Dankor Brimob: Penanganan Massa Sekarang Tidak Harus dengan Kekerasan
Komandan Korps (Dankor) Brimob Polri Komjen Ramdani Hidayat saat sesi jumpa pers di Lapangan Mako Korbrimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa (21/4/2026).(KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA)
17:46
21 April 2026

Dankor Brimob: Penanganan Massa Sekarang Tidak Harus dengan Kekerasan

Komandan Korps (Dankor) Brimob Polri Komjen Ramdani Hidayat menegaskan, pendekatan dalam penanganan aksi massa saat ini tidak lagi mengedepankan kekerasan, melainkan mengutamakan langkah persuasif dan humanis.

Penanganan massa sekarang tidak harus dengan kekerasan ya. Kita tunjukkan dulu pakai soft power," kata Ramdani di Mako Korbrimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan, dalam setiap pengamanan aksi unjuk rasa, fungsi kepolisian seperti Binmas dan Sabhara akan lebih dulu dikedepankan.

Baca juga: Kapolri Minta Brimob Jaga Soliditas dengan TNI

Sementara itu, Korps Brimob berperan sebagai kekuatan terakhir apabila situasi berkembang menjadi anarkis.

“Jadi kekuatan Brimob adalah kekuatan terakhir. Jadi maka itu kita sampaikan bahwa PHH itu bukan pasukan huru-hara, tapi pasukan untuk mencegah anarkis," ungkapnya.

Menurut Ramdani, tindakan tegas baru akan dilakukan jika aksi massa telah mengarah pada pelanggaran hukum, seperti perusakan fasilitas umum, pembakaran, hingga mengancam keselamatan jiwa.

“Kalau unjuk rasanya sih, semua boleh-boleh saja unjuk rasa, tapi kalau sampai perusakan, pembakaran, kemudian membuat jiwa seseorang terancam, bahkan sampai meninggal dunia, baru kita nanti tindak," tutur dia.

Baca juga: Dankor Tegaskan Brimob Kekuatan Terakhir Halau Aksi Massa

Ia juga menekankan bahwa pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya menyamakan persepsi penanganan massa di seluruh jajaran Korps Brimob, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Di sisi lain, Ramdani menyebut kesiapsiagaan personel Brimob terus ditingkatkan sebagai tindak lanjut arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, khususnya dalam menghadapi potensi gangguan keamanan akibat dinamika global, termasuk dampak kenaikan harga energi.

Menurut dia, potensi gangguan tersebut telah dipetakan oleh Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri dan menjadi dasar koordinasi lintas fungsi serta kewilayahan.

“Kita terima dari BIK berupa informasi, baru kita koordinasi dengan satuan fungsi yang ada, Satwil (Satuan Kewilayahan) yang ada, demikian juga dengan instansi terkait," ungkap Ramdani.

Meski demikian, ia memastikan kondisi penanganan aksi massa saat ini masih terkendali dan dapat diatasi oleh jajaran kepolisian di wilayah masing-masing.

Tag:  #dankor #brimob #penanganan #massa #sekarang #tidak #harus #dengan #kekerasan

KOMENTAR