Pengamat Soroti Turunnya Intensitas Timnas Indonesia Lawan Mozambik
Timnas Indonesia berpose jelang laga melawan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Laga Timnas Indonesia vs Mozambik berlangsung pada Selasa (9/6/2026).(KOMPAS.com/Antonius Aditya Mahendra)
03:39
10 Juni 2026

Pengamat Soroti Turunnya Intensitas Timnas Indonesia Lawan Mozambik

- Timnas Indonesia berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Mozambik dalam laga kedua FIFA Matchday Juni 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa (9/6/2026) malam.

Gol tunggal Ole Romeny pada menit ke-11 menjadi pembeda dalam pertandingan Indonesia vs Mozambik yang berlangsung cukup ketat.

Sejak awal laga, Timnas Indonesia tampil agresif dan mampu menekan pertahanan lawan.

Bahkan, Timnas Indonesia beberapa kali menciptakan peluang berbahaya sebelum laga memasuki pertengahan babak pertama, 

Baca juga: Hasil Timnas Indonesia Vs Mozambik 1-0: Kemenangan Beruntun Garuda

Selain gol Ole Romeny, Timnas Indonesia hampir menambah keunggulan melalui sundulan Elkan Baggott dan sontekan Romeny yang sama-sama membentur tiang gawang.

Kevin Diks juga sempat mencetak gol melalui situasi sepak pojok, namun dianulir wasit karena Ivar Jenner dianggap melakukan pelanggaran terhadap kiper Mozambik.

Menurut pengamat sepak bola Gita Suwondo, momen gol yang dianulir menjadi salah satu titik perubahan permainan Indonesia. 

"John Hermand ini mencoba pemain  secara keseluruhan saya melihatnya. Unggul gol cepat setelah gol kedua dianulir permainan timnas Indonesia justru menurun. Tadinya pressing pakai tekanan, tekanan itu berkurang," ujarnya kepada Kompas.com.

Mozambik Mengambil Alih Kendali Pertandingan Tapi Tidak Berbuah Gol

Memasuki babak kedua, Timnas Mozambik tampil lebih berani dengan menaikkan intensitas permainan dan lebih sering menguasai bola.

Baca juga: Update Ranking FIFA Usai Skor Timnas Indonesia Vs Mozambik 1-0

Timnas Indonesia yang sebelumnya mendikte laga mulai kesulitan keluar dari tekanan.

Umpan-umpan terobosan lawan berkali-kali memaksa lini belakang timnas Indonesia bekerja keras.

"Babak kedua Sebenanrya ball possession milik Mozambik mereka mempunyai banyak peluang. Kita baru berkembang setelah Rayhan Hannan dan Nathan Tjoe-A-On masuk terus dari kerja sama keduanya nyaris menjadi gol yang terkena tiang," kata Gita Suwondo.

Peluang tersebut menjadi salah satu momen terbaik timnas Indonesia di babak kedua yang relatif lebih banyak diwarnai tekanan dari lawan.

Kevin Diks berebut bola dengan lawan dalam laga Timnas Indonesia vs Mozambik yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Selasa (9/6/2026).KOMPAS.com/Antonius Aditya Mahendra Kevin Diks berebut bola dengan lawan dalam laga Timnas Indonesia vs Mozambik yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Selasa (9/6/2026).

Meski lebih dominan dalam penguasaan bola, Timnas Mozambik gagal memaksimalkan sejumlah peluang yang mereka miliki.

Beberapa tembakan masih melebar, sementara peluang yang mengarah ke gawang mampu diamankan Maarten Paes.

"Selebihnya kembali mozambik yang menguasai bola tapi tidak bikin peluang yang terlalu berbahaya juga. Bolanya melenceng tidak ada yang shot on target juga secara keseluruhan aman buat Indonesia," imbuhnya.

Ekspektasi Tinggi Jadi Penyebab Kekecewaan

Gita Suwondo mengatakan kemenangan telak 3-0 atas Oman pada laga FIFA Matchday membuat ekspektasi publik terhadap timnas Indonesia meningkat drastis.

Baca juga: Live Skor Timnas Indonesia Vs Mozambik 1-0: 75 Menit Maarten Paes Masih Clean Sheet

Banyak yang berharap permainan dominan kembali ditampilkan saat menghadapi Mozambik. Namun kenyataannya, pertandingan berlangsung jauh lebih sulit.

"Agak mengecewakan terutama dibabak pertama di mana kita sulit keluar dari tekanan mozambik yang berubah permainannya di babak kedua," pungkasnya.

Tag:  #pengamat #soroti #turunnya #intensitas #timnas #indonesia #lawan #mozambik

KOMENTAR