90 Persen Kue Iklan Dunia Dikuasai 4 Media Sosial, Ini Daftarnya
Ilustrasi iklan di HP.(Freepik)
15:24
19 April 2026

90 Persen Kue Iklan Dunia Dikuasai 4 Media Sosial, Ini Daftarnya

 - Era siaran iklan tradisional perlahan mulai memasuki masa senja. Dominasi pasar periklanan global kini sepenuhnya disetir oleh platform onlie, dengan media sosial jadi mesin pendorong utamanya.

Fakta pergeseran lanskap periklanan ini dipaparkan oleh Head of Media & Entertainment Omdia, Maria Rua Aguete, dalam sesi presentasi bertajuk "Smarter Screen, Smarter Ads: The New Era of Advertising" di ajang StreamTV Europe yang digelar di Lisbon, pekan ini.

Berdasarkan proyeksi lembaga riset data Omdia, total pendapatan iklan global diramalkan bakal menembus angka 1,6 triliun dollar AS pada tahun 2030 mendatang.

Angka fantastis ini diprediksi akan tercapai dengan asumsi eskalasi perang Iran tidak memberikan dampak guncangan pada pasar.

Dari total kue periklanan raksasa tersebut, porsi iklan online menyedot bagian yang teramat masif, yakni mencapai hampir 1,5 triliun dollar AS (sekitar Rp 25.000 triliun) pada 2030.

Angka ini naik tajam dari posisi 935 miliar dollar AS pada tahun 2025.

Kesenjangan laju pertumbuhannya pun semakin timpang. Pada tahun 2026 ini saja, iklan online diproyeksikan tumbuh pesat di angka 13 persen. Sebaliknya, iklan tradisional harus puas merangkak lambat dengan pertumbuhan yang hanya menyentuh 2 persen.

Baca juga: Rekor Baru, Reels Kini Jadi Ladang Iklan Terbesar Instagram

Media sosial jadi mesin utama

Maria menggarisbawahi bahwa media sosial adalah mesin pertumbuhan absolut di sektor ini. Omdia memprediksi iklan media sosial akan mencetak lonjakan pertumbuhan sebesar 19 persen tahun ini, meninggalkan format iklan online non-sosial yang hanya tumbuh 9 persen.

"Media sosial melampaui indeks rata-rata dalam hal pengeluaran iklan per jam," ujar Maria di hadapan peserta. "Dan sebagian besar pengeluaran ini mengalir ke segelintir pemain kecil (raksasa teknologi)."

Dominasi tersebut dibuktikan lewat papan peringkat pendapatan iklan sosial yang dikuasai secara absolut oleh empat nama besar, yaitu Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok.

Keempat platform ini sukses meraup lebih dari 90 persen total pendapatan iklan media sosial secara global. Pemain lain, seperti LinkedIn, Pinterest, Reddit, hingga X hanya memperebutkan sisa remahannya.

Baca juga: Pembuat Iklan Pop-Up Internet Mengaku Dosa ke Netizen

Lebih mengejutkannya lagi, Meta membuktikan hegemoninya sebagai penguasa tunggal.

Berkat kontribusi Facebook dan Instagram, perusahaan pimpinan Mark Zuckerberg tersebut sendirian melahap 70 persen dari total kue iklan media sosial di seluruh dunia.

Sebuah fakta yang memicu keheranan di ruang presentasi tersebut, seperti dihimpun KompasTekno dari HolywoodReporter.

Televisi konvensional dilibas CTV

Gempuran digital ini turut merombak total lanskap periklanan televisi. Omdia memproyeksikan format iklan video di media sosial akan bertanggung jawab atas 40 persen total pendapatan TV dan video global pada tahun 2030.

Dampak langsungnya, perusahaan penyiaran konvensional terus kehilangan pangsa pasar mereka.

Dalam salah satu prediksinya yang cukup mengejutkan, Maria meramalkan bahwa pendapatan iklan di televisi yang terhubung internet (Connected TV, CTV) akan resmi melampaui pendapatan iklan televisi linear pada dekade 2030-an.

"Dinamika kompetisi periklanan TV telah berubah total," tegasnya.

Ruang periklanan CTV ini juga makin dikuasai oleh pemain teknologi ketimbang perusahaan penyiaran.

Saat ini, Amazon, Netflix, dan Google sudah mengamankan sekitar 20 persen porsi iklan CTV. Omdia memprediksi dominasi tiga perusahaan ini akan menggelembung hingga menguasai 40 persen pendapatan iklan CTV pada tahun 2030.

Sebagai perbandingan, porsi kue iklan bagi pemancar siaran tradisional akan terus menyusut menjadi hanya 25 persen pada tahun 2030. Angka ini anjlok drastis dari 30 persen pada tahun 2025, dan 43 persen pada tahun 2020 silam.

Baca juga: Laporan Ungkap Akal-akalan Induk Facebook Sembunyikan Iklan Penipuan

Sementara itu, para pabrikan pembuat televisi pintar dan operator sistem operasi, seperti Samsung dan Roku diproyeksikan hanya akan mendapat jatah pangsa pasar periklanan yang sangat kecil, yakni di kisaran 10 persen.

Tag:  #persen #iklan #dunia #dikuasai #media #sosial #daftarnya

KOMENTAR