Imigrasi Usut Penyebar Hoaks 3 Juta Data Bocor di Dark Web
Direktorat Jenderal Imigrasi tengah mengusut penyebaran hoaks tentang 3 juta data Imigrasi yang disebut telah dibocorkan dan diperjualbelikan di situs dark web oleh seseorang.
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menegaskan informasi tersebut tidak benar.
“Hoaks. Sedang kita usut,” kata Hendarsam saat ditemui di Hotel Pullman, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026).
Baca juga: Kemenlu: Situasi di Timur Tengah Berangsur Stabil, Tak Ada Serangan Rudal
Beredar di media sosial unggahan yang menyebutkan adanya kebocoran 3 juta data imigrasi Indonesia yang diperjualbelikan di situs gelap.
Informasi tersebut salah satunya diunggah oleh akun X @DailyDarkWeb.
Dalam unggahan itu, disebutkan seorang peretas berhasil membobol sistem eVisa Indonesia dan mengakses jutaan data, seperti nomor paspor, identitas visa, nama lengkap, hingga status visa.
Hendarsam pun menegaskan penyebaran informasi palsu seperti ini tidak boleh dibiarkan.
Imigrasi juga menemukan indikasi akun penyebar hoaks merupakan akun baru yang diduga sengaja dibuat untuk menyebarkan informasi tersebut.
Baca juga: Baleg Siapkan Omnibus RUU Ketenagakerjaan, Atur PHK hingga Outsourcing
“Artinya mens rea-nya udah ada, dia buat akunnya itu memang untuk menyebarkan itu kan seperti itu. Jadi tinggal kita tindak lanjuti,” tegas dia.
Hendarsam memastikan sistem keamanan digital Imigrasi dalam kondisi baik dan berlapis.
Ia juga menegaskan, hasil pengecekan menunjukkan data yang diklaim bocor bukan berasal dari sistem Imigrasi.
“Jadi itu kita katakan itu hoaks. Sistem keamanan digital kita sudah cukup baik, cukup kuat, dan berlapis. Tidak masuk akal kalau itu dari kita dan sudah kita cek bukan dari kita,” jelas dia.
Tag: #imigrasi #usut #penyebar #hoaks #juta #data #bocor #dark