Google Rilis Gemma 4, Model AI ''Terbuka'' dengan Dukungan 140 Bahasa
Google resmi merilis model kecerdasan buatan (AI) terbaru bernama Gemma 4. Berbeda dari sebagian produk AI sebelumnya, model ini dirilis sebagai model open-weight (lebih terbuka) dengan lisensi Apache 2.0. (YouTube/ Sam Witteveen)
14:09
4 April 2026

Google Rilis Gemma 4, Model AI ''Terbuka'' dengan Dukungan 140 Bahasa

- Google resmi merilis model kecerdasan buatan (AI) terbaru bernama Gemma 4. Berbeda dari sebagian produk AI sebelumnya, model ini dirilis sebagai model open-weight (lebih terbuka) dengan lisensi Apache 2.0.

Ini memungkinkan siapa saja untuk menggunakan, memodifikasi, dan mengembangkannya secara bebas. Developer dan perusahaan pun dapat menggunakannya tanpa banyak batasan, termasuk untuk kebutuhan bisnis.

Langkah ini terbilang menarik karena dilakukan di saat sejumlah perusahaan AI asal China, termasuk Alibaba dengan model Qwen terbarunya, mulai membatasi akses terbuka pada model mereka.

Perusahaan raksasa yang bermarkas di Mountain View, California ini justru mengambil arah sebaliknya. Google justru membuka akses ke model Gemma 4 yang disebut sebagai salah satu yang paling canggih di lini ini, sekaligus mengadopsi teknologi dari riset Gemini.

Baca juga: Google Rilis Veo 3.1 Lite, Model AI Versi Hemat untuk Pengembang

Sebagai “otak AI”, Gemma 4 bisa membantu berbagai hal, mulai dari menjawab pertanyaan, membuat tulisan, memahami gambar, hingga membantu coding.

Lewat posting di blog resminya, Google menghadirkan Gemma 4 dalam empat versi, mulai dari model ringan hingga model berperforma tinggi.

Perbedaan antar versi ini terletak pada jumlah “parameter” atau bisa dibilang jumlah “pengetahuan” yang dimiliki AI. Semakin besar angkanya, biasanya AI akan semakin pintar, tetapi juga butuh perangkat yang lebih kuat untuk menjalankannya.

Untuk perangkat seperti smartphone dan perangkat edge, tersedia model dengan 2 miliar dan 4 miliar parameter.

Sementara untuk kebutuhan komputasi yang lebih berat, tersedia model 26 miliar parameter dengan arsitektur mixture of experts serta model 31 miliar parameter berbasis dense.

Google mengeklaim sang penerus Gemma 3 ini lebih efisien. Artinya, meskipun ukurannya tidak sebesar model lain, kemampuannya tetap tinggi. Bahkan, dalam beberapa pengujian, performanya diklaim bisa menyaingi model AI yang jauh lebih besar.

Bicara soal kemampuan, Gemma 4 sudah mendukung multimodal. Jadi, AI ini mampu memproses teks, gambar, dan video, serta pada varian tertentu juga mendukung input audio.

Kemampuan ini membuatnya cocok untuk berbagai use case, seperti pengolahan dokumen, pengenalan gambar, hingga asisten berbasis suara.

Fitur lain yang menarik adalah kemampuan untuk menjalankan pemrograman secara offline. Artinya, pengguna dapat melakukan coding dengan bantuan AI tanpa harus terhubung ke internet.

Gemma 4 juga telah dilatih dengan lebih dari 140 bahasa, sehingga memperluas jangkauan penggunaannya secara global.

Selengkapnya, Google merinci ini kemampuan utama Gemma 4:

  • Kemampuan berpikir lebih kompleks. Gemma 4 mampu melakukan penalaran bertahap dan memahami instruksi yang lebih rumit, terutama dalam soal matematika dan logika.
  • Bisa jadi “asisten otomatis”. Model ini mendukung fitur seperti function calling dan output terstruktur, sehingga bisa digunakan untuk membuat AI yang menjalankan tugas secara otomatis, misalnya terhubung ke aplikasi atau API.
  • Bisa bantu coding tanpa internet. Gemma 4 dapat digunakan untuk menulis kode secara offline, sehingga cocok dijadikan asisten coding di laptop atau komputer tanpa harus selalu online.
  • Paham gambar, video, dan suara. Model ini tidak hanya membaca teks, tetapi juga bisa memahami gambar dan video. Untuk versi tertentu, AI juga bisa mengenali dan memahami suara.
  • Bisa membaca teks sangat panjang. Gemma 4 mampu memproses dokumen panjang sekaligus, bahkan hingga ratusan ribu kata dalam satu input.
  • Mendukung lebih dari 140 bahasa. AI ini dilatih dengan banyak bahasa, sehingga bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan global, termasuk aplikasi multibahasa.

Benchmark Gemma 4

Hasil benchmark Gemma 4.Google Hasil benchmark Gemma 4.

Google juga pamer kepintaran Gemma 4. Salah satu tes yang digunakan adalah AIME, ujian matematika tingkat lanjut yang menguji kemampuan logika dan penalaran.

Di tes AIME ini, model terbesar Gemma 4 mencatat skor 89,2 persen, jauh meningkat dibanding generasi sebelumnya yang hanya sekitar 20 persen.

Baca juga: 10 Profesi yang Masih Aman di Tengah Gempuran AI

Selain itu ada juga LiveCodeBench, yaitu tes untuk mengukur kemampuan AI dalam coding atau menulis program. Di benchmark ini, Gemma 4 mencatat skor 80 persen, sedangkan versi sebelumnya hanya sekitar 29 persen.

Varian lain dari Gemma 4, termasuk model yang lebih ringan, juga menunjukkan performa yang cukup tinggi. Artinya, meski ukurannya lebih kecil, kemampuannya tetap kompetitif.

Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan Gemma 4 mengalami peningkatan besar, baik dalam kemampuan berpikir logis maupun coding.

Gemma 4 sudah tersedia di berbagai platform seperti Hugging Face, Kaggle, dan Ollama, serta dapat diakses melalui layanan AI milik Google.

Tag:  #google #rilis #gemma #model #terbuka #dengan #dukungan #bahasa

KOMENTAR