Studi Ungkap Baterai Mobil Listrik Bisa Bertahan Lebih dari 13 Tahun
- Dunia saat ini masih berada dalam fase peralihan dari dominasi kendaraan bermesin pembakaran internal. Kondisi tersebut memicu berbagai pertanyaan seputar adopsi kendaraan listrik (electric vehicle/EV), terutama mengenai daya tahan dan usia pakai kendaraan tersebut dalam jangka panjang.
Perusahaan asal Kanada, Geotab, yang mengembangkan perangkat lunak manajemen armada untuk sektor logistik, pemerintahan, dan kota pintar, telah melakukan analisis terhadap degradasi baterai kendaraan listrik ringan sejak 2020. Dalam laporan terbarunya, Geotab mengkaji data kesehatan baterai secara nyata dari lebih dari 22.700 unit mobil listrik yang mencakup 21 merek dan model berbeda.
Seperti dilansir dari New Atlas, hasil studi tahun 2025 menunjukkan bahwa rata-rata penurunan kapasitas baterai berada di angka 2,3 persen per tahun. Angka ini dinilai moderat dan mengindikasikan baterai EV dapat bertahan hingga 13 tahun atau lebih.
Dengan tingkat degradasi tersebut, setelah digunakan lebih dari 12 tahun, baterai mobil listrik masih diperkirakan menyimpan sekitar 75 persen dari kapasitas awalnya. Capaian ini tergolong baik, terlebih jika dibandingkan dengan temuan studi 2024 dari perusahaan asuransi otomotif The Zebra.
Studi The Zebra menyebutkan rata-rata kepemilikan mobil di Amerika Serikat berlangsung sekitar delapan tahun saja. Berdasarkan data tersebut, Geotab menilai kendaraan listrik layak digunakan untuk operasional armada maupun oleh pemilik pribadi.
Geotab juga menegaskan bahwa laju degradasi baterai tidak bersifat seragam. Faktor seperti jenis kendaraan, kebiasaan pengisian daya, kondisi iklim, serta pola penggunaan sangat memengaruhi daya tahan baterai.
Penggunaan pengisi daya cepat DC memungkinkan pengisian jarak tempuh ratusan mil dalam waktu singkat. Namun, hal ini cenderung mempercepat penurunan kapasitas baterai dibandingkan pengisian AC Level 2 yang lebih lambat.
Percepatan degradasi akibat pengisian cepat disebabkan oleh peningkatan suhu baterai selama proses tersebut. Menariknya, laporan Geotab pada 2024 mencatat tingkat degradasi lebih rendah, yakni sekitar 1,8 persen per tahun.
Perbedaan ini dipengaruhi oleh bertambahnya jumlah data dalam studi terbaru serta meningkatnya frekuensi penggunaan pengisian daya cepat hingga 2025. Jika dikombinasikan dengan temuan riset lain, kendaraan listrik mulai mengurangi jejak karbon hanya dalam dua tahun penggunaan.
Dengan demikian, EV semakin unggul dibandingkan mobil berbahan bakar bensin dari sisi lingkungan. Selain itu, kemunculan teknologi baterai semi-solid-state yang kini dikembangkan menjanjikan usia pakai lebih panjang.
Inovasi ini berpotensi membuat mobil listrik dapat digunakan lebih lama, menempuh jarak lebih jauh, serta mempertahankan nilai jual kembali dalam periode lebih panjang.
Tag: #studi #ungkap #baterai #mobil #listrik #bisa #bertahan #lebih #dari #tahun