Hilirisasi Fase II: Tak Sekadar Industri, tapi Kesejahteraan Rakyat
Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti.(KOMPAS.com/ ELSA CATRIANA)
19:32
30 April 2026

Hilirisasi Fase II: Tak Sekadar Industri, tapi Kesejahteraan Rakyat

- Kelanjutan proyek hilirisasi nasional fase II mengemban misi besar dalam meningkatkan nilai ekonomi dan pendapatan negara.

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menjelaskan, aspek yang tak kalah krusial adalah sejauh mana program ini mampu memberikan dampak sosial nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Direktur Program INDEF Esther Sri Astuti menyampaikan hal tersebut usai Presiden Prabowo Subianto bersama CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani meresmikan groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional fase II senilai Rp 116 triliun di Refinery Unit IV Cilacap, Rabu (29/4/2026).

Proyek ini dibangun sebagai bagian dari percepatan transformasi industri berbasis nilai tambah sumber daya alam.

"Ini bisa menjadi peluang baik jika ada peningkatan produktivitas sektor yang menjadi fondasi penting dalam keberhasilan hilirisasi," kata Esther dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).

Baca juga: Presiden Prabowo Resmikan 13 Proyek Hilirisasi, Danantara Jadi Mesin Ekonomi

Menurut Esther, hilirisasi nasional fase II ini akan mampu memberikan nilai tambah dan ekonomi pengolahan dalam negeri.

Selain itu, hilirisasi nasional fase II ini dapat meningkatkan nilai ekspor dan menambah pendapatan negara secara signifikan. Esther mencontohkan pengolahan nikel, sawit dan tembaga.

Lebih jauh, Esther juga menyoroti perlunya sentuhan inovasi dan teknologi. Penerapan teknologi modern dalam proses pengolahan, termasuk pembangunan fasilitas seperti smelter, hal tersebut dapat mendorong efisiensi operasional sekaligus meningkatkan kualitas hasil produksi.

"Dengan demikian, hilirisasi tidak hanya menjadi proses industrialisasi, tetapi juga perjalanan menuju ekonomi yang lebih maju, adaptif, dan berkelanjutan," imbuh dia.

Esther juga optimististis hilirisasi nasional fase II ini mampu memberikan dampak sosial.

"Penciptaan kawasan industri di daerah tentu saja akan berdampak membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani/penambang, dan kesejahteraan masyarakat lokal," kata dia.

Menjawab pentingnya sentuhan inovasi, dalam seremoni groundbreaking tersebut, Presiden Ri Prabowo Subianto menerangkan, hilirisasi harus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan terus dikaji, dengan keberanian untuk menyesuaikan rencana apabila tersedia teknologi yang lebih baik, lebih efisien, dan lebih menguntungkan bagi rakyat.

Dengan demikian, setiap keputusan benar-benar berbasis perhitungan objektif dan memberi dampak optimal.

Policy and Program Director Prasasti Piter Abdullah (tengah) dan Research Director Prasasti Gundy Cahyadi (kanan) dalam Exclusive Interview Dampak Eksalasi Konflik Iran-AS terhadap Indonesia di Jakarta, Kamis (12/3/2026).KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI Policy and Program Director Prasasti Piter Abdullah (tengah) dan Research Director Prasasti Gundy Cahyadi (kanan) dalam Exclusive Interview Dampak Eksalasi Konflik Iran-AS terhadap Indonesia di Jakarta, Kamis (12/3/2026).Secara terpisah, Direktur Program dan Kebijakan, Center for Policy Studies Prasasti Piter Abdullah menilai hilirisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas yang selama ini diekspor dalam bentuk mentah. Ia mencontohkan kelapa yang kerap langsung dikirim ke luar negeri tanpa proses lanjutan memiliki nilai ekonomi terbatas.

“Hilirisasi itu ya sederhananya adalah upaya untuk meningkatkan nilai tambah,” ujar dia.

Piter melihat percepatan pelaksanaan program hilirisasi dari fase awal hingga fase berikutnya sebagai sinyal positif.

“Ini cukup agresif, karena sekali lagi hilirisasi ini sebuah proses panjang, bukan instan,” kata dia.

Piter juga menilai konsistensi pemerintah dalam menjalankan tahapan tersebut menunjukkan keseriusan agar program ini memberikan dampak besar, mulai dari peningkatan penerimaan negara hingga penciptaan lapangan kerja.

Tag:  #hilirisasi #fase #sekadar #industri #tapi #kesejahteraan #rakyat

KOMENTAR