Dudung Abdurrachman Bakal Buka Posko Pengaduan 24 Jam, Pengamat: Kalau Bisa 26 Jam
Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno menyebut, ada menteri Kabinet Merah Putih yang kemungkinan tak tersentuh reshuffle. (Fitria)
12:42
1 Mei 2026

Dudung Abdurrachman Bakal Buka Posko Pengaduan 24 Jam, Pengamat: Kalau Bisa 26 Jam

- Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurrachman berencana membuka layanan pengaduan masyarakat selama 24 jam.

Langkah ini dinilai sebagai upaya pemerintah memperbaiki komunikasi dengan publik yang selama ini kerap menuai kritik.

Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, bahkan menyarankan agar layanan tersebut berjalan lebih dari 24 jam.

“Kalau tidak salah, statement Pak Dudung kemarin, sesaat setelah dilantik, akan membuka pengaduan 24 jam terkait dengan keluhan, aspirasi, dan protes masyarakat. Kalau boleh usul, jangan 24 jam, kayak warung Madura, 26 jam. Itu lebih cocok," kata Adi, dalam tayangan YouTube Gaspol Kompas.com, Jumat (1/5/2026).

Baca juga: Prabowo Ingin Bangun “Kota Baru” untuk Kaum Buruh

Adi menilai, pembukaan posko pengaduan ini menunjukkan keterbukaan pemerintah dalam menampung aspirasi, keluhan, hingga kritik masyarakat secara langsung.

Menurut dia, selama ini publik kerap menilai pemerintah kurang menyediakan kanal komunikasi yang efektif.

Aspirasi masyarakat, kata Adi, sering kali hanya berhenti di media sosial tanpa tindak lanjut yang jelas.

“Selama ini kita sering mendengarkan, kan, kok kayaknya pemerintah ini tidak mau mendengarkan suara-suara dari publik. Kok selama ini pemerintah seakan-akan berhenti hanya kritik di media sosial dan kemudian aspirasi itu tidak ada jalur dan kanalnya," ujar dia.

Dengan adanya layanan pengaduan 24 jam, Adi berharap KSP dapat menjadi penghubung yang lebih aktif antara masyarakat dan pemerintah.

Selain menampung aspirasi, KSP juga diharapkan mampu memastikan setiap laporan ditindaklanjuti oleh kementerian atau lembaga terkait.

Adi melihat penunjukan Dudung sebagai KSP juga berkaitan dengan upaya memperkuat koordinasi dan komunikasi internal pemerintah.

Baca juga: Prabowo Telepon Dasco, Titip Salam untuk Massa Buruh di DPR

Ia menilai, KSP memiliki peran penting dalam mengonsolidasikan informasi terkait kinerja para menteri, wakil menteri, dan kepala badan agar lebih tersampaikan ke publik.

“Karena kan selama ini kurang lebih sekitar setahun setengah lah pemerintahan berjalan, kan kita juga sering mendengarkan pernyataan Menteri, Wakil Menteri, Kepala Badan yang seakan-akan sudah begitu banyak mengerjakan banyak hal di bidangnya masing-masing,cuma tidak sampai ke publik," ujar Adi.

Menurut Adi, sosok Dudung dianggap memiliki kapasitas dari sisi jejaring dan kewibawaan untuk menjalankan fungsi tersebut.

Hal itu dinilai penting agar komunikasi antara KSP dan para pejabat di kementerian/lembaga berjalan efektif.

“Kepala KSP ini apa pun ya minimal kewibawaan secaraleadership dan kepemimpinan, juga relatif agak didengarkan oleh Menteri, Wakil Menteri, dan Kepala Badan," tutur dia.

Adi juga menyinggung praktik serupa pada era pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menempatkan figur berlatar belakang militer di posisi KSP, seperti Moeldoko.

Menurut dia, figur dengan latar belakang tersebut dinilai mampu membangun komunikasi yang lebih kuat dengan para pejabat pemerintah.

Selain membuka posko pengaduan, Adi berharap KSP juga aktif merespons berbagai kritik di media sosial dengan data yang akurat.

“Dan yang paling penting, apa pun aspirasinya ya harus dicarikan solusinya. Kan itu yang diinginkan oleh banyak," ungkap dia.

Sebelumnya diberitakan, Dudung menyampaikan akan membuka layanan pengaduan masyarakat yang dapat diakses selama 24 jam.

Baca juga: Prabowo Janji Bangun 1 Juta Rumah Dekat Kawasan Industri

Layanan ini dirancang untuk menampung aspirasi dan langsung menyalurkannya ke kementerian atau lembaga terkait.

“Sebagai KSP tentunya nanti saya sebagai penghubung antara masyarakat dengan pemerintah sehingga apa yang menjadi keluhan-keluhan ini saya akan buka 24 jam laporan-laporan dari masyarakat, termasuk mengevaluasi dan memantau program-program kementerian lembaga, termasuk bekerja sama dengan kementerian dan pemerintah-pemerintah daerah," ucap Dudung, usai dilantik jadi KSP di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Tag:  #dudung #abdurrachman #bakal #buka #posko #pengaduan #pengamat #kalau #bisa

KOMENTAR