Saat AI Slop Membuat Internet Terlihat Cerdas tapi Dangkal
Ilustrasi AI slop(Ilustrasi AI slop dibuat dengan AI Kompas.com/soffyaranti)
17:06
2 Januari 2026

Saat AI Slop Membuat Internet Terlihat Cerdas tapi Dangkal

Ringkasan Berita: 

  • Internet kini dipenuhi konten yang terlihat meyakinkan dan pintar, tetapi kerap meninggalkan kesan kosong setelah dikonsumsi. Fenomena ini dikenal sebagai AI slop, yakni banjir konten buatan kecerdasan buatan yang diproduksi cepat dan massal tanpa perhatian pada akurasi atau nilai informatif. Menurut laporan The Conversation, AI slop tumbuh subur karena memanfaatkan ekonomi perhatian di internet, sehingga konten dangkal lebih mudah tersebar dibandingkan materi berkualitas.
  • AI slop hadir dalam berbagai bentuk dan platform. Analisis The Guardian menunjukkan bahwa sebagian kanal YouTube dengan pertumbuhan tercepat kini diisi konten buatan AI, sementara di layanan streaming musik seperti Spotify muncul band fiktif hasil AI yang sekilas terdengar layak didengar. Dampaknya juga dirasakan media sastra dan platform rujukan, seperti majalah Clarkesworld yang menghentikan penerimaan naskah serta Wikipedia yang kewalahan memoderasi konten AI berkualitas rendah.
  • Dampak AI slop tidak hanya soal kualitas hiburan, tetapi juga risiko misinformasi dan tekanan terhadap kreator manusia. Dalam situasi krisis, konten AI dapat digunakan untuk membangun narasi menyesatkan, sementara algoritma platform cenderung menyingkirkan karya kreator asli. Adam Nemeroff dari Quinnipiac University menilai AI slop kini menjadi tantangan serius bagi ekosistem media digital, karena selain memaksa pengguna makin waspada, banjir konten dangkal ini perlahan mengikis kualitas ruang digital bersama.

- Pernah merasa sudah melihat banyak konten di internet, tapi tetap tidak benar-benar mendapatkan apa-apa? Linimasa media sosial dipenuhi gambar yang tampak realistis, cerita yang terlihat dramatis, dan tulisan yang sekilas terasa pintar.

Namun tak jarang hal ini meninggalkan kesan kosong setelah dibaca. Dari visual absurd hingga kisah yang nyaris dipercaya hanya dalam sekali lihat, internet kini dipenuhi konten yang terlihat meyakinkan, tetapi rapuh saat diuji kebenarannya.

Fenomena ini disebut AI slop, istilah yang digunakan untuk menggambarkan banjir konten buatan AI yang diproduksi cepat dan masif tanpa kepedulian pada akurasi.

Dilansir dari laman The Conversation, AI slop memanfaatkan ekonomi perhatian di internet, mendorong konten dangkal agar terus beredar dan secara perlahan menyingkirkan materi yang lebih bermakna.

Akibatnya, internet tampak semakin cerdas di permukaan, tetapi justru kehilangan kedalaman yang dibutuhkan pembaca. Lantas, apa yang berada di balik maraknya konten semacam ini?
Fenomena AI slop tidak lepas dari kemudahan produksi konten berbasis AI dan mekanisme ekonomi perhatian di internet. Selengkapnya, berikut ini uraiannya.

Ketika AI Slop menguasai platform digital populer

AI slop tidak muncul dalam satu bentuk saja. Ia menyusup ke berbagai sudut internet, sering kali tanpa disadari. Sebuah analisis yang dimuat oleh The Guardian pada Juli 2025 menunjukkan bagaimana AI slop mulai mendominasi kanal-kanal YouTube dengan pertumbuhan tercepat.

Dari 100 kanal teratas, sembilan di antaranya berisi konten buatan AI, mulai dari sepak bola bertema zombie hingga sinetron absurd tentang kucing.

Konten ini tidak selalu buruk secara visual, tetapi cukup “aneh” dan repetitif untuk menandakan bahwa ia dibuat bukan untuk bercerita, melainkan untuk mengejar perhatian.

Fenomena serupa juga merambah dunia musik digital. Pengguna layanan streaming seperti Spotify sempat dibuat penasaran dengan kemunculan band baru bernama The Velvet Sundown, lengkap dengan kisah latar kreatif dan lagu-lagu yang terdengar familiar.

Belakangan terungkap, band tersebut sepenuhnya dihasilkan oleh AI. Musiknya “cukup enak didengar”, tetapi tidak menawarkan keunikan artistik, contoh khas AI slop yang dirancang agar pendengar bertahan beberapa menit lebih lama.

Di balik semua itu, polanya sama, yaitu konten dibuat sekadar “cukup bagus” untuk menarik dan mempertahankan perhatian. Dengan sistem monetisasi berbasis jumlah tayangan dan durasi tonton, AI slop menjadi cara cepat dan murah untuk meraup keuntungan.

Bahkan media sastra pun terdampak. Majalah fiksi ilmiah daring Clarkesworld sempat menghentikan penerimaan naskah karena kebanjiran kiriman cerita buatan AI.

Tak hanya itu, platform rujukan seperti Wikipedia juga menghadapi lonjakan konten AI berkualitas rendah yang membebani sistem moderasi komunitasnya.

Ketika AI Slop menjadi masalah serius

Ilustrasi AI Slopincidentdatabase.ai Ilustrasi AI Slop

Dalam artikelnya di laman The Conversation, Adam Nemeroff Assistant Provost for Innovations in Learning, Teaching, and Technology di Quinnipiac University menulis bahwa AI slop kini menjadi tantangan serius bagi kualitas ekosistem media digital.

Dampak AI slop tidak berhenti pada soal kualitas hiburan. Dalam situasi krisis, konten semacam ini bisa berubah menjadi alat misinformasi.

Saat Badai Helene melanda Amerika Serikat, misalnya, beredar gambar AI seorang anak kecil yang menggendong anak anjing dan diklaim sebagai korban bencana. Visual tersebut digunakan untuk mendukung narasi politik tertentu.

Meski sebagian orang menyadari bahwa gambar itu buatan AI, cukup banyak yang tertipu hanya dengan melihat sekilas.

Di sisi lain, AI slop juga menekan para kreator manusia. Konten buatan AI yang diproduksi massal dan murah kerap tidak dibedakan secara jelas oleh algoritma platform, sehingga menyingkirkan karya seniman, penulis, dan musisi yang menggantungkan hidup dari ruang digital.

Perlahan, ruang yang seharusnya menjadi tempat berekspresi berubah menjadi ladang konten seragam yang dangkal. Fenomena ini bahkan menjadi bahan pembahasan budaya populer.

Salah satu episode dalam tayangan Last Week Tonight with John Oliver mengulas AI slop sebagai bagian dari degradasi ekosistem media digital, ini menimbulkan tumpukan konten tak bermakna yang memaksa pengguna terus waspada terhadap apa yang mereka lihat dan dengar.

Kini, selain menghadapi deepfake dan akun palsu, pengguna internet juga harus bersaing dengan banjir AI slop yang perlahan mengikis kualitas ruang digital bersama.

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.

Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

Tag:  #saat #slop #membuat #internet #terlihat #cerdas #tapi #dangkal

KOMENTAR