Aparat Memburu Penipu Pendirian SPPG yang Bikin Rugi Miliaran Rupiah
- Polisi dan Badan Gizi Nasional (BGN) memburu penipu pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena sudah banyak orang tertipu dengan janji-janji pihak culas itu.
BGN melalui Wakil Kepala Sony Sonjaya mengungkapkan adanya laporan masyarakat terkait penipuan berkedok pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Para pelaku itu pun kini diburu, polisi membantu perburuan itu.
“Satgas MBG Polri mendukung penuh penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang menyalahgunakan program MBG untuk mengambil keuntungan dengan cara-cara yang menyimpang atau melanggar hukum,” ujar Kepala Satgas MBG Polri, Irjen Nurworo Danang di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).
Baca juga: BGN Gandeng Polri Tindak Kasus Jual Beli Titik SPPG
Modus "pemain" dapur MBG beragam, mulai dari menjual lokasi SPPG, mengaku-ngaku dekat dengan pejabat BGN, hingga menjanjikan nomor identitas SPPG kepada calon mitra dengan imbalan uang puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Sony beserta jajaran BGN telah mendatangi Bareskrim Polri untuk berkoordinasi terkait maraknya laporan dugaan penipuan tersebut di berbagai daerah.
“Kami berkoordinasi dengan Satgas MBG Polri dan juga tadi berkomunikasi dengan Bareskrim berkaitan dengan banyaknya laporan pada beberapa daerah yang para pelapor tersebut merupakan korban penipuan dari pihak-pihak yang mengaku orang dekat dengan pejabat BGN atau bahkan mungkin mengaku sebagai pejabat BGN,” kata Sony di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, kemarin.
Baca juga: Modus Penipuan Jual Beli Titik SPPG: Mengaku Pejabat BGN
Modus jual beli lokasi SPPG
Modus jual beli lokasi atau titik SPPG dijalankan penipu lewat cara menawarkan perbantuan kepada calon korban.
Sony menjelaskan, mekanisme resmi pendaftaran program MBG dilakukan langsung oleh yayasan melalui portal mitra.bgn.go.id, bukan lewat cara lain.
Dalam proses itu, yayasan harus melengkapi berbagai dokumen legal, seperti nomor AHU, NPWP, dan NIB.
Setelah diverifikasi, yayasan baru dapat mengajukan lokasi pembangunan dapur SPPG beserta desain dan dokumen kepemilikan lahan.
Setelah lolos tahap awal, peserta diminta mengunggah progres pembangunan secara bertahap.
Namun, menurut Sony, celah ini dimanfaatkan sejumlah oknum untuk melakukan penipuan.
“Mereka mendaftar dulu kemudian setelah mendapatkan ID SPPG, setelah mendapat tahap pertama, dia sebenarnya tidak membangun tetapi dia menawarkan diri seolah-olah dia pejabat BGN atau mempunyai relasi dengan BGN mengatakan, ‘Saya bisa membantu kamu, saya bisa membantu kamu,’ kemudian mengurus mendapatkan ini. Nah, terjadilah di situ transaksi," jelas Sony.
Baca juga: BGN Sebut Penipuan Berkedok Titik SPPG Rugikan Korban Miliaran Rupiah
Pelaku kemudian menjanjikan kepada calon mitra bahwa mereka bisa membantu mempercepat atau meloloskan pengajuan titik dapur MBG.
Selain itu, ada pula modus lain dengan mengatasnamakan yayasan yang menampung banyak calon pendaftar.
Korban kemudian diminta menyetor uang dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp 25 juta hingga Rp 50 juta, namun tidak pernah mendapatkan identitas SPPG yang dijanjikan.
“Kemudian ada juga yang modelnya seperti LSM, membentuk sebuah perusahaan, sama juga menjanjikan kepada orang-orang untuk mendapatkan ID titik," ungkapnya.
Ia menegaskan, BGN tidak pernah bekerja sama dengan organisasi ataupun perusahaan tertentu dalam proses pendaftaran titik SPPG.
“BGN sekali lagi tidak pernah bekerja sama dengan organisasi, dengan kelompok perusahaan mana pun untuk pendaftaran titik-titik SPPG. Murni yayasan yang mendaftarkan,” kata dia.
Korban mulai bermunculan, kerugian Rp 1,9 miliar
Sony mengungkapkan, kasus dugaan penipuan tersebut kini mulai ditangani sejumlah kepolisian daerah.
Salah satu kasus yang menonjol berada di wilayah Jawa Barat dengan total kerugian mencapai Rp 1,9 miliar.
“Di Jawa Barat yang baru lapor itu 21 orang,” beber Sony.
Menurut dia, rata-rata korban mengalami kerugian sekitar Rp 100 juta per orang.
Selain di Jawa Barat, laporan serupa juga muncul di Lombok Timur dan Batam.
Di Batam, polisi disebut telah mengantongi terduga pelaku dengan total kerugian sekitar Rp 400 juta dan dua orang korban.
Ia juga mengaku menerima informasi adanya sekitar 20 korban lain yang diduga ditipu oleh sebuah yayasan terkait pengurusan titik MBG.
Namun, kasus tersebut masih dipelajari sebelum diarahkan membuat laporan resmi ke kepolisian.
BGN tepis ada dugaan keterlibatan pihak internal
Saat ditanya soal kemungkinan keterlibatan oknum internal BGN dalam praktik tersebut, Sony mengatakan hal itu masih menunggu hasil penyidikan polisi.
“Hasil penyidikan nanti yang faktanya akan mengungkap apakah ada korelasi, apakah ada relasi dengan orang-orang di BGN atau tidak. Tapi saya yakin sementara ini saya katakan tidak ada sampai nanti ada fakta dan bukti yang menunjukkan ada," ujar Sony.
Sony mengaku sebelumnya sempat mendengar isu terkait praktik jual beli titik MBG, tetapi belum terlalu memfokuskan perhatian karena sibuk mengejar target penerima manfaat program.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Kini, setelah laporan korban semakin banyak bermunculan, BGN mulai turun langsung melakukan koordinasi dengan kepolisian di berbagai daerah.
“Saya harus turun gunung saya datang ke polres-polres, ke polda-polda memastikan betul-betul bahwa ini ada korbannya," jelasnya.
Polri siap tindak pelaku
Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) MBG Polri Irjen Nurworo Danang memastikan Polri mendukung penuh langkah penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang memanfaatkan program MBG untuk mencari keuntungan pribadi.
“Polri mendukung penuh dalam rangka penegakan hukum bagi pihak-pihak yang menyalahgunakan program MBG ini," tegas Danang dalam kesempatan sama.
Baca juga: BGN Sebut Penipuan Berkedok Titik SPPG Rugikan Korban Miliaran Rupiah
Ia meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan praktik jual beli titik ataupun penyimpangan lain dalam program MBG.
Menurut Danang, laporan bisa disampaikan ke polres maupun polda setempat agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Tentunya ini perlu dukungan dari seluruh pihak, kita mengawal program MBG ini bisa benar-benar terlaksana dan memberi manfaat kepada seluruh masyarakat," kata dia.
Tag: #aparat #memburu #penipu #pendirian #sppg #yang #bikin #rugi #miliaran #rupiah