Skor PSG Vs Arsenal 1-1 (a.p. 4-3), Joao Neves Sindir Taktik The Gunners
Gelandang Paris Saint-Germain (PSG), Joao Neves, menyindir taktik Arsenal dalam final Liga Champions (UEFA Champions League) 2025-2026.
Pertandingan final puncak Liga Champions 2025-2026 antara PSG vs Arsenal berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Hongaria.
Duel PSG vs Arsenal harus berakhir imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu selesai, sebelum Les Parisiens mengunci kemenangan 4-3 melalui adu penalti.
Dalam pertandingan tersebut, The Gunners sejatinya mampu unggul lebih cepat melalui sontekan brilian Kai Havertz pada menit kelima.
Namun, keunggulan itu sirna saat Ousmane Dembele sukses mengeksekusi tendangan penalti pada menit ke-64 untuk menyamakan kedudukan.
Baca juga: Hasil PSG Vs Arsenal 1-1 (a.p. 4-3), Steven Gerrard Kritik Eberechi Eze
Karena tidak ada tambahan gol yang tercipta selama waktu normal dan 30 menit perpanjangan waktu, penentuan juara harus diselesaikan lewat titik putih.
Empat algojo penalti PSG menjalankan tugasnya dengan ketenangan penuh.
Sebaliknya, dua eksekutor Arsenal gagal menyarangkan bola. Laju lari Eberechi Eze yang tampak terbata-bata berujung pada tembakan yang melenceng.
Sepakan Gabriel Magalhaes juga melambung di atas gawang, sekaligus mengukuhkan status PSG sebagai penguasa Eropa.
Kritik Joao Neves terhadap Ambisi Arsenal
Kemenangan bersejarah ini menegaskan status klub raksasa Perancis tersebut sebagai raja baru sepak bola Eropa.
Selepas pertandingan yang menguras tenaga itu, Neves secara terbuka mengkritik minimnya niat menyerang dari tim asuhan Mikel Arteta selama 120 menit laga berjalan.
Baca juga: PSG Vs Arsenal 1-1 (a.p. 4-3), Havertz Batal Sejajar Rekor Langka Ronaldo
Pemain berusia 21 tahun itu menilai bahwa hanya kubunya yang benar-benar bermain dengan niat menyerang. Kepada stasiun televisi M6, penggawa timnas Portugal itu menyampaikan pandangannya.
“Perasaan itu ada. Ini adalah kali kedua saya menjadi juara Eropa," ungkap Neves dikutip dari Goal English, Minggu (31/5/2026).
"Bukan kemenangan itu sendiri yang membuat saya bahagia, tetapi bermain bersama rekan-rekan setim, staf, dan manajemen seperti ini."
"Datang ke sini adalah pilihan terbaik yang pernah saya buat dalam hidup saya. Saya menyukai segalanya di sini. Kami pantas mendapatkannya hari ini, karena PSG adalah satu-satunya yang ingin bermain,” lanjutnya.
Tantangan Mempertahankan Gelar dan Momen Selebrasi
Keberhasilan meraih trofi secara beruntun ini menjadi catatan penting bagi PSG.
Joao Neves mengakui bahwa tekanan sebagai juara bertahan membuat rintangan kali ini terasa jauh lebih menguras fisik dibandingkan sebelumnya.
"Tahun ini berbeda. Lebih sulit, lebih menguras fisik. Kami adalah juara Eropa, jadi kami mempertahankan gelar kami. Kami telah mencatat sejarah PSG," tegas sang pemain.
Di tengah pemberian analisis pasca-pertandingan, suasana wawancara Neves sempat terganggu oleh momen ringan.
Baca juga: Hasil PSG Vs Arsenal 1-1 (a.p. 4-3): Les Parisiens Pertahankan Gelar UCL!
Penasihat olahraga PSG, Luis Campos, secara tiba-tiba melompat ke punggung sang gelandang muda untuk merayakan pencapaian tersebut, yang menyoroti betapa kuatnya ikatan di dalam skuad dan manajemen klub.
"Kami semua senang. Saya ingin menikmatinya bersama rekan-rekan setim saya sekarang," tutup Neves.
Kekalahan ini tentu menjadi pil pahit bagi The Gunners yang berupaya mengakhiri puasa gelar Eropa mereka.
Walaupun tampil sangat disiplin dalam bertahan, tim asal London ini minim kreasi serangan.
Hal ini terlihat dari catatan penguasaan bola mereka yang hanya menyentuh rata-rata 24,7 persen—angka terendah di era Arteta saat bermain dengan 11 pemain penuh.
24.7% - Arsenal’s possession average (24.7%) was the lowest by a team in a UEFA Champions League final on record (since 2003-04), as well as their lowest in any match under Mikel Arteta where they had 11 men on the pitch throughout. Reactive. pic.twitter.com/OzIPhBzKKY
— OptaJoe (@OptaJoe) May 30, 2026