Perjalanan Realme: dari Sub-brand Oppo, Jadi Merek Independen, hingga Kembali ke Induk
Ringkasan Berita:
- Realme lahir pada 2018 sebagai subbrand Oppo untuk menyasar pasar anak muda dengan harga terjangkau. Tak lama kemudian, Realme memisahkan diri dan berdiri sebagai merek independen di bawah kepemimpinan Sky Li. Lewat produk awal seperti Realme 1, Realme berhasil membangun identitas sebagai brand “value for money” dan mencatat pertumbuhan cepat di pasar global.
- Dalam waktu singkat, Realme melakukan ekspansi ke lebih dari 20 negara, termasuk Indonesia. Berbagai lini produk diluncurkan, mulai dari entry-level hingga flagship seperti seri GT, serta ekosistem perangkat melalui strategi 1+4+N dan 1+5+T. Pada puncaknya, Realme masuk jajaran 10 besar vendor smartphone dunia dengan pengiriman 16,2 juta unit pada kuartal III-2021.
- Memasuki 2026, Realme kembali terintegrasi dengan Oppo dan diposisikan lagi sebagai submerek. Langkah ini diambil untuk menggabungkan sumber daya, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat layanan purnajual. Kembalinya Realme ke Oppo menandai babak baru setelah melewati fase lahir sebagai subbrand, tumbuh mandiri, dan kini bersinergi kembali dengan induknya.
- Realme bukanlah nama yang muncul begitu saja di industri smartphone. Merek ini lahir dari strategi Oppo untuk menjangkau pasar anak muda dengan harga lebih terjangkau, sebelum akhirnya memisahkan diri dan berdiri sebagai brand mandiri.
Dalam waktu singkat, Realme berhasil tumbuh cepat dan mencuri perhatian di berbagai pasar global, termasuk Indonesia. Namun perjalanan Realme tidak berhenti pada fase kemandirian.
Seiring perubahan strategi dan dinamika industri, Realme kembali berada di bawah payung Oppo. Lantas, bagaimana perjalanan Realme dari subbrand Oppo, sempat berdiri sendiri, hingga akhirnya kembali ke induknya?
Awal jejak Realme sebelum resmi berdiri
Meski dikenal sebagai merek baru, jejak Realme sebenarnya sudah muncul jauh sebelum nama tersebut resmi digunakan. Pada 2010, Oppo sempat merilis smartphone bernama Oppo Real di China.
Namun saat itu, Realme belum berdiri sebagai merek terpisah dan masih sepenuhnya berada di bawah Oppo.
Baru pada 2018, Realme benar-benar “lahir” sebagai entitas merek tersendiri, seiring perubahan strategi Oppo untuk menjangkau pasar smartphone online dan segmen anak muda yang semakin kompetitif.
Realme didirikan pada 4 Mei 2018 oleh Sky Li (Li Bingzhong), mantan Vice President Oppo. Pada fase awal, Realme merupakan anak perusahaan atau subbrand Oppo, yang sama-sama berada di bawah grup BBK Electronics bersama Vivo dan OnePlus.
Strategi subbrand ini memungkinkan OPPO bereksperimen di pasar online dan harga agresif, tanpa mengganggu citra OPPO sebagai merek yang lebih premium.
Memisahkan diri dan menjadi merek independen
Tak lama setelah berdiri, Sky Li memutuskan memisahkan Realme dari Oppo dan menjadikannya merek independen dengan slogan “Dare to Leap”.
Keputusan ini diambil setelah Sky Li mengundurkan diri dari OPPO, sekaligus menandai babak baru Realme sebagai brand mandiri.
Momentum kemandirian Realme ditandai dengan peluncuran Realme 1 pada Mei 2018 di India.
Ponsel ini diposisikan sebagai smartphone premium mid-range dengan harga terjangkau dan langsung mencatatkan penjualan tinggi secara online, khususnya di Amazon India.
Realme 1 menjadi produk penting dalam sejarah Realme. Meski masih menggunakan antarmuka ColorOS buatan OPPO dan berbagi DNA desain, Realme 1 berhasil membangun identitas baru sebagai ponsel “value for money”.
