Wamenhan Sebut 400 Karyawan BUMN yang Digembleng TNI Punya IQ di Atas 120
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto mengungkapkan bahwa 400 karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengikuti Presidential Future Leaders Program (PFLP) mempunyai Intelligence Quotient (IQ) di atas 120.
Mereka mengikuti pelatihan kedisiplinan dan pembinaan karakter di Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan (Kodiklat) TNI, Buaran, Serpong, Tangerang Selatan mulai hari ini, Rabu (20/5/2026).
“Tadi sudah saya sampaikan kepada para Dirut BUMN, ini (peserta PFLP) merupakan aset yang sangat bagus. IQ mereka rata-rata di atas 120, kecerdasannya sangat luar biasa,” ujar Donny saat ditemui di Kodiklat TNI, Rabu.
Baca juga: Ikuti Arahan Prabowo, TNI Gembleng 400 Karyawan BUMN ala Militer Selama 3 Bulan
Oleh karena itu, Kementerian Pertahanan melalui TNI memberikan pendidikan, pelatihan, pembinaan karakter untuk modal sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
“Jadi saya rasa, tentu (peserta yang ikut PFLP) akan (menerima) ada credit point dari mereka yang melaksanakan kegiatan-kegiatan ini,” ujar Donny.
Donny menyampaikan, PFLP merupakan hasil arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul di lingkungan pemerintahan, termasuk BUMN.
Dari 1.068 pegawai yang diundang mengikuti seleksi, sekitar 700 orang hadir dan 400 orang dinyatakan lolos pada batch pertama.
Jumlah peserta terdiri dari 272 pria dan 128 perempuan.
Baca juga: Menhan Ungkap Tugas Baru Prajurit: TNI AD Tanam Jagung dan Padi, TNI AL Kedelai
Selama di Kodiklat TNI, peserta akan mendapat pelatihan kedisiplinan, nasionalisme, jiwa kebangsaan, kebersamaan, hingga daya juang.
“Yang pertama ini kita didik adalah dari BUMN. Kebetulan BUMN tahun lalu sudah merekrut karyawan dan tahun ini juga sudah merekrut karyawan,” kata Donny.
“Nah, kita berdayakan karyawan-karyawan yang baru direkrut itu untuk kita seleksi, untuk kita didik di program ini,” ucap dia lagi.
Donny menegaskan, pelatihan dasar militer yang diberikan bukan untuk menjadikan peserta sebagai prajurit, melainkan sebagai sarana pembentukan karakter.
“Itu adalah basic-basic yang kita ajarkan. Demikian juga dalam baris-berbaris, ini contoh ya, dalam berbaris-berbaris saja ini mengajarkan filosofi kebersamaan, kerapian, disiplin, dan sebagainya. Jadi jangan dilihat negatifnya, kemiliteran mereka nanti akan dididik militer, tidak. Tapi itu merupakan bentuk pembinaan karakter,” tegas dia.
Baca juga: Tempatkan 1 Batalyon TNI di Tiap Kabupaten, KSAD: Warga Sampai Nanya, di Kami Kapan?
Ia menambahkan, para peserta juga akan dibiasakan menjalani pola hidup disiplin selama pendidikan, seperti bangun pagi, senam bersama, dan mengikuti aturan keseharian di lingkungan Kodiklat TNI.
Setelah menyelesaikan pelatihan di Kodiklat, peserta akan mengikuti pendidikan manajerial di Danantara Corporate University selama empat bulan.
Materi yang diberikan meliputi kemampuan manajemen, pengambilan keputusan, proses analisis, hingga keamanan siber.
Pada tahap akhir, peserta akan menjalani magang lintas institusi selama dua bulan.
Donny mencontohkan, pegawai BUMN sektor energi bisa ditempatkan magang di Kementerian ESDM untuk memahami tata kelola pemerintahan dan industri.
Baca juga: Menhan: Prajurit TNI Bisa Jadi Imam dan Khatib di Masjid
“Jadi saya rasa tentu akan ada credit point dari mereka yang melaksanakan kegiatan-kegiatan ini. Tapi tidak menjamin bahwa lulus dari sini langsung menjadi direktur, tidak juga. Ada tahapan-tahapan yang harus diikuti, pengayaan-pengayaan harus dilakukan,” imbuh dia.
Menurut Donny, program serupa juga akan dibuka untuk batch berikutnya, termasuk kemungkinan melibatkan aparatur sipil negara (ASN).
Tag: #wamenhan #sebut #karyawan #bumn #yang #digembleng #punya #atas