Kritik Tavares terhadap Kinerja Wasit di Laga Persebaya Vs Dewa United
– Laga Persebaya Surabaya menjamu Dewa United yang berakhir imbang 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu (1/2/2026) malam.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, secara terbuka mengkritik kinerja wasit yang memimpin laga Super League 2025-2026 tersebut, Nendi Rohaendy.
Bernardo Tavares menilai kepemimpinan pengadil lapangan kurang ideal, terutama dalam hal pemberian tambahan waktu di babak kedua.
Menurutnya, laga terlalu sering terhenti akibat aksi buang waktu yang dilakukan para pemain Dewa United, khususnya setelah lawan harus bermain dengan 10 orang usai Nick Kuipers menerima kartu merah karena melakukan pelanggaran orang terakhir.
Baca juga: Tavares Minta Persebaya Main Lebih Cepat: Jangan Jadi Tukang Pos
Dalam situasi itu, tim asuhan Jan Olde Riekerink memilih bermain lebih bertahan dengan blok tinggi demi mengamankan hasil imbang.
Namun, ia menilai kondisi tersebut seharusnya membuat wasit lebih cermat dan adil dalam mengambil keputusan.
Sebagai tuan rumah, Persebaya merasa dirugikan karena gagal mempersembahkan kemenangan bagi 23.431 suporternya yang hadir langsung ke stadion.
Selain itu, Bajul Ijo terpaksa menghentikan tren empat kemenangan beruntun yang sebelumnya berhasil diraih.
“Saya pikir orang-orang perlu melihat ini dan saya sebagai pelatih juga harus memperbaiki hal-hal seperti ini bersama tim. Tapi saya juga pikir, tim wasit perlu memberikan tambahan waktu lebih banyak,” ujar Bernardo Tavares.
Baca juga: Persebaya Imbang, Bernardo Tavares Kecewa
“Tim lawan yang bermain dengan satu pemain lebih sedikit, benar-benar membuang banyak waktu dan wasit membiarkannya. Tapi ya sudahlah, ini sepak bola,” imbuhnya.
Komentar Tavares soal Gol Persebaya yang Dianulir VAR
Persebaya sejatinya memiliki peluang besar untuk menutup laga dengan kemenangan.
Gol Mihailo Perovic pada menit-menit akhir sempat membuat stadion bergemuruh, sebelum akhirnya dianulir oleh VAR.
Gol tersebut bermula dari skema tendangan bebas Francisco Rivera. Bola kemudian disundul Risto Mitrevski dan diteruskan oleh Perovic.
Namun, wasit memutuskan menganulir gol tersebut karena menilai Pedro Matos lebih dahulu melakukan pelanggaran terhadap pemain Dewa United.
Pemain Persebaya Surabaya Rachmat irianto dijaga pemain Dewa United Taisei Marukawa saat laga pekan ke-19 Super League 2025-2026 yang berakhir dengan skor 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Minggu (1/2/2026) malam.
Terkait keputusan VAR, usai laga pelatih asal Portugal itu memilih bersikap hati-hati. Ia mengaku belum kembali melihat tayangan ulang sehingga enggan berspekulasi mengenai benar atau tidaknya keputusan wasit.
Terlepas dari sorotan terhadap kinerja wasit, ia tidak menutupi kekecewaannya atas kegagalan Persebaya meraih kemenangan dengan unggul jumlah pemain menjadi alasan kuat bagi timnya untuk membidik tiga poin penuh.
“Saya tidak senang karena bermain di kandang dengan satu pemain lebih banyak, saya ingin menang,” kata pelatih berlisensi UEFA Pro itu.
Baca juga: Hasil Persebaya Vs Dewa United 1-1: Gol Penentu 3 Poin Dianulir VAR
Mengakui Kualitas Dewa United
Meski demikian, ia juga mengakui kualitas Dewa United yang dinilainya memiliki kedalaman skuad cukup baik.
Menurutnya, hasil imbang tersebut tidak sepenuhnya buruk, meski Persebaya layak meraih kemenangan.
“Kami juga harus melihat kualitas tim lawan. Mereka punya banyak pilihan pemain di bangku cadangan dan juga pemain-pemain tim nasional Indonesia yang tidak dimainkan, seperti Egy Maulana Vikri,” tutur Bernardo Tavares.
“Kami hanya dapat satu poin dan kehilangan dua poin di kandang. Artinya kami harus bekerja lebih keras, apalagi akan menghadapi Bali United,” pungkasnya.
Bajul Ijo kini menempati posisi ke-5 klasemen sementara Super League 2025-2026 dengan perolehan 32 poin.
Selanjutnya, tim akan menjalani laga tandang melawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Sabtu (7/2/2026).
Tag: #kritik #tavares #terhadap #kinerja #wasit #laga #persebaya #dewa #united