Keberhasilan Realme 1 mendorong Realme mempercepat ekspansi ke berbagai negara, termasuk China, Eropa, Asia Selatan, dan Asia Tenggara.
Ekspansi global dan lonjakan pengiriman
Pada 2019, Realme resmi meresmikan mereknya di China dan mulai masuk pasar Eropa dengan merilis smartphone berkamera 64 MP.
Dalam tahun yang sama, Realme telah hadir di lebih dari 20 negara. Hasilnya terlihat signifikan. Pada kuartal II-2019, Realme mengirimkan 4,7 juta unit smartphone secara global dan masuk dalam 10 besar vendor smartphone dunia, hanya setahun setelah debut.
Realme juga resmi masuk Indonesia pada 9 Oktober 2018 dengan meluncurkan Realme 2, Realme 2 Pro, dan Realme C1.
Meski Realme 2 menjadi seri pertama setelah Realme lepas dari Oppo, DNA Oppo masih terasa kuat, baik dari sisi desain maupun perangkat lunak.
Sejak saat itu, Realme gencar merilis berbagai model, mulai dari Realme 3 series, Realme X dengan kamera pop-up, Realme XT, hingga Realme X2 Pro. Strategi ini membuat Realme cepat membangun brand awareness di Indonesia.
Perluasan segmen dan lini produk
Awalnya dikenal sebagai merek entry-level, Realme secara bertahap naik kelas. Realme memperkenalkan:
- Realme GT series sebagai lini flagship
- Narzo series untuk segmen gaming
- Seri C dan Number Series untuk pasar entry hingga menengah
Pendekatan multi-segmen ini membantu Realme memperluas pangsa pasar tanpa meninggalkan identitas harga kompetitif.
Pada 2020, Realme memperkenalkan strategi 1+4+N, dengan smartphone sebagai produk inti dan perangkat pendukung seperti TWS, smartwatch, dan smart TV sebagai bagian ekosistem.
Strategi ini diperbarui pada 2021 menjadi 1+5+T, yang mencakup:
- Smartphone
- TWS
- Wearable
- Smart TV
- Tablet dan laptop
- Produk AIoT TechLife
Implementasinya terlihat dari peluncuran Realme Buds, Realme Smart TV, hingga Realme Book di Indonesia pada akhir 2021.
Puncak kinerja global
Berdasarkan data Counterpoint, Realme mencatat kinerja tertingginya pada kuartal III-2021 dengan pengiriman 16,2 juta unit smartphone secara global.
Meski masih di bawah Xiaomi, Oppo, dan Vivo yang mampu mengirim lebih dari 30 juta unit per kuartal, pencapaian ini menegaskan posisi Realme sebagai merek dengan pertumbuhan tercepat.
Di Indonesia, riset IDC menempatkan Realme di peringkat lima besar vendor smartphone pada kuartal III-2021 dengan pangsa pasar sekitar 10 persen.
Realme kembali terintegrasi dengan Oppo
Pada 7 Januari 2026, Realme mengumumkan akan kembali diintegrasikan dengan Oppo dan diposisikan lagi sebagai submerek.
Langkah ini ditempuh untuk menggabungkan sumber daya, menekan biaya operasional, serta memperkuat layanan purnajual yang kini terintegrasi penuh dengan sistem Oppo.
Menurut laporan industri, CEO Realme Sky Li akan kembali memimpin Realme setelah integrasi. Jadwal peluncuran produk Realme disebut tetap berjalan sesuai rencana, sementara konsumen akan merasakan dampak utama pada layanan purnajual dan efisiensi operasional.
Babak baru setelah kembali ke induk
Kembalinya Realme ke Oppo menutup satu siklus penuh dalam perjalanan merek ini. Realme lahir sebagai subbrand, tumbuh pesat sebagai merek independen, lalu kembali ke induknya untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat.
Ke depan, Realme diposisikan sebagai salah satu submerek strategis Oppo, berdampingan dengan OnePlus, serupa dengan strategi Xiaomi yang menaungi Redmi dan Poco.
Langkah ini diharapkan menciptakan sinergi yang lebih kuat antara merek utama dan submerek di bawah payung BBK Electronics.
Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.
Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.
Tag: #perjalanan #realme #dari #brand #oppo #jadi #merek #independen #hingga #kembali #induk