Microsoft Bakal Investasi Hampir Rp 17 Triliun di Negara Tetangga Indonesia
ilustrasi logo microsoft(KOMPAS.com/BILL CLINTEN)
05:06
1 April 2026

Microsoft Bakal Investasi Hampir Rp 17 Triliun di Negara Tetangga Indonesia

- Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Microsoft, resmi mengumumkan rencana investasi besar-besaran di Thailand pada Selasa (31/3/2026). 

Perusahaan rintisan Bill Gates ini berkomitmen mengucurkan dana lebih dari 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 16,9 triliun dalam dua tahun ke depan.

Investasi tersebut akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur serta operasional pusat data (cloud) dan kecerdasan buatan (AI). 

Langkah ini diambil guna merespons lonjakan permintaan layanan digital yang kian masif di kawasan Asia Tenggara.

Baca juga: Dampak Perang Iran, Sopir Mobil Jenazah Thailand Tunjukkan Mayat demi Beli Solar

Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menyambut baik komitmen tersebut usai bertemu dengan Presiden Microsoft, Brad Smith. 

Ia menilai, kehadiran Microsoft merupakan bukti nyata kepercayaan dunia internasional terhadap potensi ekonomi Negeri Gajah Putih.

"Ambisi kami adalah agar Thailand tumbuh sebagai kekuatan pendorong regional dalam ekonomi digital dan AI Asia," ujar Anutin dalam pernyataan resminya, dikutip dari AFP.

Baca juga: PM Anutin Umumkan Kabinet Baru Thailand, Apa Bedanya dengan Kabinet Lama?

Ramai-ramai berebut pasar Asia Tenggara

Investasi Microsoft ini menambah panjang daftar raksasa teknologi yang berebut pasar di Asia Tenggara. 

Fasilitas pusat data kini menjadi komponen vital, mengingat fungsinya sebagai tulang punggung penyimpanan data daring sekaligus pendukung perangkat AI, mulai dari chatbot hingga generator gambar.

Sebelum Microsoft, Google telah lebih dulu meluncurkan "wilayah cloud" baru di Bangkok pada Januari lalu. 

Baca juga: Nasib 23 ABK Thailand yang Diserang di Selat Hormuz, 3 Awak Terjebak

Google memproyeksikan kehadiran pusat datanya akan memberikan kontribusi ekonomi bagi Thailand hingga lebih dari 40 miliar dollar AS dalam kurun waktu lima tahun.

Singapura yang sangat terhubung telah lama menjadi pusat data di Asia Tenggara.

Namun, negara itu menghentikan pengembangan antara tahun 2019 dan 2022 karena kekhawatiran tentang energi, air, dan penggunaan lahan.

Hal itu, bersamaan dengan ledakan minat terhadap AI setelah debut ChatGPT, menyebabkan lonjakan pusat data di Malaysia, dan semakin banyak juga di Thailand, Indonesia, Filipina, dan Vietnam.

Tag:  #microsoft #bakal #investasi #hampir #triliun #negara #tetangga #indonesia

KOMENTAR