Menlu Tanggapi Kritik Dino Patti Djalal soal Prabowo Sering ke Luar Negeri: Kita Harus Gaul
Menteri Luar Negeri RI Sugiono di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026).(KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)
20:30
3 Juni 2026

Menlu Tanggapi Kritik Dino Patti Djalal soal Prabowo Sering ke Luar Negeri: Kita Harus Gaul

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menanggapi kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal soal kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri. 

Sugiono menyinggung niat Presiden Prabowo sejak awal yang ingin berpegang pada prinsip bebas aktif dan menjalin hubungan baik dengan semua negara.

“Sejak awal Presiden juga menyampaikan bahwa kita adalah negara yang netral, beliau selalu mengatakan 1.000 kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,” ujar Sugiono di kantornya, Rabu (3/6/2026).

“Implementasinya ataupun konsekuensinya dari ini adalah ya itu tadi, kita harus hadir di banyak tempat, kita harus berkawan dengan semuanya. Istilahnya kan kita harus gaul, kan gitu,” tambah dia.

Baca juga: Dino Pati Djalal Singgung 17 Calon Dubes Asing “Terdampar” di Jakarta, Menlu: Minggu Ini Kami Jadwalkan

Sugiono mengaku belum menyaksikan secara penuh video Dino yang memberikan soal 5 saran tentang kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri.

Meski demikian, Sugiono mengatakan telah mendengar poin besarnya dan mengapresiasi setiap kritik maupun saran yang bertujuan untuk perbaikan.

“Sejujurnya saya belum lihat. Tapi saya dengar, terima kasih ya semua, saya kira semua saran, semua kritik dalam rangka perbaikan itu bagus, baik, tentu saja harus konstruktif, tentu saja juga harus berdasarkan pada fakta-fakta dan data-data yang saya kira akurat,” kata Sugiono.

Menurut Sugiono, kunjungan Presiden ke berbagai negara merupakan bagian dari amanat konstitusi yang menempatkan Indonesia sebagai bagian dari masyarakat internasional.

Sugiono menegaskan, setiap kunjungan luar negeri Presiden direncanakan secara matang dan didahului pembahasan diplomatik yang mendalam.

Dalam proses tersebut, Presiden menentukan isu, substansi, dan prioritas yang perlu dibahas sesuai perkembangan situasi global.

Menurut dia, dinamika dunia saat ini tidak bisa dihadapi dengan pendekatan konvensional karena berbagai kawasan tengah menghadapi konflik dan ketegangan geopolitik.

Baca juga: Dino Sebut Presiden Negara Lain Tak Direspons Prabowo Saat Mau Bertemu, Seskab Beri Klarifikasi

“Timur Tengah perang, banyak juga beberapa titik di dunia ini yang panas dan kita, sekali lagi, ini amanat undang-undang, Indonesia ingin terlibat dalam upaya perdamaian dan ketertiban dunia, ya secara proaktif menawarkan dirinya menawarkan Indonesia ini untuk jadi jembatan,” ucap dia.

Saat ditanya apakah diplomasi tatap muka lebih efektif dibandingkan pertemuan virtual, Sugiono menilai interaksi langsung tetap memiliki keunggulan tersendiri.

“Sama lah kayak kita juga. Kalau cuma telepon-teleponan aja kan beda sama ketemu langsung, kita bisa melihat bahasa tubuh, ada kedekatan personal dari situ kita bisa berbicara mengenai hal yang lebih banyak intinya itu,” pungkas dia.

Adapun Presiden Prabowo Subianto disarankan untuk mengurangi kunjungan kenegaraannya ke luar negeri.

Sederet perjalanan itu dinilai memboroskan anggaran negara di tengah kondisi ekonomi warga yang serba sulit.

Kegelisahan segenap masyarakat itu hendaknya ditanggapi secara serius terlepas dari berbagai kerja sama strategis yang dihasilkan perjalanan tersebut.

Baca juga: Meutya Hafid Ungkap Pertimbangan Prabowo Tunjuk Nanik sebagai Kepala BGN

Saran itu diutarakan Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal dalam rekaman video berdurasi 7 menit yang diunggahnya pada akun Instagramnya, @dinopattidjalal, Sabtu (30/5/2026).

Secara garis besar, isi video itu membahas tingginya intensitas kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo yang belakangan ini banyak dikomentari masyarakat luas.

”Sebagai sahabat lama Bapak, saya mewakili komunitas hubungan internasional, dan banyak rakyat Indonesia, mengimbau Presiden Prabowo untuk secara signifikan mengurangi perjalanan ke luar negeri, dan tidak menganggap remeh jeritan publik mengenai hal ini,” kata Dino, dalam videonya.

Tag:  #menlu #tanggapi #kritik #dino #patti #djalal #soal #prabowo #sering #luar #negeri #kita #harus #gaul

KOMENTAR