Indonesia dan 12 Negara Desak Israel Bebaskan Aktivis Armada Global Sumud
Indonesia berpartisipsi dalam Global Sumud Parliamentary Congress yang berlangsung di Brussels, Belgia, Selasa (22/4/2026).(Dok Dompet Dhuafa)
12:58
7 Mei 2026

Indonesia dan 12 Negara Desak Israel Bebaskan Aktivis Armada Global Sumud

Indonesia bersama Turkiye, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya, Malaysia, Maladewa, Mauritania, Pakistan, Afrika Selatan, dan Spanyol mendesak Israel membebaskan para aktivis Armada Global Sumud yang ditahan secara ilegal pada 30 April 2026.

Pernyataan ini ditegaskan menteri luar negeri (menlu) dari ke-13 negara serta diunggah lewat akun X Kementerian Luar Negeri Indonesia, @Kemlu_RI, Kamis (7/5/2026).

"Para menteri sangat prihatin atas keselamatan para aktivis sipil dan mendesak otoritas Israel untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna memastikan pembebasan mereka segera," tulis unggahan Kemenlu RI.

Baca juga: Indonesia dan 12 Negara Kutuk Keras Serangan Israel ke Armada Global Sumud

Indonesia dan ke-12 negara itu menilai serangan Israel terhadap kapal-kapal dan penahanan ilegal para aktivis kemanusiaan di perairan internasional merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional.

Mereka juga mengutuk keras serangan Israel terhadap Armada Global Sumud.

Sebagai informasi, Armada Global Sumud merupakan koalisi aktivis kemanusiaan internasional yang membawa bantuan kemanusiaan untuk menembus blokade Israel di Gaza.

"Para Menteri juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk memenuhi kewajiban moral dan hukum mereka untuk menegakkan hukum internasional, melindungi warga sipil, dan memastikan pertanggungjawaban atas pelanggaran-pelanggaran ini," tulis Kemenlu.

Baca juga: PBB Tekan Israel Bebaskan 2 Aktivis Global Sumud Flotilla

Sebelumnya diberitakan, Israel telah menculik ratusan aktivis Global Sumud Flotilla dalam operasi di perairan internasional dekat Pulau Kreta, Yunani, Kamis (30/4/2026).

Insiden ini memicu kecaman internasional, terutama karena lokasi pencegatan yang dianggap sangat jauh dari zona blokade Gaza.

"Kapal-kapal kami dikepung secara ilegal oleh kapal-kapal Israel," tulis pernyataan resmi Global Sumud Flotilla.

Penyelenggara mengeklaim, setidaknya 22 dari total 58 kapal dalam armada tersebut telah diserbu oleh pasukan militer.

Baca juga: Armada Global Sumud Flotilla Kembali Dicegat Israel, Laporkan Situasi Darurat

"Pada saat pernyataan ini diterbitkan, pasukan Israel telah menyerbu setidaknya 22 kapal armada sebagai bentuk pelanggaran nyata terhadap hukum internasional," lanjut pernyataan tersebut.

Aktivis yang berada di atas kapal, Yasmine Scola, juga menegaskan hal senada, sebagaimana dilansir dari AFP.

Dia menyebut rekan-rekannya telah diculik oleh Israel, sembari menekankan bahwa kapalnya hanya membawa bantuan kemanusiaan.

"Kapal saya membawa perlengkapan sekolah dan makanan," ujar Scola.

Tag:  #indonesia #negara #desak #israel #bebaskan #aktivis #armada #global #sumud

KOMENTAR