Rekor Baru, Reels Kini Jadi Ladang Iklan Terbesar Instagram
- Mayoritas iklan yang tampil di Instagram sepanjang 2025 ternyata tidak lagi mendominasi feed utama.
Berdasarkan data terbaru dari firma intelijen pasar Sensor Tower, lebih dari separuh (50 persen) iklan di Instagram kini tayang di Instagram Reels, tab khusus yang berisi video pendek. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan 2024, ketika porsi iklan di Reels masih berada di kisaran 35 persen.
Lonjakan tersebut sejalan dengan perubahan perilaku pengguna yang semakin betah dan menghabiskan waktu lebih lama untuk scrolling video Reels.
Baca juga: 3 Cara Download Video Reels Instagram buat Disimpan di Galeri HP
Di Amerika Serikat sendiri, Reels tercatat menyumbang sekitar 46 persen dari total waktu penggunaan Instagram sepanjang 2025, naik dari 37 persen pada tahun sebelumnya. Tren serupa juga terlihat di Facebook, di mana video vertikal menyumbang 29 persen waktu penggunaan.
Data ini menegaskan peran strategis Reels dalam mendorong keterlibatan pengguna sekaligus menjadi mesin baru pendapatan iklan Meta. Semakin lama pengguna bertahan di Reels, semakin besar peluang iklan untuk tampil dan dikonsumsi oleh pengguna.
Analis senior dari manajer investasi Neuberger Berman, Dan Flax, menilai kekuatan platform seperti Instagram terletak pada kemampuannya membaca sinyal perilaku pengguna.
Semakin sering dan lama pengguna menonton video tertentu, algoritma rekomendasi akan semakin akurat dalam menyajikan konten, sekaligus iklan yang relevan.
Seiring dengan meningkatnya waktu tonton di Reels, pengiklan pun ikut menggeser strategi.
Baca juga: Instagram, Facebook, dan WhatsApp Siapkan Paket Berbayar, Ini Bocoran Fiturnya
Analis Sensor Tower Abraham Yousef menyebut pengiklan kini semakin memprioritaskan Reels untuk menjangkau audiens. Feed foto tradisional mulai kehilangan porsi iklan, meski hingga kini belum sepenuhnya ditinggalkan.
Ilustrasi Instagram.
Namun, dominasi Reels bukan tanpa tantangan. Secara historis, video pendek menghasilkan pendapatan per tayangan yang lebih rendah dibandingkan iklan di feed utama.
CEO Meta, Mark Zuckerberg bahkan pernah mengakui bahwa pertumbuhan Reels dapat menekan profitabilitas dalam jangka pendek. Meski begitu, meningkatnya total aktivitas pengguna di aplikasi dinilai mampu menutup celah tersebut.
Data Sensor Tower menunjukkan jumlah pengguna aktif harian IG naik sekitar 2 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan Reels sebagai pendorong utama. Artinya, meski monetisasi per tayangan lebih kecil, volume dan durasi konsumsi video membuat pendapatan iklan secara keseluruhan tetap tumbuh.
Baca juga: Edit Video IG Reels Pakai CapCut Bikin Reach Turun? Ini Kata Bos Instagram
Zuckerberg sebelumnya juga mengungkap bahwa Reels di Instagram dan Facebook telah mencapai laju pendapatan tahunan lebih dari 50 miliar dollar AS atau setara Rp 837 triliun.
Angka tersebut diperkirakan kembali menjadi sorotan saat Meta melaporkan kinerja keuangan kuartal IV dan sepanjang 2025 dalam waktu dekat.
Sebagai konteks, IG Reels pertama kali diluncurkan pada Agustus 2020 sebagai respons langsung terhadap popularitas TikTok. Setelah sukses di Instagram, Meta kemudian memperluas fitur ini ke Facebook pada tahun berikutnya.
Kini, persaingan video pendek juga melibatkan YouTube lewat Shorts. Namun, data Sensor Tower menunjukkan pertumbuhan waktu tonton Shorts cenderung stagnan sepanjang 2025. Sementara Reels terus mencatatkan peningkatan signifikan.
Dengan pergeseran ini, satu hal semakin jelas. Instagram bukan lagi sekadar platform berbagi foto, melainkan semakin mengandalkan video pendek sebagai tulang punggung engagement dan bisnis iklannya, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari CNBC, Kamis (29/1/2026).
Tag: #rekor #baru #reels #kini #jadi #ladang #iklan #terbesar #instagram