Pascabencana, Uptime BTS di Aceh Tembus 92 Persen
Wamen Komdigi, Nezar Patria. [Suara.com/Putu]
09:56
1 Januari 2026

Pascabencana, Uptime BTS di Aceh Tembus 92 Persen

Baca 10 detik
  • Wamen Komdigi Nezar Patria menyatakan rata-rata *uptime* BTS pascabencana di Aceh mencapai 92 persen.
  • Proses perbaikan (*recovery*) keseluruhan BTS yang terdampak bencana telah rampung mencapai 99 persen.
  • Ketersediaan listrik menjadi faktor utama penentu maksimalnya *uptime* layanan telekomunikasi di wilayah terdampak.

Pemulihan layanan telekomunikasi di wilayah Aceh pascabencana menunjukkan progres signifikan.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Nezar Patria, mengungkapkan, rata-rata uptime Base Transceiver Station (BTS) di daerah terdampak telah mencapai 92 persen.

Menurut Nezar, angka tersebut menggambarkan kemampuan BTS untuk kembali memancarkan sinyal dan dapat diakses masyarakat dalam rentang waktu tertentu.

Namun, ia menekankan bahwa tingkat uptime sangat bergantung pada ketersediaan pasokan listrik.

“Up time ini kita sebut yang beroperasi 0 sampai 24 jam itu 100 persen dan 0 sampai 50 persen itu 12 jam yang ikut dipengaruhi oleh ketersediaan listrik,” ujar Nezar Patria, dikutip dari Antara, Kamis (1/1/2026).

Ia menjelaskan, meskipun uptime belum sepenuhnya maksimal, proses pemulihan atau recovery BTS secara keseluruhan sudah hampir rampung.

Ilustrasi BTS. [Unsplash] PerbesarIlustrasi BTS. [Unsplash]

Dari total BTS yang terdampak bencana, perbaikannya telah mencapai 99 persen oleh operator seluler.

“Perlu dipahami bahwa recovery dengan up time itu berbeda. Untuk recovery sudah dilakukan oleh para operator seluler di daerah terdampak sudah mencapai 99 persen dan untuk up timenya itu sangat dipengaruhi oleh ketersediaan listrik. Jika suplai listrik tidak ada maka tidak bisa memancarkan gelombang 100 persen,” bebernya.

Nezar menambahkan, masih ada beberapa wilayah di Aceh yang belum pulih secara optimal akibat kerusakan berat infrastruktur.

Daerah-daerah tersebut antara lain Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Utara.

Meski demikian, Kementerian Komdigi bersama para operator terus melakukan pemantauan dan perbaikan agar kualitas layanan komunikasi dapat kembali normal sepenuhnya.

“Kami terus memantau dan bergerak untuk memperbaiki kualitas layanan sehingga up time memenuhi sampai maksimal 100 persen,” katanya.

Saat ini, upaya pemulihan difokuskan pada pengecekan kabel fiber optik yang terputus serta perbaikan akses di wilayah dengan jembatan rusak, yang membutuhkan waktu lebih lama dalam proses penyambungannya.

“Kita bekerja bersama dengan PLN agar pasokan listrik tetap optimal,” tutup Nezar Patria.

Editor: Dythia Novianty

Tag:  #pascabencana #uptime #aceh #tembus #persen

KOMENTAR