Meta PHK Lagi, Pergeseran Fokus ke AI Tuai Sorotan
- Meta kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Amerika Serikat. Kali ini, perusahaan induk Facebook dan Instagram itu memangkas sekitar 200 karyawan di kawasan Silicon Valley, California.
Berdasarkan dokumen yang diajukan ke otoritas ketenagakerjaan California, sebanyak 124 posisi di Burlingame dan 74 posisi di Sunnyvale akan dihapus. Pengurangan tenaga kerja ini dijadwalkan mulai berlaku pada akhir Mei 2026.
Langkah tersebut menambah panjang daftar efisiensi yang dilakukan Meta dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya, pada akhir Maret 2026, Meta juga melakukan PHK yang memengaruhi sejumlah tim, mulai dari rekrutmen, penjualan, operasional, hingga divisi Reality Labs.
Bahkan, pada Januari 2026, Meta lebih dulu memangkas lebih dari 1.000 karyawan atau sekitar 10 persen dari total tenaga kerja di Reality Labs.
Baca juga: Gelombang PHK Meta Berlanjut, Kini 200 Karyawan Dipecat
Gelombang efisiensi berlanjut
Meski demikian, tidak semua karyawan terdampak langsung kehilangan peluang di perusahaan. Sejumlah pegawai disebut masih ditawari posisi lain di internal Meta, walau sebagian harus bersedia pindah lokasi kerja.
Reuters sebelumnya juga sempat melaporkan bahwa Meta berpotensi melakukan PHK lebih besar, bahkan hingga 20 persen dari total tenaga kerjanya.
Jika benar terjadi, angka itu akan menjadi salah satu pemangkasan terbesar sejak gelombang PHK 2022–2023, ketika Meta mengurangi sekitar 11.000 pegawai atau 13 persen dari total karyawan.
Di tengah gelombang efisiensi itu, Meta justru masih membuka lowongan untuk sejumlah posisi strategis. Per akhir 2025, jumlah karyawan perusahaan ini tercatat sekitar 79.000 orang, naik sekitar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Situasi ini menunjukkan bahwa Meta bukan sekadar memangkas tenaga kerja, melainkan juga sedang mengubah prioritas bisnis dan kebutuhan talenta di dalam perusahaan.
AI jadi prioritas utama
Perubahan arah itu terlihat jelas dari fokus besar Meta pada kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
CEO Meta Mark Zuckerberg sebelumnya menyebut bahwa 2026 akan menjadi tahun ketika AI mulai mengubah cara kerja secara drastis. Menurut dia, pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan tim besar kini bisa dijalankan oleh lebih sedikit orang dengan dukungan AI.
Pernyataan tersebut memperkuat dugaan bahwa restrukturisasi di Meta tidak lepas dari upaya perusahaan meningkatkan efisiensi lewat otomatisasi dan teknologi AI.
Di saat jumlah tenaga kerja di beberapa divisi dikurangi, Meta justru meningkatkan investasi untuk membangun infrastruktur AI, seperti server dan pusat data.
Belanja modal perusahaan pada 2026 diproyeksikan mencapai 115 miliar hingga 135 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 1.958 triliun hingga Rp 2.298 triliun.
Rekrut talenta baru di tengah PHK
Tak hanya itu, biaya operasional Meta juga diperkirakan meningkat sekitar 40 persen. Salah satu penyebabnya adalah kenaikan gaji untuk tenaga teknis, terutama mereka yang memiliki keahlian di bidang AI. Sejak 2024, Meta memang agresif merekrut talenta AI.
Salah satu nama yang bergabung adalah Alexander Wang, yang ditunjuk sebagai chief AI officer untuk memimpin Meta Superintelligence Labs.
Meta sendiri menyebut PHK ini sebagai bagian dari restrukturisasi rutin perusahaan. Menurut juru bicara Meta, langkah tersebut dilakukan agar perusahaan tetap berada dalam posisi terbaik untuk mencapai target bisnisnya.
Pihak Meta juga mengaku akan mencari peluang lain bagi karyawan yang posisinya terdampak, jika memungkinkan.
Gelombang PHK terbaru ini pun kembali menyoroti arah baru Meta. Di satu sisi, perusahaan masih terus menekan biaya lewat pengurangan tenaga kerja.
Namun di sisi lain, Meta tampak semakin serius menjadikan AI sebagai fondasi utama bisnisnya ke depan.
Baca juga: Oracle PHK 30.000 Karyawan, Email Pemecatan Dikirim Pukul 05.00 Pagi
Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.
Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.