Tim Optimalisasi MBG Dibentuk agar Anggaran BGN Efisien
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik S. Deyang.(DOK. Humas BGN)
17:42
20 April 2026

Tim Optimalisasi MBG Dibentuk agar Anggaran BGN Efisien

- Badan Gizi Nasional (BGN) membentuk tim optimalisasi penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) agar anggaran negara lebih efisien.

"Melalui penyisiran penerima manfaat ini, BGN bisa menggunakan anggaran dengan efisien, sekaligus menghindari pemborosan uang negara, karena MBG menjadi sampah makanan (food waste) akibat tidak dimakan siswa," kata kata Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, lewat akun Instagram resminya, dilansir ANTARA, Senin (20/4/2026).

Baca juga: Prabowo Ingin MBG Fokus ke Anak Kurang Gizi, BGN Siapkan Tim Optimalisasi

Tim optimalisasi MBG menyisir sekolah mana yang akan menerima MBG dan sekolah mana yang tidak menerima MBG.

Nanik menambahkan kepada sekolah-sekolah swasta mahal akan diberitahu bahwa tidak akan diberikan MBG, sementara untuk sekolah negeri yang berada di kawasan elite, karena sifatnya heterogen, akan diberikan kuesioner yang menyatakan siapa yang mau MBG dan siapa yang tidak.

"Dengan demikian, MBG akan diberikan kepada sekolah-sekolah yang siswanya memang mau menerima dan membutuhkan," kata Nanik.

Baca juga: Arah Baru MBG: Fokus untuk Anak Kurang Gizi

Nanik mengisahkan saat dirinya melakukan inspeksi mendadak dan investigasi ke beberapa sekolah di Jakarta, dimana dia melihat beberapa ompreng yang tidak dimakan, karena siswa bosan dengan menu MBG yang disajikan.

"Beberapa hari saya sengaja keliling ke beberapa sekolah di Jakarta, agak nano-nano alias sedih melihat beberapa ompreng ternyata tidak dimakan dengan alasannya 'bosan lauknya telur terus', kata anak-anak SD di Jakarta Utara itu. Ada juga alasannya lebih enak makan di kantin," ucap Nanik.

Ia menambahkan beberapa anggota DPR juga memberi masukan agar sekolah-sekolah mahal dengan mayoritas siswa dari kalangan mampu agar tidak diberikan MBG.

"Demikian juga di sekolah negeri yang banyak siswanya dari kalangan mampu, perlu ditanya siapa yang mau MBG dan siapa yang tidak, karena rata-rata siswa sudah punya bekal yang lebih bagus atau membawa uang saku untuk jajan di kantin," tuturnya.

Baca juga: Prabowo Ingin MBG Fokus ke Anak Kurang Gizi, Pengamat: Bisa Cegah Pemborosan

Nanik mengakui pernah mendapatkan curahan hati dari para kepala daerah yang anak-anaknya mengenyam pendidikan di sekolah swasta mahal di wilayahnya, tetapi tetap mendapatkan MBG.

"Mereka mengatakan mubazir, karena tidak dimakan, dan kadang dibawa pulang lalu dikasih ke asisten rumah tangganya," ucap Nanik.

BGN menindaklanjuti perintah Presiden Prabowo Subianto agar MBG difokuskan untuk anak yang kurang gizi.

"Saya seizin Kepala BGN, Pak Dadan Hindayana, kemudian membentuk tim optimalisasi untuk penyaluran MBG agar tepat sasaran, yang terdiri atas tim investigasi di bawah saya, kedeputian promosi dan kerja sama, serta kedeputian pemantauan dan pengawasan (tauwas)," kata Nanik.

Nanik menyampaikan pembentukan tim itu usai kunjungan inspeksi mendakak dia ke beberapa sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan perbaikan kualitas program MBG.

Dia menjelaskan tim optimalisasi tersebut mulai menyisir penerima manfaat di wilayah DKI Jakarta terlebih dahulu, dan nantinya bergerak ke daerah lain.

 

 

Tag:  #optimalisasi #dibentuk #agar #anggaran #efisien

KOMENTAR