Iran Ancam Serang Kantor Google, Microsoft, hingga Apple
Apple Store yang berlokasi di The Dubai Mall, dekat dekat gedung pencakar langit Burj Khalifa yang terkenal dan kerap menjadi salah satu spot turis asing(Apple)
10:33
1 April 2026

Iran Ancam Serang Kantor Google, Microsoft, hingga Apple

- Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan akan menargetkan sejumlah perusahaan teknologi besar asal Amerika Serikat (AS) yang beroperasi di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis media militer Iran, Sepah News, IRGC menyebut sedikitnya 18 perusahaan yang dituduh terlibat dalam perencanaan dan pelacakan target serangan militer AS di tengah konflik yang sedang berlangsung.

Beberapa raksasa teknologi yang masuk dalam daftar tersebut antara lain Apple, Microsoft, Google, Meta, Nvidia, Oracle, Tesla, HP, Intel, Cisco, Boeing, hingga IBM.

Baca juga: Iran-AS Panas, Infrastruktur AI Global Ikut Cemas

Selain itu, IRGC juga menyantumkan perusahaan kecerdasan buatan asal Uni Emirat Arab, G42 (Group 42 Holding Ltd), sebagai satu-satunya entitas non-AS dalam daftar tersebut. Adapun G42 merupakan konsorsium perusahaan AI asal Uni Emirat Arab.

IRGC menyatakan bahwa serangan akan dimulai pada Rabu (1/4/2026) malam pukul 20.00 waktu Teheran, Iran.

"Perusahaan-perusahaan (teknologi asaal AS) ini harus bersiap menghadapi penghancuran unit-unit mereka masing-masing, sebagai balasan atas setiap aksi teror di Iran," tulis IRGC.

IRGC mengimbau para karyawan perusahaan-perusahaan tersebut untuk segera meninggalkan tempat kerja demi keselamatan.

"Warga yang berada dalam radius satu kilometer dari perusahaan-perusahaan ‘teroris’ ini di seluruh negara di kawasan Timur Tengah juga diimbau untuk mengungsi dan berpindah ke lokasi yang aman,” tambah IRGC.

Adapun target IRGC di sini adalah kantor dan properti atau bangunan dan aset yang menjadi perusahaan-perusahaan teknologi AS yang disebutkan di atas.

Bukan yang pertama kali

Ancaman ini bukan yang pertama kali dilontarkan Iran terhadap perusahaan teknologi AS.

Pada awal Maret lalu, serangan drone Iran dilaporkan menghantam dan merusak beberapa pusat data milik Amazon di Uni Emirat Arab dan Bahrain.

Insiden tersebut menandai meningkatnya risiko terhadap infrastruktur teknologi di kawasan Timur Tengah, terutama yang berkaitan dengan pusat data dan layanan komputasi awan.

Selain itu, ancaman ini juga memicu kekhawatiran terhadap keberlanjutan investasi teknologi, khususnya di sektor kecerdasan buatan (AI), di Timur Tengah.

Baca juga: Iran Ancam Nvidia, Google, dan Microsoft di Tengah Konflik Timur Tengah

Dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara seperti Uni Emirat Arab dan Arab Saudi diketahui tengah gencar menarik investasi besar di bidang AI.

Kawasan ini bahkan digadang-gadang menjadi salah satu fokus utama dalam persaingan teknologi global, termasuk antara AS dan China.

Namun, dengan meningkatnya ancaman terhadap perusahaan teknologi dan infrastrukturnya, para pelaku industri konon mulai mempertimbangkan ulang risiko operasional dan keamanan di wilayah tersebut.

Situasi ini kabarnya juga berpotensi mengganggu ambisi Timur Tengah untuk menjadi pusat pengembangan AI global dalam waktu dekat, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari TheHill.

Tag:  #iran #ancam #serang #kantor #google #microsoft #hingga #apple

KOMENTAR