Meta Rilis Muse Spark, Model AI Pertama Buatan Tim Khusus
CEO Meta, Mark Zuckerberg mengumumkan model berbasis kecerdasan buatan (AI/artificial intelligence) terbarunya yang diberi nama Muse Spark.(Meta)
08:03
9 April 2026

Meta Rilis Muse Spark, Model AI Pertama Buatan Tim Khusus

- CEO Meta Mark Zuckerberg mengumumkan kehadiran model kecerdasan buatan (AI) pertama perusahaan, yakni Muse Spark.

Model ini menjadi produk perdana dari Meta Superintelligence Labs, tim khusus yang memang disiapkan untuk mengembangkan AI, termasuk mengejar ketertinggalan dari kompetitor.

Dalam unggahan di akun Facebook-nya, Zuckerberg menyampaikan bahwa Muse Spark kini sudah tersedia dan mendukung versi terbaru Meta AI. Pengguna dapat mengaksesnya secara online melalui meta.ai maupun aplikasi Meta AI.

“Hari ini, kami berbagi pencapaian pertama kami, Muse, model keluarga terbaru kami. Spark, menjadi model pertama di keluarga Muse, yang bisa kalian coba hari ini,” tulis pria yang akrab disapa Zuck itu, Rabu (8/4/2026) waktu Amerika Serikat.

Meta juga menyebut Muse Spark merupakan langkah awal dalam pengembangan AI mereka ke depan.

Muse Spark dirancang untuk membantu kebutuhan sehari-hari pengguna, seperti pemahaman visual, kesehatan, belanja, hingga konten media sosial.

Ke depannya, Meta menargetkan pengembangan AI yang tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga dapat bertindak sebagai agen yang melakukan berbagai tugas untuk pengguna.

“Muse Spark adalah model penalaran multimodal bawaan dengan dukungan penggunaan alat, rantai pemikiran visual, dan multi-agen. Ini menjadi langkah pertama dalam tangga skalabilitas kami dan produk pertama dari perombakan total AI kami,” ungkap Meta dalam situs resminya.

Baca juga: Meta AI Kini Jadi Aplikasi Mandiri, Lebih dari Sekadar Chatbot AI

Ilustrasi tampilan mengakses model baru Muse Spark di chatbot MetaAIEngadget Ilustrasi tampilan mengakses model baru Muse Spark di chatbot MetaAI

Model ini juga menjadi tonggak penting dari ambisi besar Meta dalam membangun “kecerdasan super pribadi” (personal superintelligence).

Konsep ini pertama kali diungkap Zuckerberg pada Juli 2025, dengan tujuan menghadirkan AI yang membantu individu mencapai tujuan mereka, bukan dikendalikan secara terpusat.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Mashables, Meta juga menyiapkan model AI dalam jajaran keluarga Muse series dengan model open-source yang bisa diakses oleh publik.

Performa Muse Spark

Meta juga merilis hasil uji Muse Spark pada sejumlah benchmark populer seperti Humanity’s Last Exam (HLE), ARC AGI 2, dan GPQA Diamond.

Hasilnya beragam, dalam sejumlah aspek Muse Spark bisa melampaui model AI lain seperti Claude Opus, Gemini, GPT, dan Grok. Meski begitu, hasil ini belum diverifikasi secara independen.

Skor pengujian Muse Spark milik Meta dengan beberapa model penalaran kompetitor lainnya, seperti ChatGPT, Claude, Gemini, hingga GrokMeta Skor pengujian Muse Spark milik Meta dengan beberapa model penalaran kompetitor lainnya, seperti ChatGPT, Claude, Gemini, hingga Grok

Untuk beberapa kondisi, Muse Spark unggul di beberapa aspek, seperti pembelakaran soal pemahaman. Angkanya cukup tinggi dibanding beberapa model lainnya.

Namun, ketika pengujian pemahaman visual multimoda, skornya masih kalah dibandingkan dengan GPT 5.4.

Pengujian lainnya juga diklaim bahwa Muse Spark bisa bersaing dengan model Gemini Deep Think dan GPT Pro untuk tes penalaran.

Untuk bersaing dengan model penalaran yang lain, Meta juga memperkenalkan mode “Contemplating” untuk Muse Spark yang dapat mengatur beberapa agen dalam melakukan penalaran secara paralel.

Baca juga: Microsoft: Copilot AI Hanya untuk Hiburan, Jangan untuk Hal Penting

 

Cara akses Muse Spark

Muse Spark kini sudah tersedia secara online. Pengguna yang tertarik ingin mengakses model AI ini bisa mengunjungi situs meta.ai via desktop.

Sementara itu, pengguna mobile bisa mengakses model AI teranyar ini via aplikasu MetaAI. Meta juga membuka kesempatan kepada pengguna terpilih untuk dapat mengakses prantinjau API pribadi di Muse Spark.

Kendati begitu, masih ada keterbatasan dalam mengakses sejumlah model AI. Meta mengungkapkan bahwa model kecerdasan Muse Spark akan dirilis secara bertahap, tetapi tidak diumbar jadwal peluncurannya.

Dari pantauan KompasTekno, situs meta.ai menawarkan tampilan chatbot yang serupa dengan ChatGPT, Claude, dan Gemini. Bedanya, pengguna harus login untuk bisa berinteraksi dengan chatbot.

Pengguna yang tidak login memiliki keterbatasan akses, dan tidak dapat memilih model AI sesuai dengan konteks pertanyaan yang diajukan.

Tag:  #meta #rilis #muse #spark #model #pertama #buatan #khusus

KOMENTAR