (AI) terbaru bernama “Claude Mythos”, yang dikembangkan Anthropic.

Model ini dinilai memiliki kemampuan yang berpotensi mengganggu keamanan sistem keuangan.

Kekhawatiran tersebut mencuat dalam berbagai forum internasional. Bahkan, dilaporkan BBC, Mythos menjadi topik pembahasan utama dalam pertemuan International Monetary Fund (IMF) di Washington DC yang berlangsung pada 13-18 April lalu.

Menteri Keuangan Kanada François-Philippe Champagne menyebut isu ini cukup serius hingga menjadi perhatian para menteri keuangan dunia.

Baca juga: Anthropic Rilis Claude Design, AI Desainer Pesaing Figma dan Adobe

“Ini jelas cukup serius untuk mendapat perhatian semua menteri keuangan,” ujarnya.

“Bedanya, (konflik) Selat Hormuz, kita tahu lokasinya dan ukurannya. Sementara isu dengan Anthropic ini adalah sesuatu yang belum diketahui sepenuhnya,” tambahnya, mencoba menggambarkan urgensi isu ini.

Ia menegaskan perlunya pengamanan dan prosedur untuk memastikan ketahanan sistem keuangan tetap terjaga.

Menurutnya, tantangan utama dari teknologi ini adalah sifatnya yang belum sepenuhnya dipahami.

Berbeda dengan risiko konvensional, kemampuan AI seperti Mythos dinilai menghadirkan ancaman yang belum terpetakan secara jelas.

Apa itu Claude Mythos?

Model Claude Mythos sendiri merupakan bagian dari sistem AI Claude milik Anthropic, yang dikembangkan sebagai pesaing ChatGPT dan Gemini.

Model ini disebut sebagai yang paling mumpuni yang pernah dibuat Anthropic, dengan kemampuan menonjol di bidang keamanan siber.

Mythos disebut bisa menemukan bug lama atau mengeksploitasi celah sistem dengan mudah. Kemampuan tersebut menjadi sumber kekhawatiran utama.

Mythos dilaporkan mampu mengidentifikasi celah keamanan dalam berbagai sistem, bahkan berpotensi melakukan simulasi hingga eksekusi serangan siber secara otomatis dalam skala besar.

Baca juga: Claude Mythos, AI yang Terlalu Berbahaya untuk Dirilis?

Jika disalahgunakan, serangan bisa berlangsung lebih cepat, masif, dan sulit dideteksi dibanding metode konvensional.

Kekhawatiran ini juga memicu respons dari industri keuangan. CEO Barclays CS Venkatakrishnan mengatakan bahwa risiko ini cukup serius dan perlu segera dipahami lebih dalam, termasuk kerentanan yang mungkin terekspos.

Hal senada disampaikan Gubernur Bank of England Andrew Bailey yang menilai perkembangan ini harus ditanggapi dengan sangat serius karena berpotensi meningkatkan risiko kejahatan siber.

Sejauh ini, Anthropic belum merilis Mythos ke publik. Model tersebut hanya diberikan secara terbatas kepada sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Amazon Web Services, CrowdStrike, Microsoft, dan Nvidia untuk pengujian keamanan.

Lembaga UK AI Security Institute yang telah menguji versi awal model ini, menyebut Mythos memang mampu menemukan banyak celah pada sistem dengan perlindungan lemah, meski belum terbukti jauh lebih unggul dibanding model sebelumnya.

Sebagai langkah mitigasi, sejumlah bank besar dan otoritas keuangan telah diberikan akses awal untuk menguji sistem mereka sebelum model ini dirilis secara luas.

Langkah ini diambil untuk memastikan ketahanan sistem terhadap potensi ancaman baru berbasis AI.

Baca juga: AI Claude Mythos Bocor, Saham Perusahaan Cyber Security Rontok

Guncang saham keamanan siber

Kekhawatiran terhadap Claude Mythos juga berdampak pada pasar keuangan, khususnya sektor keamanan siber.

Setelah informasi mengenai kemampuan model ini beredar, kapitalisasi pasar perusahaan keamanan siber dilaporkan menyusut sekitar 14,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 248 triliun) dalam satu hari, dirangkum KompasTekno dari Mashable.

Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran investor bahwa AI generasi baru dapat melemahkan efektivitas sistem keamanan yang ada saat ini, terutama jika mampu mengeksploitasi celah secara otomatis dan dalam skala besar.

Sejumlah saham perusahaan keamanan siber besar tercatat mengalami penurunan signifikan pada Kamis, 27 Maret 2026, saat kabar soal Mythos ini beredar, di antaranya:

  • Saham Palo Alto Networks turun sekitar 6–7,5 persen
  • CrowdStrike melemah sekitar 5–7,2 persen
  • Zscaler anjlok hingga 5–8 persen
  • SentinelOne turun sekitar 8 persen
  • Fortinet turun sekitar 2,4–4,8 persen

Investor menilai, jika AI ofensif berkembang lebih cepat dibandingkan solusi pertahanan, maka model bisnis perusahaan keamanan siber berpotensi terdampak secara signifikan.

Tag:  #menkeu #hingga #bankir #ketar #ketir #dengan #mythos #anthropic

KOMENTAR