Kiper PSIR Rembang Dihukum Seumur Hidup Imbas Insiden Tendangan Kungfu di Liga 4
Kiper PSIR Rembang, Raihan Alfariq terlihat lakukan tendangan kungfu ke Gelandang Persikaba Blora, Rizal Dimas dalam laga terakhir fase grup Liga 4 Indonesia Grup A Jawa Tengah di Stadion Krida Rembang, Jawa Tengah, Rabu (21/1/2026)(Dok. Tangkapan layar video)
16:44
22 Januari 2026

Kiper PSIR Rembang Dihukum Seumur Hidup Imbas Insiden Tendangan Kungfu di Liga 4

- Insiden tendangan kungfu kembali mencuat dalam kompetisi Liga 4 2025-2026. Hal ini berimbas pada hukuman larangan seumur hidup untuk kiper PSIR Rembang.

Kiper PSIR, Raihan Al Fariq, terekam melakukan tendangan ke arah dada pemain Persikaba, Rizal Dimas Agesta, saat berupaya mengamankan bola.

Peristiwa ini terjadi pada laga Liga 4 Jawa Tengah antara PSIR Rembang vs Persikaba Blora, Rabu (21/1/2026), dan langsung menyita perhatian publik sepak bola nasional.

Akibat kejadian tersebut, Rizal Dimas tidak dapat melanjutkan pertandingan. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Rekaman video insiden itu diunggah oleh akun Instagram resmi Persikaba Blora dan menyebar luas di media sosial.

Rizal Dimas mengalami trauma serta luka pada bagian dada. Perwakilan manajemen Persikaba, Umbaran, menyampaikan kondisi terkini sang pemain.

“Posisi sudah di Blora. Rawat jalan dengan pengawasan dokter,” kata Umbaran.

“Hasil rontgen masih tahap observasi 2 sampai 3 hari ke depan, semoga baik-baik saja.”

“Kondisi pemain masih traumatik secara mental, dan butuh pemulihan, sehingga tidak mengikuti latihan, dan dirawat sementara di rumah,” lanjutnya.

          View this post on Instagram                      

A post shared by Persikaba Blora (@persikabaofficial)

Permintaan Maaf dari Pihak PSIR

Setelah insiden tersebut, pihak PSIR Rembang menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Permohonan maaf datang langsung dari Raihan Al Fariq dan manajer tim PSIR, Rasno.

“Saya sebagai kiper PSIR Rembang dalam laga melawan Persikaba Blora pada hari Rabu, 21 Januari 2026, sore tadi, saya dalam kesadaran penuh dan atas nama pribadi saya memohon maaf atas insiden yang menimpa salah satu pemain Persikaba Blora atas nama Rizal Dimas Agesta,” ujar Raihan.

“Insiden sore tadi murni akibat gerakan refleks saya tanpa ada sedikitpun niatan untuk mencederai saudara kami Rizal.”

“Saya juga minta maaf kepada segenap manajemen dan Official Persikaba Blora atas insiden sore tadi.”

“Begitu pula saya juga meminta maaf kepada manajemen dan Official PSIR Rembang,” tambahnya.

Sanksi Komdis PSSI Jateng

Komite Disiplin PSSI Jawa Tengah kemudian menggelar sidang terkait insiden tersebut. Ketua Komdis PSSI Jateng, Samuel Evan Haryono, menyampaikan hasil keputusan sidang.

“Agenda sidang fokus pada tindakan tidak sewajarnya yang dilakukan penjaga gawang PSIR Rembang nomor punggung 77, atas nama Raihan Alfariq,” ujar Samuel dikutip dari Tribun Banyumas.

“Hasil sidang menyatakan secara bulat, tanpa dissenting opinion, kami menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup serta denda sebesar Rp5 juta kepada yang bersangkutan.”

“Komite Disiplin menilai tindakan itu merupakan unsur kesengajaan,” tambahnya.

Selain itu, wasit pertandingan, Nur Yasin asal Kudus, juga dijatuhi sanksi larangan memimpin pertandingan selama satu tahun.

“Sesuai dengan Kode Disiplin PSSI, putusan Komdis masih dapat diajukan banding oleh pihak yang bersangkutan,” kata Samuel.

“Hukuman tidak hanya di Jawa Tengah tetapi juga secara nasional,” lanjutnya.

Insiden ini menambah catatan kejadian serupa di Liga 4 2025-2026, setelah sebelumnya terjadi di wilayah Jawa Timur dan Yogyakarta.

Tag:  #kiper #psir #rembang #dihukum #seumur #hidup #imbas #insiden #tendangan #kungfu #liga

KOMENTAR