IDC Prediksi Pengiriman PC 2026 Anjlok hingga 9 Persen, Efek Domino Ledakan AI Mulai Terasa
Ilustrasi PC dan laptop (Unsplash/Domenico Loia)
13:16
3 Januari 2026

IDC Prediksi Pengiriman PC 2026 Anjlok hingga 9 Persen, Efek Domino Ledakan AI Mulai Terasa

Baca 10 detik
  • Menurut IDC, pengiriman PC global diproyeksikan turun hingga 9 persen pada 2026 karena krisis pasokan chip memori.
  • Krisis terjadi sebab permintaan memori kelas atas melonjak tajam untuk pembangunan pusat data dan server kecerdasan buatan (AI).
  • Kenaikan harga PC berpotensi mencapai 8 persen, menekan penjualan konsumen sekaligus mengancam merek-merek PC kecil.

Pasar komputer global diprediksi akan memasuki fase sulit pada 2026.

Laporan terbaru dari lembaga riset IDC mengungkapkan bahwa pengiriman PC berpotensi turun hingga 9 persen, jauh lebih buruk dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Mengutip laporan yang dilansir Gizchina, Sabtu (3/1/2026), para analis menilai dalam skenario paling optimistis sekalipun, pasar PC tetap akan mengalami penyusutan.

Ini menandai perubahan drastis dari perkiraan sebelumnya yang hanya memprediksi penurunan ringan.

Ledakan AI Jadi Biang Kerok

Akar masalah dari pelemahan pasar ini bukan datang dari minimnya minat konsumen, melainkan dari krisis pasokan chip memori.

Sejak pertengahan Oktober, ketersediaan chip memori mengalami penurunan tajam dan kali ini bukan sekadar siklus pasar biasa.

Lonjakan besar pengembangan kecerdasan buatan (AI) membuat raksasa teknologi global memborong hampir seluruh pasokan memori kelas atas untuk membangun pusat data dan server AI.

Karena komponen tersebut memberikan margin keuntungan lebih tinggi, produsen chip memilih mengalihkan produksi dari memori untuk laptop dan PC konsumen.

IDC memperingatkan, kondisi ini bukan masalah jangka pendek. Kekurangan memori diprediksi bisa berlangsung bertahun-tahun seiring semakin panasnya persaingan AI global.

Harga Naik, Konsumen Menahan Diri

Dampak krisis memori tidak hanya menghantam PC, tetapi juga pasar smartphone. Memori merupakan salah satu komponen paling mahal, terutama pada ponsel kelas menengah.

Untuk menekan biaya, produsen diperkirakan akan menaikkan harga atau merilis ponsel dengan kapasitas memori lebih kecil.

Akibatnya, IDC memprediksi penjualan smartphone bisa turun sekitar 5 persen, karena konsumen memilih mempertahankan perangkat lama daripada membeli ponsel baru yang lebih mahal dengan spesifikasi lebih rendah.

PC AI Terjebak di Waktu yang Salah

Ironisnya, tekanan ini datang di saat industri komputer tengah gencar memasarkan PC berbasis AI. Perangkat jenis ini justru membutuhkan memori besar agar fitur AI dapat berjalan optimal.

Ilustrasi kecerdasan buatan. [Unsplash] PerbesarIlustrasi kecerdasan buatan. [Unsplash]

Sebagai contoh, beberapa fitur AI terbaru Microsoft bahkan mensyaratkan minimal 16GB RAM. Namun di tengah naiknya harga memori, PC AI otomatis menjadi lebih mahal.

IDC mencatat harga PC baru berpotensi melonjak hingga hampir 8 persen, membuat konsumen merasa harus membayar semacam “pajak AI” untuk fitur yang belum tentu mereka butuhkan saat ini.

Raksasa Bertahan, Pemain Kecil Tertekan

Dalam situasi penuh tekanan ini, pemain besar seperti Dell, HP, dan Lenovo berada di posisi lebih aman. Mereka memiliki modal kuat dan kontrak jangka panjang untuk mengamankan pasokan komponen.

Sebaliknya, merek kecil, perakit PC independen, hingga pasar PC gaming rakitan diprediksi akan menghadapi tantangan paling berat akibat keterbatasan pasokan dan kenaikan harga.

Padahal, tahun 2026 sempat diproyeksikan menjadi momentum kebangkitan pasar PC berkat berakhirnya dukungan Windows 10.

Namun kini, harapan itu terancam berubah menjadi realitas pahit, yakni stok terbatas, harga lebih mahal, dan pasar yang kian menyempit.

Editor: Dythia Novianty

Tag:  #prediksi #pengiriman #2026 #anjlok #hingga #persen #efek #domino #ledakan #mulai #terasa

KOMENTAR