50 Aplikasi AI Paling Laris Digunakan, ChatGPT Mendominasi
- Teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sudah menjadi sesuatu yang sangat melekat di kehidupan sehari-hari. Meski baru dirilis beberapa tahun belakangan, kemampuannya sudah meroket signifikan.
Tingginya minat dan kebutuhan pengguna akan fitur ini membuat berbagai macam perusahaan teknologi berlomba-lomba menawarkan fitur AI ke dalam platformnya.
Merujuk pada laporan A16z, perusahaan software yang berfokus pada teknologi AI dan blockchain, ada berbagai macam aplikasi berbasis mobile ataupun PC yang kini mulai merambah ke fitur berbasis AI.
Misalnya Capcut yang kini dapat menghapus latar belakang video, efek, teks otomatis berbasis AI untuk mempermudah proses edit video.
Baca juga: Sering Pakai AI Bikin “Brain Fry”, Apa Itu?
Ada pula Notion yang kini menawarkan paket langganan berbasis AI untuk memudahkan pengorganisasian tugas di platform.
Contoh lainnya, Canva, PicsArt, Freepik, hingga Gramarly yang menawarkan fitur AI serupa untuk meningkatkan produktivitas pengguna dalam membuat desain, ilustrasi, hingga pengecekan struktur kalimat yang lebih interaktif.
Berikut adalah daftar 50 tools/aplikasi paling laris yang banyak digunakan pengguna secara global. Daftar aplikasi ini terdiri dari dua kategori sama banyak, yakni aplikasi yang berbasis web dan mobile (Android/iOS).
Daftar 50 aplikasi AI paling laris di website
- ChatGPT
- Gemini
- Canva
- DeepSeek
- Grok AI
- Claude
- Character.ai
- Perpelxity
- Notion
- Google AI Studio
- Freepik
- Doubao
- JanitorAI
- Quark
- Suno
- Removebg
- Capcut
- Grammarly
- SpicyChat.ai
- QuillBot
- Lovable
- PolyBuzz
- Ourdream.ai
- Kimi
- Google Labs
- Qwen
- TurboScribe
- GAMMA
- ElevenLabs
- NotebookLM
- Arena
- Seaart.ai
- Hugging Face
- Crushon AI
- Meta AI
- Candy.ai
- Photoroom
- Pixelcut
- Adot
- Higgsfield
- Cursor
- CivitAi
- Midjourney
- Manus
- KlingAI
- VEED
- Genspark
- GigaChat
- Poe
- Cutout.pro
Daftar 50 tools AI yang paling banyak diakses via web versi A16z.
Daftar 50 aplikasi AI paling laris di mobile
- ChatGPT
- CapCut
- Gemini
- Canva
- AI Gallery
- Picsart
- Doubao
- Microsoft Edge
- Meituan
- Yandex
- Remini
- DeepSeek
- Cici
- Perplexity
- Adobe Lightroom
- Baidu AI Search
- Grok
- VN
- Edits (Instagram)
- MetaAI
- Meitu
- Copilot
- Hypic
- Seekee
- Notion
- Photomath
- Gauth
- Learna AI
- Wink
- Facemoji
- Character.ai
- Microsoft Bing
- FaceApp
- NOVA
- YouCut
- Polish
- B612
- Photoroom
- PixVerse
- HiTranslate
- BeautyCam
- Papago
- Brainly
- PolyBuzz
- AI Mirror
- MIVI
- Snow
- VivaCut
- Beauty Plus
Daftar 50 aplikasi AI paling banyak diakses via mobile.
ChatGPT mendominasi
ChatGPT, Gemini, CupCat, dan Canva mendominasi dua kategori daftar tools AI paling laris, baik di web maupun di mobile.
Bahkan, ChatGPT menjadi chatbot AI yang paling banyak digunakan di kedua kategori, mengungguli kompetitor lainnya, seperti Gemini, DeepSeek, Claude, Grok, dan Perplexity.
Berdasarkan laporan laporan A16z, penggunaan ChatGPT 2,7 kali lebih besar dibanding Gemini di urutan kedua, diukur dari trafik bulanan di web.
Sementara untuk mobile, penggunaan ChatGPT 2,5 kali lebih besar dibanding Gemini, diukur dari jumlah pengguna aktif bulanan.
