Aturan Baru Piala Dunia 2026: FIFA Haramkan Cara Cerdik Arsenal Cetak Gol
FIFA bersama International Football Association Board (IFAB) resmi memperkenalkan aturan baru yang dijuluki Anti-Arsenal Law menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026.
Regulasi tersebut ditujukan untuk membatasi praktik blokir pemain saat situasi bola mati seperti tendangan sudut dan tendangan bebas.
Aturan baru ini akan mulai diberlakukan pada Piala Dunia 2026 yang dimulai 11 Juni dan selanjutnya diterapkan di seluruh kompetisi utama dunia mulai Juli mendatang.
Dalam aturan tersebut, pemain yang sengaja menghalangi atau mencegah lawan memainkan bola saat situasi bola mati akan langsung dianggap melakukan pelanggaran.
Praktik yang terinspirasi dari konsep screen dalam bola basket itu selama beberapa musim terakhir semakin sering digunakan oleh klub-klub elite.
FIFA dan IFAB menilai aksi dorong-mendorong serta blokir pemain dalam skema set-piece telah melampaui batas dan perlu dikendalikan demi menjaga sportivitas pertandingan.
Hasil pembagian grup Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Grup I dipastikan jadi grup neraka yang berisikan Prancis, Norwegia, Senegal, dan Irak. Cek daftarnya! [Dok. Philadelphia Soccer 2026]Sebagai contoh, FIFA menyoroti gol Timnas Inggris ke gawang Uruguay dalam laga uji coba pada Maret lalu.
Gol yang dicetak Ben White tersebut dinilai tidak akan disahkan apabila aturan baru sudah berlaku.
Dalam proses terciptanya gol, Adam Wharton dan Harvey Barnes terlihat menghalangi pergerakan para pemain bertahan Uruguay saat situasi sepak pojok berlangsung.
Aksi tersebut kini masuk kategori pelanggaran berdasarkan regulasi terbaru.
Aturan ini diperkirakan akan memberikan dampak besar terhadap sejumlah klub Liga Inggris, terutama Arsenal.
Klub asal London Utara tersebut dikenal sangat efektif memanfaatkan situasi bola mati sepanjang musim lalu.
Arsenal tercatat mencetak 25 gol dari skema set-piece di Liga Inggris, menjadikan mereka salah satu tim paling berbahaya dalam situasi bola mati.
Karena itulah aturan baru ini mendapat julukan tidak resmi sebagai "Anti-Arsenal Law".
Selain aturan mengenai bola mati, FIFA juga mengumumkan sejumlah perubahan regulasi lain yang akan berlaku di Piala Dunia 2026.
Pemain yang menutupi mulut menggunakan tangan, lengan, atau jersey saat terlibat konfrontasi kini terancam kartu merah.
\Kebijakan tersebut muncul setelah sejumlah kontroversi yang melibatkan tuduhan rasisme dalam pertandingan internasional.
Namun FIFA menegaskan aturan tersebut tidak berlaku untuk percakapan biasa yang tidak bersifat konfrontatif.
Perubahan lain menyasar tindakan protes berlebihan terhadap wasit.
Pemain atau tim yang meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit akan dikenai sanksi tegas.
ika seluruh tim meninggalkan lapangan pertandingan, mereka dapat dinyatakan kalah.
FIFA juga memperketat aturan pergantian pemain. Pemain yang ditarik keluar kini hanya memiliki waktu 10 detik untuk meninggalkan lapangan.
Jika melebihi batas waktu tersebut, pemain pengganti baru boleh masuk pada penghentian permainan berikutnya setelah satu menit berjalan.
Sementara itu, untuk tendangan gawang dan lemparan ke dalam, pemain hanya diberikan waktu lima detik untuk memulai kembali permainan setelah wasit memberikan sinyal.
Aturan terbaru lainnya melarang tim melakukan sesi instruksi khusus dengan pelatih ketika penjaga gawang sedang mendapatkan perawatan medis di lapangan.
Tag: #aturan #baru #piala #dunia #2026 #fifa #haramkan #cara #cerdik #arsenal #cetak