Piala Dunia 2026 Dipaksa 'Hening', FIFA Larang Penggunaan Vuvuzela
Piala Dunia 2026 tinggal menghitung hari namun FIFA selaku penyelenggara tak berhenti menimbulkan kontroversi.
FIFA terus memperkenalkan kebijakan di dalam stadion yang menimbulkan reaksi keras dari para pendukung dari seluruh dunia.
Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, akan dimulai dengan laga Meksiko vs Afrika Selatan di Stadion Banorte, Jumat (12//6/2026).
Dengan waktu pertandingan yang kini kurang dari seminggu, para pendukung justru dibuat tak nyaman dengan kebijakan baru dari FIFA.
Baca juga: Argentina Kehilangan Bek Tengah Jelang Piala Dunia 2026
Piala Dunia yang seharusnya menjadi ajang penuh kebahagiaan, kini justru semakin terbatas dengan aturan yang dibuat.
Berbeda dari edisi sebelumnya, sejumlah kebiasaan yang dilakukan suporter sepak bola tidak akan bisa dilakukan selama gelaran Piala Dunia 2026.
FIFA Larang Ikon Piala Dunia
Piala Dunia 2026 dipastikan 'hening' usai FIFA memberikan kebijakan kontroversial yyang melarang penggunaan terompet vuvuzela di semua tempat penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Terompet plastik ini identik dengan para pendukung dari Afrika yang cukup populer dengan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Sempat menjadi ikon Piala Dunia dalam beberapa tahun setelahnya, vuvuzela kini termasuk dalam daftar barang yang dilarang.
Baca juga: Bintang Irak Ditahan 7 Jam di Bandara AS Jelang Piala Dunia 2026
Beberapa barang yang dianggap terlalu berisik seperti peluit, klakson udara, perangkat suara, dan perangkat lainnya juga dilarang digunakan.
Interior Stadion Mercedes Benz di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, yang akan menjadi salah satu venue Piala Dunia 2026.
Berdasarkan regulasi FIFA, larangan tersebut diterapkan karena alat itu berpotensi mengganggu komunikasi antara pemain dan wasit, sekaligus menyulitkan proses siaran pertandingan.
Vuvuzela dikenal menghasilkan suara dengungan yang terus-menerus dan menjadi salah satu ciri khas yang paling melekat dari turnamen tersebut.
Baca juga: Staf Manajerial Timnas Iran Dipersulit AS Dapat Visa Jelang Piala Dunia 2026
Sebagian suporter menilai vuvuzela sebagai elemen penting dalam budaya sepak bola, tetapi tidak sedikit pula yang menganggap suara bising yang ditimbulkannya terlalu mengganggu kenyamanan.
Mengacu pada laporan yang dikutip dari World Soccer Talk, vuvuzela mampu mengeluarkan suara hingga 120 desibel, setara dengan tingkat kebisingan gergaji mesin dan hampir mencapai ambang batas yang dapat menimbulkan rasa sakit pada pendengaran manusia.
Larangan Tentang Botol Air
Selain vuvuzela, FIFA juga melarang penggunaan botol air yang bisa digunakan kembali selama gelaran Piala Dunia 2026.
Berdasarkan pembaruan Kode Etik Stadion FIFA, suporter kini dilarang membawa botol minum plastik isi ulang ke seluruh stadion Piala Dunia.
Aturan ini menggantikan kebijakan lama yang masih memperbolehkan botol transparan kosong berkapasitas maksimal satu liter.
Sebagai alternatif, penonton dapat membeli air minum di dalam stadion atau memanfaatkan titik hidrasi yang telah disediakan penyelenggara.
Baca juga: Reaksi Emosional Gavi Usai Dipanggil ke Skuad Spanyol untuk Piala Dunia 2026
“FIFA berkomitmen untuk melindungi kesehatan dan keselamatan semua pemain, wasit, penggemar, sukarelawan, dan staf,” kata juru bicara FIFA.
“FIFA mengambil keputusan untuk melarang botol guna mencegah risiko dan cedera pada pemain dan penonton.”
Otoritas sepak bola dunia itu mencatat bahwa beberapa tempat penyelenggaraan sudah melarang botol dari luar selama acara besar termasuk Piala Dunia.
Tag: #piala #dunia #2026 #dipaksa #hening #fifa #larang #penggunaan #vuvuzela