Maraknya Kekerasan Seksual di Ponpes, Gus Rozin: Ada Framing yang Berlebihan
- Ketua Majelis Masyayikh, Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, menyebutkan bahwa ada narasi yang direkayasa terkait kekerasan di Pondok Pesantren (Ponpes).
“Saya kira juga ada framing yang berlebihan. Jadi, fakta internal kekerasan ada, fakta dari luar bahwa ada engineered narration itu juga ada,” kata Rozin dalam Sarasehan Nasional Temu Nasional Pondok Pesantren di Grand Mercure Hotel Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/5/2026).
Baca juga: Awal Mula Dugaan Pencabulan Santri oleh Pengasuh Ponpes di Ponorogo Terungkap
Menurut dia, respons pesantren terhadap isu kekerasan berbeda-beda.
Ada pesantren yang tetap mempertahankan pola lama, termasuk sistem hukuman atau takzir.
Ada pula yang berubah total hingga, menurutnya, lebih menyerupai sekolah berasrama daripada pesantren.
“Atau kemudian ada yang setengah-setengah ya, mencoba beradaptasi. Yang ketiga ini yang saya kira paling banyak dan paling penting,” jelas dia.
Baca juga: Dua Kasus Kekerasan Seksual dalam Sebulan, PWNU Jateng Akui Pengawasan Ribuan Ponpes Sangat Terbatas
Gus Rozin mengatakan, pihaknya sempat melakukan survei sederhana terkait pemberitaan kasus kekerasan di pesantren.
Dari pengamatan itu, ia melihat pola pemberitaan yang hampir sama dalam dua tahun terakhir.
Ia mencontohkan, isu kekerasan di pesantren mulai muncul pada awal tahun, lalu pemberitaannya meningkat tajam pada periode Mei hingga Agustus.
Setelah itu, intensitas pemberitaan mulai menurun.
“Kemudian bombardir berita itu ada pada bulan 5 sampai bulan 7. Itu terjadi pada tahun 2024 dan 2025,” kata dia.
Baca juga: Idap Penyakit Menular Seksual, Santri di Lombok Tengah Bongkar Aksi Bejat Guru Ponpes
Menurut Gus Rozin, derasnya pemberitaan tersebut berdampak besar terhadap citra dan martabat pesantren, terutama terhadap institusi kepengasuhan dan para kiai.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberadaan kasus kekerasan di pesantren tidak bisa dipungkiri.
Setelah gelombang pemberitaan mereda, kata dia, sorotan biasanya bergeser pada persoalan tata kelola dan pengawasan lembaga terkait, termasuk negara dan Kementerian Agama.
Tag: #maraknya #kekerasan #seksual #ponpes #rozin #framing #yang #berlebihan