Akhiri Era 10 Tahun di Man City, Pep Guardiola: Klub Butuh Energi Baru
Reaksi pelatih Manchester City, Pep Guardiola, setelah Newcastle United mencetak gol kedua ke gawang tim asuhannya pada laga lanjutan Premier League di St James' Park, Sabtu (22/11/2025).(AFP/OLI SCARFF)
06:52
23 Mei 2026

Akhiri Era 10 Tahun di Man City, Pep Guardiola: Klub Butuh Energi Baru

- Pep Guardiola mengatakan Manchester City membutuhkan “energi baru” setelah dirinya memutuskan mengakhiri masa kepemimpinan selama 10 tahun di Stadion Etihad.

Klub mengonfirmasi laga pekan terakhir Premier League 2025-2026 melawan Aston Villa pada Minggu (24/5/2026) akan menjadi pertandingan terakhir Guardiola sebagai pelatih Manchester City.

Pelatih berusia 55 tahun itu meninggalkan Man City setelah mempersembahkan 17 trofi utama, termasuk enam gelar Premier League dan satu Liga Champions.

Baca juga: Akhir Kisah Guardiola dan Man City, 20 Trofi, Tak Ada yang Abadi

Pelatih asal Catalan ini meninggalkan klub dengan segudang rekor.

Beberapa di antaranya adalah menjadi nakhoda tim pertama yang mencapai 100 poin di Premier League, pertama yang menjuarai empat gelar liga berturut-turut di sepak bola Inggris, pertama yang memenangkan semua gelar domestik dalam satu musim, dan tim kedua yang meraih Treble (Premier League, Piala FA, dan Liga Champions) dalam satu musim.

Sebagai bentuk penghormatan, tribun utara baru Stadion Etihad akan dinamai sesuai nama Guardiola dan dibuka penuh untuk pertama kalinya pada laga terakhir musim ini melawan Aston Villa, juara Liga Europa 2025-2026.

Manchester City juga memastikan akan membangun patung Guardiola di area sekitar stadion.

Guardiola Sebut City Perlu Babak Baru

Dalam konferensi pers terakhirnya sebagai pelatih City, Guardiola mengatakan momen ini menjadi waktu yang tepat bagi klub untuk memulai era baru.

“Sepuluh tahun adalah waktu yang sangat lama dan saya pikir klub membutuhkan manajer baru, energi baru, dan para pemain luar biasa ini untuk mulai menulis babak berikutnya,” ujar Guardiola, seperti dikutip dari BBC.

Baca juga: Guardiola Sebut Man City Kelelahan Jadi Penyebab Gagal Juara Liga Inggris

Ia mengaku tidak lagi merasa memiliki energi yang dibutuhkan untuk menjalani ritme kompetisi intens.

“Saya merasa di masa depan saya tidak akan punya energi yang dibutuhkan setiap hari, setiap tiga hari, untuk bersaing memperebutkan gelar dan berada di depan para pemain,” katanya.

Guardiola menambahkan perubahan sosok di dalam klub akan membawa dampak positif bagi semua pihak.

“Setelah 10 tahun, bagus untuk berubah, bergerak, melihat wajah baru. Itu sangat baik untuk semua orang,” ujarnya.

Guardiola Akui Gugup Saat Pamit

Guardiola mengungkapkan dirinya telah memberi tahu skuad Manchester City mengenai keputusan tersebut pada Jumat pagi.

Namun, ia mengaku pidato perpisahannya berjalan buruk karena terlalu gugup.

“Saya sangat gugup, lebih dari sebelumnya,” kata Guardiola.

Ekspresi Pep Guardiola kala mendampingi anak asuhnya dalam laga pekan ke-24 Liga Inggris 2024-2025 antara Arsenal vs Man City di Stadion Emirates pada 2 Februari 2025. (Photo by Glyn KIRK / AFP)AFP/GLYN KIRK Ekspresi Pep Guardiola kala mendampingi anak asuhnya dalam laga pekan ke-24 Liga Inggris 2024-2025 antara Arsenal vs Man City di Stadion Emirates pada 2 Februari 2025. (Photo by Glyn KIRK / AFP)

Dalam video pengumuman resmi yang dirilis klub, mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich itu mengatakan tidak ada sesuatu yang berlangsung abadi.

“Tidak ada yang abadi. Jika ada, saya akan tetap di sini. Yang abadi adalah perasaan, orang-orang, kenangan, dan cinta saya kepada Manchester City,” ucap Guardiola.

Tinggalkan City Setelah 17 Trofi

Konfirmasi kepergian Guardiola datang tiga hari setelah City gagal mempertahankan gelar Premier League.

Hasil imbang 1-1 melawan Bournemouth memastikan Arsenal menjadi juara liga untuk pertama kalinya sejak 2004.

Meski gagal mempertahankan Premier League, Guardiola tetap menutup musim terakhirnya dengan trofi Piala FA dan Piala Liga Inggris.

Laporan media Inggris menyebut mantan pelatih Chelsea, Enzo Maresca, menjadi kandidat terdepan untuk menggantikannya.

Guardiola juga memastikan dirinya akan mengambil jeda dari dunia kepelatihan setelah meninggalkan Manchester City.

Meski demikian, ia tetap akan terlibat dalam City Football Group sebagai duta global dan penasihat teknis bagi klub-klub anggota jaringan tersebut.

Tag:  #akhiri #tahun #city #guardiola #klub #butuh #energi #baru

KOMENTAR