Nightography di Samsung Galaxy S26 Ultra Bikin Video Konser Tetap Terang Meski Low Light
- Merekam video konser (fancam) di kondisi minim cahaya (low light) kerap menjadi tantangan, terutama karena pencahayaan panggung yang berubah-ubah.
Dalam situasi ini, kemampuan kamera untuk menangkap cahaya secara optimal menjadi kunci agar hasil video dan foto yang diambil tetap terlihat jelas dan terang meski direkam di malam hari.
Jurnalis KompasTekno, Galuh Putri Riyanto, mengatakan bahwa kemampuan kamera smartphone saat ini sebenarnya sudah sangat mumpuni untuk merekam konser, asalkan pengguna paham cara memanfaatkan fitur yang tersedia.
Ponsel Nightography
Pada ponsel Samsung Galaxy S26 Ultra, misalnya, perangkat ini mengandalkan fitur bernama Nightography untuk meningkatkan kualitas foto dan video di kondisi low light.
Dalam praktiknya, Nightography adalah cara Samsung dalam merancang hardware maupun software perangkat agar mampu menghasilkan foto atau video yang bagus dalam kondisi cahaya rendah.
Baca juga: 5 Tips Rekam Fancam Konser Biar Apik, Hasil Lebih Stabil dan Tajam
"Karena smartphone itu responsnya cepat, kita nggak perlu banyak gerak, jadi lebih praktis," ujar Galuh.
Berikut sejumlah fitur pada ponsel Galaxy S26 Ultra yang mendukung Nightography saat merekam konser.
1. Pro video dengan kontrol low light
Pengaturan kamera video pada ponsel Samsung Galaxy.Samsung Galaxy S26 Ultra dilengkapi dengan mode Pro, baik untuk foto maupun video. Mode Pro Video memungkinkan pengguna mengatur berbagai parameter kamera secara manusal, seperti ISO, shutter speed, dan fokus.
Dalam konteks merekam video konser, fitur ini berguna untuk menyesuaikan pencahayaan di tengah kondisi panggung yang dinamis.
Galuh sendiri menyarankan penggunaan ISO di kisaran 400 hingga 800 untuk kondisi konser secara umum. Sementara itu, saat menghadapi pencahayaan LED panggung yang lebih terang, ISO dapat diturunkan ke kisaran 100 hingga 400.
Baca juga: KompasTekno dan Samsung Gelar Creator Lab “Concert Mode” dengan Galaxy S26 Ultra
Pengaturan mode Pro ini disebut Galuh bisa membantu kamera menyeimbangkan pencahayaan, sehingga hasil video tetap jernih meski dalam kondisi kontras yang tinggi.
2. Tracking Auto-Focus
Konser identik dengan pergerakan cepat dan pencahayaan yang berubah-ubah. Nah, fitur Tracking Auto-Focus dapat membantu kamera tetap mengunci fokus pada subjek, sekalipun ia banyak bergerak dan berpindah tempat.
Lewat fitur ini, pengguna dapat merekam video konser dengan fokus yang lebih stabil dan konsisten. Dengan fokus yang tetap terkunci, sistem pemrosesan Nightography juga dapat bekerja lebih maksimal dalam mengolah warna, cahaya, dan detail.
3. Zoom-in Mic untuk audio lebih fokus
Selain visual, kualitas audio juga menjadi bagian penting dari fitur Nightography saat merekam video konser.
Galaxy S26 Ultra dilengkapi fitur Zoom-in Mic yang memungkinkan audio dapat lebih fokus ke arah subjek yang direkam.
Semakin dekat zoom ke panggung, suara yang dihasilkan juga akan semakin jelas. Sementara suara penonton di sekitar panggung dapat diminimalisir.
Nightography bantu tangkap deatil di kondisi minim cahaya
Jurnalis KompasTekno, Galuh Putri memberi tips settingan kamera HP untuk konser kepada seorang pengguna dalam acara Creator Lab Epic Concert, ajang kolaborasi antara Samsung dan Kompas.com yang digelar di bilangan Cipete, Jakarta Selatan, pada Selasa (7/4/2026). Kemampuan Nightography di Galaxy S26 Ultra sendiri mendapatkan peningkatan besar-besaran, terutama pada aspek bukaan lensa (aperture),
Kamera utama 200 MP di Galaxy S26 Ultra kini memiliki aperture f/1.4, lebih lebar dibanding generasi sebelumnya yang berada di f/1.7.
Samsung mengeklaim bukaan ini memungkinkan sensor menangkap hingga sekitar 47 persen lebih banyak cahaya. Semakin besar bukaan lensa, maka semakin banyak cahaya yang masuk ke sensor.
Adapun bukaan lensa ini bisa diibaratkan sebagai jendela yang dibuka lebih lebar, di mana dalam kondisi ini ruangan akan menerima lebih banyak cahaya.
Baca juga: 2 Fitur Ini Jadi Andalan Kreator Konten Vonzy Main Game di Samsung Galaxy S26 Ultra
Nah, dalam konteks kamera, hal ini membuat hasil foto dan video malam terlihat lebih terang sekaligus membantu menekan noise.
Peningkatan juga hadir pada kamera periskop telefoto 50 MP. Aperture-nya kini berada di angka f/2.9, lebih lebar dibanding pendahulunya yang memiliki aperture f/3.4.
Samsung menyebut peningkatan ini memungkinkan kamera tersebut menangkap sekitar 37 persen lebih banyak cahaya.
Dengan asupan cahaya yang lebih besar, kualitas foto malam, termasuk saat menggunakan zoom, diklaim menjadi lebih terang dan detail.
Selain bukaan lensa kamera, Samsung juga meningkatkan aspek pemrosesan gambar melalui chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy yang digunakan di Galaxy S26 Ultra.
Chipset ini dibekali image signal processor (ISP) berbasis kecerdasan buatan (AI). ISP tersebut diklaim mampu menganalisis elemen dalam gambar secara terpisah, seperti wajah, latar belakang, dan objek lainnya.
Workshop Creator Lab
Workshop Creator Lab bertema “Concert Mode with Galaxy S26 Ultra” ini merupakan bagian dari kolaborasi KompasTekno dengan Samsung Indonesia, dalam rangka memperkenalkan kemampuan ponsel Galaxy S26 Ultra.
Workshop ini dirancang sebagai ajang promosi sekaligus edukasi, yang menyoroti berbagai fitur kamera dan video pada perangkat tersebut untuk mendukung kebutuhan pembuatan konten di situasi konser, seperti kondisi cahaya rendah, pergerakan cepat, hingga kebutuhan zoom jarak jauh.
Samsung juga menonjolkan fitur Nightography untuk pengambilan gambar di kondisi minim cahaya, serta fitur horizontal lock yang membantu menjaga stabilitas dan orientasi video agar tetap sejajar saat merekam di tengah keramaian konser.
Tag: #nightography #samsung #galaxy #ultra #bikin #video #konser #tetap #terang #meski #light