Programmer Sekarang Jadi Pekerjaan yang Paling Rentan Digantikan AI
Ilustrasi pekerjaan atau profesi terdampak AI.(Ilustrasi dibuat dengan AI.)
19:09
8 April 2026

Programmer Sekarang Jadi Pekerjaan yang Paling Rentan Digantikan AI

 - Salah satu ancaman dari kecanggihan teknologi Artificial Intelligence (AI) adalah pekerjaan manusia akan digantikan mesin. Ancaman ini sekarang sudah terasa pada profesi programmer. Pekerjaan ini jadi yang paling rentan digantikan AI.

Tugas-tugas programmer seperti coding, membuat update, dan mengelola software, kini mulai banyak diambil alih secara otomatis oleh AI.

Baca juga: 15 Pekerjaan Ini Terancam Punah pada 2030, Digantikan AI

Setidaknya demikian hasil riset dari para peneliti Anthropic, perusahaan teknologi yang mengembangkan model AI generatif Claude, dalam laporan berjudul "Labor Market Impacts of AI: A New Measure and Early Evidence".

Dalam laporan tersebut, para peneliti mengidentifikasi potensi tugas apa saja yang bisa diotomatisasi AI. Selain itu, mereka juga membandingkan potensi itu dengan data riil pemakaian chatbot Claude oleh para profesional di dunia kerja saat ini.

Anthropic menyimpulkan kalau adopsi AI di dunia kerja nyatanya masih sangat jauh dari batas kemampuannya. Kemudian, laporan ini juga memetakan secara jelas profesi apa saja yang kini mulai "dijajah" AI dan mana yang masih tahan terhadap ancaman.

10 profesi yang terancam digantikan AI

Secara umum, dalam laporan Anthropic, profesi-profesi yang terancam digantikan AI adalah pekerjaan digital yang berkutat di depan layar. Salah satunya programmer yang menduduki peringkat teratas, berikut daftar lengkapnya.

  • Programmer (74,5%): Posisi teratas ditempati oleh para programer. Mayoritas tugas mereka, coding, membuat update, dan mengelola software, kini mulai banyak diambil alih secara otomatis oleh AI.
  • Customer service (70,1%): Interaksi dengan pelanggan, memproses pesanan, hingga menangani komplain, kini pelan-pelan mulai digantikan oleh chatbot AI.
  • Data entry (67,1%): Pekerjaan repetitif seperti membaca dokumen sumber dan memasukkan datanya ke dalam sistem adalah "makanan empuk" buat AI.
  • Spesialis rekam medis (66,7%): Mengompilasi, menyarikan, dan mengodekan data pasien kini masuk ke dalam tugas yang makin mudah diotomatisasi.
  • Analis riset pasar dan pemasaran (64,8%): Tugas menyusun laporan, membuat grafik ilustrasi data, sampai menerjemahkan temuan riset rumit ke dalam teks tertulis kini sudah sangat lumrah dikerjakan mesin.
  • Sales/tenaga penjualan grosir dan manufaktur (62,8%): Rutinitas menghubungi pelanggan untuk mendemonstrasikan produk dan meminta pesanan ternyata punya tingkat paparan AI yang cukup tinggi.
  • Analis keuangan dan investasi (57,2%): Menganalisis informasi keuangan untuk memproyeksi kondisi bisnis, industri, atau ekonomi demi keputusan investasi kini bisa dieksekusi dengan cepat oleh LLM AI.
  • Software QA/penguji perangkat lunak (51,9%): Pekerjaan memodifikasi software untuk memperbaiki bug atau meningkatkan performa rupanya mulai banyak didelegasikan ke AI.
  • Analis keamanan informasi (48,6%): Melakukan penilaian risiko siber dan menguji keamanan pemrosesan data. Tugas krusial ini ternyata tak luput dari tren otomasi.
  • Spesialis support komputer (46,8%): Menjawab pertanyaan pengguna terkait pengoperasian software atau hardware demi menyelesaikan masalah teknis kini makin sering ditangani oleh agen AI.

Baca juga: Ramalan 2028: AI Makin Pintar, Krisis dan Pengangguran Meningkat

Daftar profesi yang susah digantikan AI

Anthropic mencatat ada sekitar 30 persen pekerja di Amerika Serikat yang menduduki level paparan AI "nol persen". Secara umum, pekerjaan itu membutuhkan interaksi sosial langsung sehingga susah digantikan oleh mesin, berikut daftarnya.

  • Guru dan tenaga pendidik: AI sekarang memang sudah bisa diandalkan untuk menilai PR atau tugas siswa. Namun, untuk urusan mengelola ruang kelas secara langsung, pekerjaan ini murni ranah manusia yang belum bisa disentuh mesin.
  • Perawat dan praktisi kesehatan: Profesi perawat terdaftar memiliki tingkat paparan AI yang sangat minim pada kuadran proyeksi lapangan kerja.
  • Pekerja lapangan dan kasar: Ini termasuk pekerja sektor pertanian (memangkas pohon, mengoperasikan traktor mesin) , mekanik sepeda motor , koki dan tukang cuci piring, penjaga pantai, bartender , hingga penjaga ruang ganti baju.
  • Pengacara litigasi: Pekerjaan legal spesifik yang mengharuskan perwakilan klien secara lisan di ruang sidang pengadilan juga masih jauh dari jangkauan otomasi AI.

Pekerjaan gaji tinggi belum tentu tak tergantikan AI

Satu fakta menarik dari laporan ini adalah pekerja yang paling rawan tergusur AI ternyata justru berasal dari kalangan profesional berpendidikan tinggi dan bergaji besar.

Data menunjukkan bahwa pekerja yang sangat terpapar AI didominasi oleh lulusan sarjana (37,1 persen) dan pascasarjana (17,4 persen).

Rata-rata gaji mereka (32,69 dollar AS/jam) juga jauh lebih tinggi ketimbang pekerja yang tidak terpapar AI sama sekali (22,23 dollar AS/jam).

Meski daftar di atas terlihat meresahkan, ada kabar baik dari riset ini. Sampai laporan tersebut dirilis, Anthropic sama sekali tidak menemukan adanya lonjakan angka pengangguran yang masif, bahkan di kalangan profesi yang paling rentan sekalipun.

Jadi, ancaman PHK massal gara-gara AI tampaknya belum akan menjadi realitas dalam waktu dekat.

Baca juga: Saat AI Claude Bantu Matematikawan Menyelesaikan Soal Sulit…

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno. Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

Tag:  #programmer #sekarang #jadi #pekerjaan #yang #paling #rentan #digantikan

KOMENTAR