Daker Mekkah Antisipasi Jemaah Kelelahan dan Lupa Arah di Mina
– Fase mabit (bermalam) di Mina dan prosesi lempar jumrah di Jamarat menjadi salah satu tahapan paling krusial sekaligus menguras fisik dalam rangkaian ibadah haji.
Selain kelelahan karena jarak yang cukup jauh, jemaah juga mungkin tersasar saat pulang menuju tenda.
Kadaker Makkah, Ihsan Faisal, menjelaskan bahwa posisi Kantor Daker Makkah yang berada dekat dengan area Jamarat menjadi lokasi yang strategis untuk mengarahkan dan menampung jemaah yang kehilangan arah setelah melakukan mobilitas ibadah.
"Jadi setelah melaksanakan jumrah atau mau kembali ke hotelnya tidak tahu, sehingga kita arahkan mereka untuk beristirahat dulu di Daker Makkah," kata Ihsan Faisal, Kamis (28/5/2026).
Baca juga: PPIH Arab Saudi Larang Jemaah Haji Lempar Jumrah Pukul 10.00-14.00 WAS
Menurutnya, petugas menerapkan Prosedur Operasi Standar (SOP) pelayanan yang mengutamakan pemulihan kondisi jemaah.
Begitu tiba di kantor Daker, jemaah langsung diberikan konsumsi berupa makanan dan minuman, serta fasilitas tempat untuk merebahkan diri.
Setelah kondisi fisik jemaah dinilai sudah kembali pulih dan segar, petugas PPIH Arab Saudi akan mengantarkan mereka.
“Kita akan antarkan ke tenda masing-masing, sesuai dengan markaznya seperti itu," ujar Ihsan Faisal memastikan komitmen penanganan petugas di lapangan.
Jalur Jamarat
Agar jemaah tidak salah mengambil jalan, Ihsan menguraikan peta area Jamarat yang kini telah mengalami perkembangan infrastruktur yang sangat modern berbentuk bangunan multi-lantai.
Bagi jemaah haji Indonesia yang bergerak dari tenda-tenda di Mina, jalur utama yang disediakan umumnya mengarah ke lantai tiga.
Secara ringkas, alur pergerakan dimulai dari tenda jemaah yang masuk ke terowongan pertama.
Setelah menyusuri terowongan dan melewati area terbuka sejenak, jemaah akan masuk ke terowongan kedua yang langsung terhubung dengan area Jamarat lantai tiga.
Baca juga: Hadapi Puncak Haji, 1.356 Petugas Satgas Mina dan Tim Darurat Disiagakan di Jamarat
Di lantai ini, jemaah dapat langsung berjalan memutar untuk melempar jumrah Ula, Wustha, dan Aqobah secara berurutan.
Setelah selesai melempar jumrah Aqobah, jemaah cukup berputar belok ke kanan untuk menyusuri jalur kembali ke tenda masing-masing.
Sementara itu, untuk jemaah yang berada di wilayah Syisah atau Raudhah dan melaksanakan program tanazul, mereka dapat menggunakan akses langsung menuju lantai satu.
Melalui pembagian alur per lantai ini, kepadatan jemaah dapat terurai dengan sangat baik.
"Rata-rata kalau harus jemaah dari tenda-tenda kita di Mina, itu melalui third floor atau lantai ketiga, karena arahnya cukup strategis dan cukup mudah dikenali oleh jemaah," jelasnya.
Tips di Jamarat
Mengingat beratnya medan di fase Mina, Ihsan Faisal membagikan sejumlah tips penting bagi jemaah haji untuk mengukur kemampuan diri dan mengantisipasi kelelahan fisik.
Hal paling utama yang ditekankan adalah pentingnya jemaah untuk disiplin mematuhi jadwal lempar jumrah yang telah ditetapkan dan dirilis resmi oleh pemerintah Arab Saudi.
"Kalau misalkan mau melakukan lempar jumrah, yang pertama tentu harus sesuai dengan jadwalnya," tegas Ihsan.
Baca juga: Kementerian Haji Minta Jemaah Utamakan Keselamatan Selama Fase Mina
Jemaah Indonesia diminta untuk tidak melempar jumrah di jam-jam 10.00 hingga 14.00 waktu Arab Saudi.
Larangan ini dikeluarkan dengan mempertimbangkan cuaca yang panas dan kepadatan tinggi.
Selain itu, jemaah harus membawa air minum, makanan secukupnya, serta Alat Pelindung Diri (APD) seperti payung, topi, atau semprotan air untuk menjaga kesegaran wajah di tengah cuaca panas.
Jemaah juga disarankan menggunakan alas kaki yang nyaman untuk menghindari luka kaki akibat berjalan jauh. Terakhir, jemaah diminta bergerak dalam kelompok dan selalu bersama.
Tag: #daker #mekkah #antisipasi #jemaah #kelelahan #lupa #arah #mina