Komdigi Setop Sementara Verifikasi IGRS, Buntut Dugaan Kebocoran Data Game
- Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menghentikan sementara proses verifikasi di Indonesia Game Rating System (IGRS).
Hal ini dilakukan setelah adanya dugaan kebocoran data dan materi game yang belum dirilis. Dugaan kebocoran data ini ramai dibicarakan di media sosial.
Menurut Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi Sonny Hendra Sudaryana, Kementerian Komdigi tengah melakukan investigasi dan evaluasi terhadap sistem IGRS.
"Kami memutuskan untuk menunda sementara proses verifikasi IGRS secara keseluruhan," kata Sonny di Ganara Art FX Sudirman, Jakarta, Jumat (17/4/2026), dikutip dari KOMPAS.com.
Sonny melanjutkan, evaluasi ini juga termasuk aspek teknis hingga tata kelola organisasi. Menurut Sonny, Komdigi juga membentuk tim khusus untuk mengusut dugaan kebocoran materi game tersebut.
Baca juga: Mengenal IGRS Komdigi, Sistem Rating Usia Game yang Tengah Jadi Polemik
Dalam proses investigasi ini Komdigi juga melibatkan beberapa pihak, termasuk asosiasi industri dan masyarakat.
"Karena masukan mereka sangat penting untuk memastikan agar kebijakan yang kita buat tidak hanya kuat secara aturan tetapi juga benar-benar bisa diterapkan di lapangan," kata Sonny.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI), Shafiq Husein, mengatakan pihaknya membuka ruang komunikasi lebih luas imbas mencuatnya dugaan kebocoran dalam sistem IGRS.
"Saya dari Asosiasi Game Indonesia juga dengan adanya kejadian ini, kita jadi membuka pintu komunikasi juga supaya sistem ini bisa berjalan dengan baik dan memastikan bahwa regulasi yang dibuat ini juga berpihak terhadap para pelaku industri game Indonesia," ujar Shafiq.
Ia menambahkan, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat saat ini tengah dibenahi secara bertahap bersama para pelaku industri.
"Untuk masalah yang sudah ada di masyarakat sekarang itu juga tentunya kita lagi benerin pelan-pelan dengan para pelaku industri," lanjut Shafiq.
Shafiq berharap, keberadaan IGRS tidak menjadi penghambat pertumbuhan industri game nasional, melainkan justru mendorong kemajuan ekosistem.
Komdigi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan terkait perbaikan sistem IGRS.
Sonny menegaskan bahwa IGRS dibangun untuk kepentingan publik, terutama dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dan kepastian bagi industri gim nasional.
"IGRS ini kita bangun murni demi kepentingan publik. Selama ini kita belum punya standar klasifikasi yang jelas bagi industri game di Indonesia," ujar dia.
Baca juga: Ada Kejanggalan Klasifikasi Usia, Steam Hapus Label Rating IGRS di Sejumlah Game
Diberitakan sebelumnya, muncul laporan beredarnya cuplikan gameplay dari sejumlah game besar yang belum dirilis, termasuk 007: First Light serta Echoes of Aincrad milik Bandai Namco.
Kebocoran tersebut diduga berasal dari celah keamanan dalam sistem IGRS, yang membuat materi privat untuk proses klasifikasi bisa diakses publik.
Tag: #komdigi #setop #sementara #verifikasi #igrs #buntut #dugaan #kebocoran #data #game