Baca juga: Menko PMK Pratikno: Siswa SD-SMA Tak Boleh Pakai AI ChatGPT dkk
ChatGPT mencatat pertumbuhan pengguna aktif mingguan sebanyak 500 juta orang dalam setahun terakhir, sehingga totalnya mencapai 900 juta pengguna saat ini.
Saat ini, lebih dari 10 persen populasi dunia menggunakan ChatGPT setiap minggu. Kendati demikian, dominasi ChatGPT mulai mendapat tantangan.
Gemini dan Claude dari Anthropic disebut mengalami percepatan pertumbuhan pelanggan berbayar, terutama di Amerika Serikat setahun terakhir.
Hingga Januari 2026, Claude mencatat pertumbuhan pelanggan berbayar lebih dari 200 persen secara tahunan (YoY), sementara Gemini tumbuh 258 persen.
Tren "cancel" ChatGPT di AS untungkan Claude
ChatGPT kemungkinan akan masih tertekan dengan pertumbuhan Claude. Sebab, saat ini warga AS ramai-ramai menyerukan boikot dengan tren "cancel ChatGPT". Banyak dari mereka kemudian beralih ke Claude, AI buatan Anthropic.
Kontroversi ini bermula ketika Sam Altman, CEO OpenAI mengumumkan bahwa perusahaannya telah mencapai kesepakatan dengan Departemen Pertahanan AS untuk mengerahkan model AI mereka di jaringan terklasifikasi milik pemerintah.
Hal ini diumumkan pendiri ChatGPT pada Sabtu, 28 Februari waktu AS.
Dalam unggahannya, Altman menyatakan bahwa kerja sama tersebut tetap memegang dua prinsip keamanan terpenting.
"(Keduanya) adalah arangan pengawasan massal domestik dan tanggung jawab manusia atas penggunaan kekuatan, termasuk untuk sistem senjata otonom," tulis Altman di X.
Baca juga: Warga AS Ramai Serukan “Cancel ChatGPT, Claude Salip Jadi Nomor 1
Namun, pernyataan tersebut tidak sepenuhnya meredam kekhawatiran publik.
Berbeda dengan OpenAI, Anthropic yang mendapatkan tawaran yang sama, menolak tegas kerja sama dengan Departemen Pertahanan, terutama jika model mereka digunakan untuk pengawasan massal domestik atau sistem senjata otonom.
Penolakan tersebut memicu reaksi keras dari pemerintahan Presiden Donald Trump. Pemerintah memerintahkan lembaga federal untuk segera berhenti menggunakan teknologi teknologi Anthropic.
Tak hanya itu, Menteri Pertahanan Pete Hegseth bahkan meminta agar perusahaan tersebut ditetapkan sebagai risiko rantai pasok terhadap keamanan nasional.
Dengan ini, pemerintah melarang kontraktor untuk terlibat secara komersial dengan Anthropic, sambil memberikan masa transisi selama enam bulan.
Situasi ini memperuncing perpecahan antara Silicon Valley dan Washington. Namun di sisi lain, sikap Anthropic justru mendapat simpati dari sebagian publik.
Walhasil, publik AS yang bersimpati mulai melirik Claude sebagai tools AI pengganti ChatGPT.
Hal ini membuat Claude menjadi aplikasi gratis paling banyak diunduh di App Store AS.
Posisi itu sebelumnya lama didominasi ChatGPT.
Baca juga: Saat Tentara AS Minta Tolong AI Claude Anthropic buat Serang Iran…
Menurut data Sensor Tower, pada akhir Januari Claude masih berada di luar 100 besar. Sepanjang Februari, posisinya sempat berada di sekitar 20 besar.
Dalam beberapa hari terakhir, peringkatnya melonjak tajam dari posisi keenam, lalu keempat, hingga akhirnya menempati posisi pertama pada 28 Februari.
Ini juga bertepatan dengan pengumuman dari OpenAI-ChatGPT soal kerja sama dengan Departemen Perang AS.
Juru bicara Anthropic menyebut jumlah pengguna gratis meningkat lebih dari 60 persen sejak Januari.
Pendaftaran harian bahkan memecahkan rekor sepanjang sejarah perusahaan selama sepekan terakhir. Sementara jumlah pelanggan berbayar disebut telah meningkat lebih dari dua kali lipat tahun ini.
Tag: #aplikasi #paling #laris #digunakan #chatgpt #mendominasi