Wakil Ketua DPD: Eksploitasi di Papua Bukan Baru, Itu dari Dulu
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Yorrys Raweyai di Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026).(KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)
12:58
26 Mei 2026

Wakil Ketua DPD: Eksploitasi di Papua Bukan Baru, Itu dari Dulu

- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Yorrys Raweyai mengungkapkan bahwa eksploitasi alam di tanah Papua bukan peristiwa anyar.

“Eksploitasi di Papua itu bukan baru. Itu dari dulu ya, kita mesti tahu juga,” kata Yorrys, di Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026).

Namun, Yorrys menilai, kondisi yang paling parah saat ini terjadi dalam proyek Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke, Papua Selatan.

Ia menyoroti pembukaan lahan seluas 2,5 juta hektar yang dinilai berdampak besar terhadap hutan di wilayah tersebut.

Baca juga: Menhan Sjafrie Minta Prajurit TNI di Papua Jaga Hubungan Baik dengan Rakyat

Menurut Yorrys, pemerintah tidak bisa menganggap kawasan itu sebagai tanah kosong.

“Anda tahu bahwa Merauke itu, atau Provinsi Papua Selatan itu, penduduknya kurang daripada satu juta kan. Itu dibongkar hutan itu 2,5 juta hektar,” ujar dia.

Yorrys mengaku pernah mempertanyakan hal itu kepada Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.

Ia menanyakan ke mana hasil penebangan hutan dari proyek pembukaan lahan untuk padi dan tebu tersebut.

“Kalau itu dibuka untuk padi dan tebu, pertanyaannya hutan itu dihabisin ke mana gitu? Kan pasti ada pemotongan hutan kan? Pembukaan lahan. Nah, sekarang ini ke mana itu kayu-kayu? Kan ini bukan tandus, ini bukan di Timur Tengah kan,” ujar dia.

Baca juga: DPD RI Sepakat Bentuk Pansus Penanganan Konflik dan Kemanusiaan Papua

Ia menilai, pembukaan hutan besar-besaran itu berpotensi merusak tatanan lingkungan dan kehidupan masyarakat di Papua.

Karena itu, Yorrys meminta berbagai pihak terus menyuarakan persoalan kerusakan hutan, tidak hanya di Papua, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia yang berkaitan dengan proyek PSN.

Tag:  #wakil #ketua #eksploitasi #papua #bukan #baru #dari #dulu

KOMENTAR